- Tol Laut Dinilai Belum Berhasil,Muatan Tak Seimbang Kapal Balik Muatan Minim
- Dua Kapal Perang TNI AL Perkuat Keamanan Laut Timur Indonesia
- Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang, KKP Siap Fasilitasi Unit Pengolah Ikan, Ini Tata Caranya
- Tugboat Equator 10 Bocor di Laut Jawa, KM Kelimutu Bantu Evakuasi 8 Awak Kapal
- Kecelakaan di Laut Arafuru, KRI Banjarmasin-592 Selamatkan 12 ABK KM Putra Kwantan
- Timba Ilmu Bahari: Taruna TNI, Akpol dan Mahasiswa Unhan Berlayar Naik KRI Radjiman Wedyodiningrat
- Hari Dharma Samudera, Tabur Bunga dan Bakti Sosial di Bangka Belitung
- Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris
- IPC TPK Mantapkan Arah Strategis 2026, Ini Strateginya
- TPK Bagendang Catatkan Kinerja Solid, Arus Peti Kemas Tumbuh Positif
196 Pegawai KAI Group Peroleh Transfer Knowledge Pengoperasian Whoosh

Keterangan Gambar : Pegawai PT KAI mendapat transfer knowledge pengoperasian Whoosh. Foto: KAI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berkomitmen dalam mendukung pengoperasian Kereta Cepat Whoosh dengan memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Sebagai bagian dari proses transfer knowledge, KAI Group telah menugaskan 196 pegawai untuk mendukung operasional dan perawatan Whoosh yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Baca Lainnya :
- Mudik Lebaran 2025 KAI Daops I Tambah Kereta, Sediakan 1.858 Perjalanan Jarak Jauh0
- Mudik Lebaran 2025, Penjualan Tiket Kapal PELNI Sudah Mencapai 121.125 Pax0
- Catat! Mudik Lebaran 2025, Kapal Express Merak-Bakauheni Diskon 36 Persen0
- Arus Petikemas Internasional TPS Februari 2025 Meningkat, Ini Rinciannya0
- Kapal TNI-Polri di Pelabuhan Cirebon Didata KSOP0
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba menjelaskan bahwa transfer knowledge ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan layanan Kereta Cepat Whoosh yang optimal dan efisien.
“KAI Group telah menyiapkan tenaga ahli dengan kompetensi tinggi di bidang perkeretaapian guna mendukung operasional dan perawatan Whoosh. Dengan demikian, kami dapat memastikan layanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Anne dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (12/3/2025).
Dalam program transfer knowledge ini, KAI Group mengalokasikan 50 pegawai untuk EMU Maintenance, 101 pegawai untuk operasional, dan 45 pegawai untuk Fixed Asset Maintenance. Total 196 tenaga kerja KAI Group akan bekerja bersama dengan tim KCIC untuk memastikan kelancaran operasional Whoosh serta meningkatkan efisiensi dalam perawatan dan pengelolaan aset.
Transfer knowledge ini juga merupakan bagian dari upaya peningkatan SDM yang berkelanjutan di sektor perkeretaapian nasional. Dengan adanya tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan khusus, KAI Group memastikan bahwa standar operasional dan pemeliharaan Whoosh terus terjaga sesuai dengan best practice industri kereta cepat.
Anne menambahkan, kolaborasi antara KAI Group dan KCIC dalam aspek SDM akan memperkuat operasional Whoosh ke depan.
“Kami percaya bahwa melalui transfer knowledge yang efektif, pegawai KAI Group dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan layanan Whoosh, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari moda transportasi modern ini,” tutup Anne. (Arry/Oryza)











