- Sindikat Penyelundup Sisik Trenggiling Senilai Rp180 Miliar di Pelabuhan Tanjung Priok Dibongkar Pet
- Pelindo Regional 2 Pelabuhan Ciwandan Uji Sandar Kapal, Persiapan Hadapi Mudik Lebaran 2026
- Mudik Gratis IPC TPK Bersama Pelindo Group Aman dan Nyaman
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
Atasi Banjir Rob, Pelindo Pinjamkan Lahan ke Pemkot Semarang

Keterangan Gambar : Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan Regional Head Pelindo Regional 3, Ardhy Wahyu Basuki tandatangani kerjasama peminjaman lahan Pelindo. Foto: dok. Pelindo
Indonesiamaritimenews.com( IMN), JAKARTA: Kota Semarang termasuk wikayah rawan banjir, baik banjir rob maupun luapan air saat hujan deras. PT Pelabuhan Indonesia mengambil kebijakan meminjamkah lahannya guna mengatasibrob.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 Pelabuhan Semarang, sepakat meminjam-pakaikan sebagian tanah HPL kelolaannya di area Pelabuhan Semarang dan Tambaklorok kepada Pemerintahan Kota Semarang, Jawa Tengah. Nantinya lahan tersebut akan dimaksimalkan oleh Pemkot Semarang dalam upaya penanganan banjir rob.
Kebijakan ini diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama terkait peminjaman lahan di area Pelabuhan Tanjung Emas. Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan Regional Head Pelindo Regional 3, Ardhy Wahyu Basuki di Kantor Walikota Semarang, Rabu (10/5/2023).
Baca Lainnya :
- Ini Tambahan Diskon Tarif Jalan Tol Cibitung – Cilincing (JTCC) 0
- KRI Bima Suci Melintasi Teluk Aden Somalia, Seluruh Prajurit Siaga Perang 0
- Pertemuan ASEAN Maritime Transport Working Group, Indonesia Dukung Dekarbonisasi0
- Gunung Anak Krakatau Batuk-batuk Lagi, Semburkan Abu Setinggi 1 Kilometer0
- Yuuk, Melongok Isi Perut Rumah Sakit Terapung KRI Wahidin Sudirohusodo-9910
Kebiakan ini menjadi bukti nyata bahwa sektor industri dan jasa bersama pemerintah daerah dapat bekerja sama dalam memecahkan masalah yang kompleks. Kerja sama ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Semarang dalam mengurangi risiko banjir rob yang sering terjadi. Ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran perusahaan dalam memberikan kontribusi positif untuk komunitas di mana mereka beroperasi.
APRESIASI
Hevearita menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pelindo atas langkah yang diambil dalam perjanjian kerja sama ini. Menurut dia, ini akan menjadi awal baik dalam upaya penanganan rob di Semarang yang nantinya akan dilakukan oleh pihak Pemkot Semarang.
“Semoga kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi seluruh pihak yaang berkepentingan untuk bersama-sama mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat kita,” ujar Hevearita.
Ardhy mengatakan bahwa proyek ini memang harus segera dilaksanakan agar peristiwa rob tidak akan berdampak kepada masyarakat.
“Tentunya ini merupakan sebuah program yang bagus dari pemerintah Kota Semarang dan sebagai perseroan kami memiliki kewajiban untuk turut berpartisipasi mensukseskan program ini melalui kerjasama yang kita tanda tangani,” ungkapnya.
Ardhy menambahkan, Pelindo akan memberikan pinjam pakai lahan wilayah Pelabuhan Tanjung Mas seluas 187.804 m2. Lahan itu terbagi dalam dua sertifikat HPL Pelindo di kawasan Kelurahan Tambakrejo dan kelurahan Rejomulyo untuk digunakan sebagai sarana Pemerintah Kota Semarang dalam hal penanganan banjir rob berupa tanggul laut, kolam retensi serta pembangunan rusunawa di wilayah atau kawasan Tambaklorok Semarang.
"Jadi lahan HPL kita yang ada di kawasan Tambaklorok semarang kita pinjam pakaikan ke Pemkot Semarang, intinya program baik ini harus didorong bersama," pungkas Ardhy.
Sebelumnya, Pelindo turut melakukan upaya penanganan rob di kawasan pesisir Semarang dan pelabuhan. Salah satunya adalah pembangunan tanggul sepanjang 500 meter dengan tinggi 3 meter milik kawasan industri yang sempat jebol dan telah selesai di tahun 2022 untuk mengantisipasi peristiwa serupa tidak terjadi kembali. (ARRY/Oryza)











