- Pelindo Hadir Restorasi Terumbu Karang dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Labuan Bajo
- Moncer Trafik Petikemas IPC TPK Tembus 1,49 Juta TEUs
- Sebagai Kekuatan Sosial dan Budaya, Ketua IKANAS Erwan Rozadi Ajak Keluarga Besar Nasution Bangun Sumut
- Hanyut ke Kalbar, Kapal Ikan Malaysia Dikawal Kodaeral XII Pulang Disambut APPM di Perbatasan
- Dampak Pemadaman Listrik di Sumut, Bobby Nasution Desak PLN Beri Kompensasi
- Kadet AAL Tampil di Hari Besar Rusia 2026, Genderang Sulung Gita Jala Taruna Memukau
- KKP Bawa Kembali Produk Perikanan Budi Daya Masuk Pasar Uni Eropa
- Ketika Kekuasaan Tidak Terawasi maka Kemanusiaan akan Menjadi Korban
- Operasi Gugus Tempur Laut, KRI Imam Bonjol Amankan 10 ABK Kapal Ikan Diduga Pakai Sabu
- Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas di Sidoarjo, Diduga Tampung Hasil Tambang Ilegal
KRI Bima Suci Melintasi Teluk Aden Somalia, Seluruh Prajurit Siaga Perang

Keterangan Gambar : Prajurit KRI Bima Sakti siaga perang saat melintasi Teluk Aden Somalia. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews. Com( IMN),JAKARTA: Teluk Aden di Samudra Hindia antara Yaman dan Somalia, dikenal rawan pembajakan dan perompakan. KRI Bima Suci melintasi teluk ini dalam pelayaran muhibah yang kini sedang dilaksanakan.
Untuk memastikan kondisi keamanan, KRI Bima Suci yang sedang melaksanakan pelayaran muhibah diplomasi dan duta bangsa Kartika Jala Krida 2023 saat melewati teluk Aden, perairan Somalia pekan ini, seluruh prajurit Jalasena KRI Bima Suci melaksanakan peran jaga perang.
Dalam keterangan tertulis TNI AL dikutip Jumat (12/5/2023) disebutkan peran jaga perang saat melintasi wilayah Perairan Teluk Aden dikarenakan wilayah tersebut merupakan zona merah Internasional. Di teluk ini banyak terjadi perompak ataupun pembajakan baik kapal peti kemas, kapal tanker maupun kapal asing yang melintas.
Baca Lainnya :
- Pertemuan ASEAN Maritime Transport Working Group, Indonesia Dukung Dekarbonisasi0
- Gunung Anak Krakatau Batuk-batuk Lagi, Semburkan Abu Setinggi 1 Kilometer0
- Yuuk, Melongok Isi Perut Rumah Sakit Terapung KRI Wahidin Sudirohusodo-9910
- Pelajar Kunjungi Lanal Banyuwangi, Yuuk Kenali TNI Angkatan Laut0
- Pemimpin Negara ASEAN Nikmati Sunset Labuan Bajo di Atas Kapal Pinisi0
Peningkatan kesiagaan adalah sebuah prosedur yang bertujuan sebagai tindakan preventif terhadap serangan mendadak dari bahaya ancaman serangan musuh di wilayah yang dianggap rawan.
Seluruh personel bertugas dan menempati pos tempur dan harus memahami tugas serta tanggungjawab masing-masing berdasarkan buku Induk Tempur KRI Bima Suci. Kesiapsiagaan prajurit KRI Bima Suci juga selalu dilatih agar sasaran pelayaran misi diplomasi dan muhibah duta bangsa tercapai dengan baik.
Selain personel KRI Bima Suci, juga didukung oleh personel Satgas pendukung yang memiliki kwalifikasi khusus juga terlibat berperan sesuai dengan spesialisasinya.
Selain menghadapi ancaman yang kemungkinan datang dari permukaan, KRI Bima Suci juga melaksanakan kesiagaan terhadap kemungkinan ancaman dari bawah air yaitu dengan Lawan Sabotase Bawah Air (LSBA).
Prajurit Kopaska maupun penyelam akan melaksanakan penyelaman guna memastikan kondisi bawah air sekaligus menetralisir jika terdapat dari bawah air yang bisa membahayakan keselamatan prajurit, kapal dan berpotensi menggagalkan misi KRI Bima Suci.
Kesiapsiagaan seluruh personel sangatlah penting untuk mengamankan pelayaran KRI Bima Suci sebagai kapal layar tiang tinggi yang sedang melaksanakan pelayaran misi muhibah diplomasi dan duta bangsa Kartika Jala Krida 2023 mengelilingi sepertiga belahan dunia sejauh 25.589 NM selama 214 hari pelayaran untuk memperkenalkan budaya Bangsa Indonesia. (Arry/Oryza)











