- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
IPC TPK Genjot Ekspor-Impor ke India

Keterangan Gambar : Kapal MV Asterios sedang bongkar muat. Foto: Humas: IPC TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Di penghujung tahun 2023 IPC Terminal Petikemas/IPC TPK dipercaya oleh perusahaan pelayaran VASI Shipping bekerjasama dengan agen PT MAP Translogistic, untuk melayani rute baru Indonesia Malaysia Service (IMS) yang merupakan direct8 service menuju Sub Continent India.
Dibukanya direct service dengan rute melalui Surabaya - Jakarta - Port Klang - Nhava Sheva - Jebel Ali - Dammam adalah salah satu upaya IPC TPK dalam memacu peningkatan ekspor-impor dari Indonesia menuju India.
Baca Lainnya :
- Menempuh Perjalanan Awali dengan Doa0
- Resmikan 3 Terminal Modern di 3 Kota Sekaligus, Ini Pesan Presiden Jokowi0
- Sepanjang 2023, Moda Penerbangan Paling Besar Sumbang Angka Kecelakaan0
- Stranas PK Apresiasi Komitmen dan Kontribusi Pelindo Cegah Korupsi0
- Harnus 2023, 2 Pelabuhan Regional 2 Raih Penghargaan Green and Smart Port dari Kemenkomarves0
Dirut IPC TPK, Guna Mulyana mengatakan sandarnya Kapal MV Asterios adalah upaya mendukung pertumbuhan nilai ekspor-impor Indonesia khususnya dengan negara India.
"Dengan hadirnya new direct service ini menambah market yang menuju India melalui Nhava Sheva seperti charcoal maupun sektor non migas lainnya," kata Guna Mulyana, dalam.keterangan tertulis Jumat (15/12/2023).
Sebagaimana diketahui, India merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia dan sebagai negara tujuan ekspor terbesar ke-4.
Melansir laporan bulanan yang dirilis Kementerian Perdagangan RI di bulan Oktober 2023, nilai ekspor non migas Indonesia-India naik 24,9% dibanding bulan September 2023. Kenaikannya dari USD 1,5 miliar menjadi USD 1,8 Miliar. Hal ini menjadi trend positif bagi Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekspor ke negara India.
Kapal MV Asterios yang sandar di Terminal 3 IPC TPK memiliki LOA 172 meter, BEAM 27,4 meter, dan kapasitas 1.800 TEUs. Adapun petikemas yang dimuat dari Terminal 3 sebanyak 674 Box / 1.003 Teus. Kapal sandar pada 13 Desember 2023 dan rencananya akan bertolak ke Port Klang pada 14 Desember 2023. Rencananya kapal MV Asterios ini akan rutin sandar 2 minggu sekali.
"Dengan dibukanya layanan direct sevice ini, menjadi semangat bagi IPC TPK untuk memberikan nilai tambah dan lebih efisien dalam melayani pengguna jasa. Layanan baru ini tidak hanya mendukung pemerintah dalam meningkatkan konektivitas namun juga meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan India, mendorong perdagangan dan investasi dari kedua negara." tutup Guna. (Riz/Oryza)











