- Disandera Militer Israel, 9 WNI Ditendang, Dipukul, Disetrum
- 9 WNI Disandera Israel Akhirnya Dibebaskan, Menlu Sugiono: Pemerintah Mengecam Perlakuan Tidak Manusiawi
- Bagaimana Keterlambatan Kecil Menjelma Menjadi Pengeluaran Nasional?
- Diwisuda Kasal, 240 Perwira Remaja AAL Calon Pemimpin Masa Depan Siap Mengabdi
- Dibawa Naik Kapal Perang KRI Marlin-877 di Kepulauan Selayar, Bocah TK Kepingin Jadi Tentara
- Awal Triwulan II 2026, IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif
- PELNI Sabet CSR Award 2026: Sukses Berdayakan Warga Desa dan Dorong Ekonomi Masyarakat di Cianjur
- Perkuat Kerja Sama Maritim, Petinggi Angkatan Laut Singapura Temui Wakasal
- Jelang Iduladha 2026, Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Pastikan Hewan Kurban Sehat
- PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan
Kado HUT Kemerdekaan RI, KKP Tangkap 2 Kapal Maling Ikan di Selat Malaka

Keterangan Gambar : Ilistrasi kapal pelaku illegal fishing diamankan KKP. Foto: dok KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Dua kapal berbendera Malaysia yang diduga melakukan illegal fishing di WPPNRI 517 Perairan Selat Malaka, ditangkap patroli Kapal Pengawas Kelautan dan Perikanan HIU 01. Penangkapan ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 pada Kamis (17/8).
"Sekitar pukul 03.15, KP. HIU 01 berhasil menangkap 2 kapal illegal fishing di Selat Malaka. Ini adalah kado dari kami untuk Indonesia di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-78", ungkap Direktur Jenderal Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Laksda TNI Dr. Adin Nurawaluddin, M. Han dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/8/2023).
Adin menjabarkan, dua kapal yang ditangkap adalah KM. SLFA 3763 dan KM. PKFA 7541. Kedua kapal tersebut berhasil dilumpuhkan pada saat melakukan illegal fishing atau pencurian ikan menggunakan alat tangkap terlarang pada titik koordinat 03º07, 814’ U - 100º41,911’ T (KM. SLFA 3763) dan 03º07, 501’ U - 100º41,426’ T (KM PKFA 7541).
Baca Lainnya :
- Komitmen KPLP HUT ke- 78 RI Beraksi Cepat di Setiap Musibah di Laut0
- Pengawasan Zona Penangkapan Ikan di WPPNRI Diperketat0
- Mitigasi Pemanasan Global, ini Komitmen Indonesia dan Amerika0
- Modelling Rumput Laut Dibangun di Wakatobi, Masyarakat Jadi Pelaku Utama0
- 3 Kapal Lakukan Transhipment Ilegal, Ditangkap KKP di Laut Aru0
"Diduga kedua kapal menggunakan alat tangkap terlarang berupa Jaring Trawl yang sangat merusak", imbuh Adin.
Pada saat diperiksa petugas, kedua kapal tersebut telah membawa muatan ikan sebanyak 1,4 ton ikan campur. Petugas juga mendapati bahwa kapal tersebut diawaki oleh warga negara Indonesia. Total 8 orang ABK diamankan oleh petugas termasuk nakhoda.
"Dua kapal ini kami kawal ke Satuan Pengawasan (Satwas) SDKP Dumai untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan kapal tiba Jumat dini hari", terang Adin.
Di Satwas SDKP Dumai, langsung dilakukan pelimpahan berkas perkara awak kapal dan barang bukti kasus dari Nakhoda KP HIU 01 kepada tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perikanan Satwas SDKP Dumai.
Hal ini merupakan wujud komitmen Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam menindak tegas para pelaku illegal fishing agar sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia dapat terus terjaga dan berkelanjutan. (Riz/Oryza)











