- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
- PELNI dan BPH Migas Pantau Pasokan BBM di Bitung, Nataru 2025/2026 Kebutuhan Meningkat
- KKP: Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja
- Percepat Penanganan Bencana di Sumatera, KRI Makassar-590 Angkut Alat Berat dari Kalimantan
- Bantuan Beras 1,2 Ton Diangkut Pesawat Udara TNI AL, Disalurkan ke Korban Bencana di Gayo Lues Aceh
- Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi
- Layanan Mutu KKP Sudah Dilengkapi ISO, Ekspor Komoditas Perikanan 2026 Optimistis Tumbuh Positif
- Jelajah Wisata Bangka Selatan, PWI Ajak Telusuri Jejak Sejarah dan Pesona Keindahan Bahari
- Nataru 2025/2026, ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang dan 850 Ribu Kendaraan di 15 Lintasan
- Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro Sulut, 9 Orang Meninggal, 5 Rumah Hilang
Dirjen Hubla luncurkan Logo Pandu Indonesia, Pakaian dan Pose Follow My Lead

Keterangan Gambar : Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi meluncurkan logo baru dan seragam korps Pandu Indonesia. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA:
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meluncurkan Pembaruan Logo Korps Pandu dan Pakaian Seragam Pandu Indonesia, serta Pose "Follow My Lead!".
Acara peluncuran diselenggarakan pada Kamis (21/3) di Ruang Sriwijaya, Kantor Kemenhub, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
Baca Lainnya :
- Bangkitkan Geliat Budidaya Rumput Laut di Kepulauan Seribu, Ini Strategi KKP0
- Strategi Pelindo Layani Pemudik Lebaran 2025 di 63 Terminal, Diskon Hingga Gratis Layanan Pelabuhan0
- Mudik Lebaran 2025, Hampir 2 Juta Tiket KA Jarak Jauh Terjual, Ini 10 Rute Favorit0
- 196 Pegawai KAI Group Peroleh Transfer Knowledge Pengoperasian Whoosh0
- Mudik Lebaran 2025 KAI Daops I Tambah Kereta, Sediakan 1.858 Perjalanan Jarak Jauh0
Mengusung tema “Rebranding, Reborn! Pandu Indonesia Menuju Mendunia” memiliki makna filosofis pada Logo, Pakaian Seragam, dan Pose yang baru saja di-launching. Hal tersebut mencerminkan representasi kesatuan identitas, profesionalisme dan kewibawaan, serta peningkatan pelayanan dan semangat baru guna mendukung keselamatan pelayaran, serta kelancaran operasional kapal di pelabuhan.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi berharap melalui momentum acara ini dapat membakar semangat para Pandu untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme, seiring dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi dan regulasi.
"Saya yakin, dengan komitmen tinggi akan tercipta Pandu Indonesia yang berstandar internasional dan siap mendunia," kata Antoni.
Pelayanan Pemanduan Kapal yang dilakukan oleh pandu memiliki peran penting untuk menjamin kegiatan kapal dalam bernavigasi, lanjutnya, pelayaran agar dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, lancar, efektif dan efisien. Namun, perlu digarisbawahi bahwa pentingnya komitmen semua pihak dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran. Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.
"Setiap pelanggaran terhadap standar keselamatan harus ditindak tegas, karena dapat berdampak fatal pada keselamatan jiwa manusia, aset dan kelangsungan ekosistem laut kita," tandas Antoni.
Perbaikan dari Hulu ke Hilir
Kolaborasi yang sinergis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan guna menciptakan ekosistem maritim yang agile, responsif dan aman.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai strategi perbaikan di hulu, antara lain melibatkan lembaga diklat di lingkungan BPSDMP dan lembaga diklat non Kementerian Perhubungan untuk ikut mengemban tanggung jawab guna terwujudnya keselamatan pelayaran melalui peningkatan kualitas lulusan Diklat Pandu yang dihasilkan.
Selain itu, perbaikan terhadap sispro/protap oleh Syahbandar agar menjamin kegiatan bernavigasi dan berolah gerak kapal di wilayah kerja masing-masing berjalan aman dan selamat.
"Dalam waktu dekat kami akan melakukan persiapan pembentukan beberapa UPT Ditjen Perhubungan Laut untuk menjadi penyelenggara pemanduan dan penundaan kapal, serta membentuk pelaut-pelaut di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut untuk menjadi Pandu ASN," ungkap Antoni.
Ia menambahkan bahwa hal tersebut merupakan langkah mitigatif untuk membantu memenuhi gap layanan yang selama ini terjadi.
"Kepada rekan-rekan Subdit Pemanduan dan Penundaan Kapal Direktorat Kepelabuhanan, Kabag SDM, Kabag Organisasi, agar berkoordinasi dengan Para Syahbandar, dan segera berkolaborasi dengan BPSDMP, Biro SDMO dan Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Transportasi, dalam rangka merealisasikan langkah mitigatif tersebut," tambah Antoni.
Ia juga menegaskan untuk langkah pembinaan, pengawasan dan penegakan hukum yang tegas oleh Direktorat terkait, dan Inspektorat Jenderal dapat menjadi strategi perbaikan di hilir yang dapat dilakukan guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi dalam pelayanan pemanduan dan penundaan kapal.
"Saya ucapkan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim Direktorat Kepelabuhanan dan seluruh pihak yang terlibat dalam setiap tahapan proses desain dan penyusunan regulasi hingga suksesnya acara ini. Tidak lupa, apresiasi dan ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh hadirin atas partisipasi dan kehadirannya," pujinya.
Antoni mengimbau kepada seluruh pihak yang terkait agar mengimplementasikan ketentuan tersebut pada kesempatan pertama. (ARRY/ORYZA)











