- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
- 1.101 Sarjana Penggerak Pembangunan Kampung Nelayan Timba Ilmu Maritim di Koarmada II
Bareskrim Polri Hentikan Sepak Terjang 4 WN China Kasus Tambang Ilegal di Papua, Pelaku Diringkus

Keterangan Gambar : Bareskrim Polri meringkus 4 WNA asal China dalam kasus tambang ilegal di Papua. Foto: Polri
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Sepak terjang para pelaku perusakan lingkungan berkedok investasi dihentikan oleh Bareskrim Polri. Polisi meringkus 4 WNA asal China dalam kasus tersebut.
Melalui operasi gabungan yang terukur, Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Bareskrim Polri mendampingi PPNS Kementerian Kehutanan dalam menggulung sindikat kejahatan lingkungan.
Empat Warga Negara Asing (WNA) asal China berinisial LH, LL, FW, dan PJ diringkus atas dugaan keterlibatan dalam praktik penambangan ilegal di kawasan hutan Papua. Proses penangkapan dilakukan mulai Jumat (22/5/2026) hingga Selasa (26/5/2026).
Baca Lainnya :
- 31.255 Benih Lobster Mau Diselundupkan dari Lampung ke Vietnam, Digagalkan KKP0
- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon0
- Pakaian Bekas Rp 2,8 M Gagal Diselundupkan, Keburu Diciduk TNI AL , Kapal dan Muatan Disita0
- Penyelundupan 110 Koli Ballpress di Sumatera Utara Digulung Kodaeral I dan Aparat Gabungan0
- 1,5 Ton Kayu Stigi Mau Diselundupkan, Digagalkan Kodaeral VII di Pelabuhan Tenau Kupang0
Kepala Biro (Karo) Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu mengatakan operasi penegakan hukum ini dilakukan lintas instansi. Keempat tersangja kini sedang menjalani proses pemeriksaan secara maraton guna membongkar jaringan eksploitasi alam yang lebih besar.
"Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri memberikan bantuan penuh kepada PPNS Kemenhut dalam kegiatan penangkapan dan penahanan terhadap empat tersangka WNA China terkait dugaan tindak pidana di bidang kehutanan," jelas Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2026).
Jenderal bintang satu ini mengungkapkan, modus operandi kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka cukup nekat. Komplotan ini secara terang-terangan membawa masuk alat-alat berat beserta berbagai perlengkapan masif lainnya ke pedalaman Papua.
Peralatan tersebut diduga kuat digunakan secara khusus untuk mengeksploitasi sumber daya alam. Seluruh aktivitas perusakan lingkungan berupa penambangan tersebut dilakukan secara ilegal.
"Para tersangka diduga melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin dari pemerintah pusat," ungkap Brigjen Pol. Edy.
Proses penangkapan keempat warga negara tirai bambu tersebut sempat diwarnai sedikit kendala. Saat petugas gabungan menyergap dan memperlihatkan kelengkapan surat perintah penangkapan, para pelaku menolak tanda tangan. Namun, hal ini tidak menyurutkan langkah tegas aparat di lapangan. Padahal surat perintah penangkapan sudah diperlihatkan secara jelas dan dibacakan secara rinci melalui bantuan seorang penerjemah bahasa.
"Karena para tersangka menolak menandatangani surat tersebut, kami langsung membuatkan berita acara penolakan tanda tangan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," papar Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu.
Guna mencegah upaya melarikan diri maupun manuver hukum lainnya, keempat tersangka kini berada di bawah pengawasan ekstra ketat. Tim Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri bersama penyidik PPNS Kementerian Kehutanan terus melakukan pengawasan melekat terhadap para pelaku yang saat ini dititipkan penahanannya di Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Biak. (Arry/Mar)











