- 31.255 Benih Lobster Mau Diselundupkan dari Lampung ke Vietnam, Digagalkan KKP
- ASDP Gandeng Pemprov Aceh Buka Lintasan Jakarta-Malahayati, Perkuat Jalur Logistik Wilayah Barat
- PELNI Angkut 825 Ekor Sapi dari Kupang ke Jakarta, Sambut Iduladha 2026
- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon
- UKW Angkatan ke-65, Wali Kota Jakpus dan Ketua PWI Jaya Tekankan Pentingnya Kompetensi Wartawan
- Pos TNI AL Muara Kubu dan Masyarakat Patroli Bersama, Awasi Sumber Daya Kelautan
- 9 WNI Korban Kekejaman Israel Tiba di Jakarta, Menlu Sugiono: Terimakasih Pemerintah Turki, Yordan dan Mesir
- Bikin Gemes, Murid-murid TK Hang Tuah Sorong Berseragam Kelasi Tinjau Kapal Perang KRI Bawal-875
- Surabaya Kota Pilihan Rangkaian Nasional Indonesia Coffee Expo 2026, Pengunjung Disuguhi Pengalaman Interaktif
- Kemenhub-Pemprov Papua Kembangkan Pelabuhan Korido, Perkuat Konektivitas 3TP dan Kedaulatan Maritim
31.255 Benih Lobster Mau Diselundupkan dari Lampung ke Vietnam, Digagalkan KKP

Keterangan Gambar : Benih bening lobster (BBL). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LAMPUNG: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggagalkan upaya penyelundupan 31.255 ekor benih bening lobster (BBL) di Lampung yang diduga akan dibawa ke Vietnam.
Puluhan ribu benih lobster itu akan dikirim ke luar negeri melalui jalur darat. BBL itu diperkirakan bernilai lebih dari Rp4 miliar.
Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan KKP, Ardiansyah, mengatakan pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Sabtu (23/5/2026) dalam operasi yang digelar di jalur lintas barat menuju Bandar Lampung. Terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke kantor Satwas SDKP Pesawaran pada Minggu (24/5) dini hari untuk diproses lebih lanjut.
Baca Lainnya :
- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon0
- Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Sesuai Best Practice dan Berkualitas Ekspor0
- KKP Jembatani Hasil Produk KNMP dan Budidaya Tematik Bantul, Masuk ke SPPG hingga Ritel Modern0
- Pakaian Bekas Rp 2,8 M Gagal Diselundupkan, Keburu Diciduk TNI AL , Kapal dan Muatan Disita0
- Penyelundupan 110 Koli Ballpress di Sumatera Utara Digulung Kodaeral I dan Aparat Gabungan0
"Dalam kegiatan tersebut berhasil diamankan sebanyak 31.255 ekor BBL yang dikemas dalam enam boks styrofoam, satu unit mobil Mitsubishi Xpander, serta seorang terduga pelaku berinisial A," jelas Ardiansyah di Pesawaran, Lampung, Senin (25/5/2026).
BBL hasil sitaan langsung dilakukan reoksigenasi agar tetap hidup, karena benih lobster hanya mampu bertahan sekitar 18 jam setelah proses tersebut dilakukan. "Karena itu segera dilakukan pelepasliaran pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB di perairan Kelapa Kenjir, Kabupaten Pesawaran," jelas Ardiansyah.
KKP memperkirakan nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari penggagalan penyelundupan tersebut mencapai Rp 4,68 miliar. Perhitungan itu menggunakan asumsi harga benih lobster pasir sebesar Rp 150 ribu per ekor.
"Nilai valuasi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dalam penggagalan upaya penyelundupan BBL ini mencapai Rp4.688.250.000. Itu dengan asumsi perhitungan valuasi per ekor untuk jenis lobster pasir Rp150.000 per ekor,” sambung Ardiansyah.
Ia mengungkapkan, kasus ini merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya serta informasi masyarakat soal aktivitas pengiriman benih lobster secara ilegal melalui jalur darat menuju luar daerah.
Operasi digelar pada Sabtu (23/5/2026) di sekitar jalan lintas wilayah Tenumbang, Kabupaten Pesisir Barat menuju Kota Bandar Lampung. Petugas mengamankan BBL berjumlah 31.255 ekor dalam enam boks styrofoam, dan
mobil Mitsubishi Xpander.
Adapun modus yang dilakukan terduga pelaku yakni melalui kota transit di daerah lain, kemudian dikirim ke wilayah perbatasan seperti Jambi dan Batam. "Dari sana menyeberang ke Singapura lalu dilanjutkan ke Vietnam," jelas Ardiansyah.
Aktivitas ilegal tersebut menurut Ardiansyah dapat mengganggu keberlanjutan sumber daya laut nasional, karena benih lobster yang seharusnya dibudidayakan justru dikirim ke luar negeri secara ilegal.
Ia menegaskan penyelundupan BBL merupakan tindak pidana perikanan yang melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Ancaman hukumannya yaitu penjara maksimal delapan tahun dan denda hingga Rp1,5 miliar. (Arry/Mar)











