- Hasil Survei Kepuasan Publik: ASDP Sukses Kelola Mudik Lebaran 2026
- ASDP Perkuat Layanan dan Konektivitas Tarakan–Sebawang, Berikut Daftar Tarif Setelah Penyesuaian
- Upaya Penyelundupan Ballpress Jaringan Lintas Negara Dibongkar TNI AL di Tarakan
- Munas IKANAS 2026 Berjalan Alot, H. Saipullah Nasution Terpilih Kembali Ketua Umum
- Retail Modern Menggurita, 60 Juta Usaha Kecil Terancam Gulung Tikar
- Keren! Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Empat F-16 dan Dua T50 Golden Eagle
- Dorong Implementasi Ocean Accounting, Indonesia Prakarsai Bogor Action Plan
- Tren Kunjungan Kapal dan Arus Petikemas Sebelum & Pasca Lebaran di Lingkungn IPC TPK, Pola Distribusi Logistik Berubah
- Ketegangan Geopolitik dan Ancaman El Nino, KKP Pastikan Stok Ikan Aman
- Mau Selundupkan 780 Kg Sisik Trenggiling, Kapal Vietnam Disergap Patroli TNI AL
TPK Bagendang Tambah 1 Unit Alat Quay Container Crane, Optimistis Layanan Lebih Baik

Keterangan Gambar : PT Pelindo Terminal Petikemas menambah alat bongkar muat jenis quay container crane (QCC/derek peti kemas di dermaga) di TPK Bagendang. Foto: TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BAGENDANG: PT Pelindo Terminal Petikemas menambah alat bongkar muat jenis quay container crane (QCC/derek peti kemas di dermaga) di TPK Bagendang untuk mendukung kegiatan bongkar muat kapal di dermaga.
Alat yang didatangkan dari Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok itu tiba di TPK Bagendang pada 28 Juli 2025 sekitar pukul 17.10 WIB. Kedatangan alat QCC ini menandai komitmen perseroan dalam upaya meningkatkan layanan kepelabuhanan dan logistik di wilayah Kalimantan Tengah.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar mengatakan QCC yang didatangkan dari JICT merupakan bagian dari standardisasi terminal peti kemas yang dilakukan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas.
Baca Lainnya :
- Penguatan Fungsi Pelabuhan Jadi Pusat Logistik, Pelindo Dukung Program Strategis Nasional di KTI0
- KSO TPK KOJA Laba Rp 337 M, Bonus 37 M, Jaspro Meningkat Rp 71M0
- Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kembali Normal, Antrean Bongkar Muat Lancar0
- 4 Cabang Pelindo Regonal 4 Raih Apresiasi Pengelolaan Kehumasan Terbaik0
- Layanan Ketapang-Gilimanuk, Regulator dan Operator Prioritaskan Keselamatan dan Kelancaran Logistik0
Perseroan memenuhi kebutuhan minimum peralatan sesuai dengan kapasitas dan kinerja terminal. Alat tersebut akan mendukung kegiatan bongkar muat peti kemas di dermaga yang saat selama ini hanya dilakukan dengan satu unit QCC. Dengan dukungan dua unit QCC pihaknya optimis kinerja TPK Bagendang akan menjadi lebih baik.
“Ini adalah lompatan besar bagi layanan jasa kepelabuhanan di Kalimantan Tengah dimana arus peti kemas setiap tahun terus tumbuh. Dengan adanya tambahan QCC ini, layanan bongkar muat bisa menjadi lebih cepat, sehingga waktu kapal berada di pelabuhan juga semakin cepat, semakin cepat berangkat mereka (kapal) semakin,” ungkap Akhmad Fajar, Kamis (31/7/2025).
Pengelola TPK Bagendang saat ini sedang melakukan serangkaian persiapan untuk pengoperasian QCC eks JICT tersebut. Persiapan dilakukan dari berbagai aspek mulai hal-hal teknis, operasional, hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Diperkirakan butuh waktu 3 bulan hingga alat tersebut dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat di TPK Bagendang.
Disambut Baik
Para pengguna jasa dan pemangku kepentingan di wilayah Kalimantan Tengah menyambut baik kehadiran alat tersebut. Salah satunya M. Arif Wicaksono, Branch Manager PT Meratus Line Sampit yang menyampaikan optimisme atas upaya PT Pelindo Terminal Petikemas dalam melakukan perbaikan layanan di TPK Bagendang.
“Kami berharap kehadiran alat ini dapat membantu kelancaran dan meningkatkan produktivitas kegiatan bongkar muat petikemas. Ini tentunya sangat mendukung operasional kami sebagai salah satu pengguna jasa di TPK Bagendang,” kata Arif.
Christofel Herman S. Branch Manager PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Sampit menilai langkah ini sebagai respons nyata terhadap kebutuhan pelaku usaha.
“Tambahan alat seperti QCC ini benar-benar membantu mempercepat proses bongkar muat kapal di TPK Bagendag,” ujarnya.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (DPW APBMI) Kalimantan Tengah, Bambang Wijanarko, juga menyoroti manfaat jangka panjang dari peningkatan infrastruktur pelabuhan.
“Ini merupakan langkah nyata dalam peningkatan fasilitas dan pelayanan pelabuhan yang akan berdampak langsung pada kelancaran arus barang dan efisiensi biaya logistik di daerah," ujar Bambang.
"Kami berharap kehadiran alat ini tidak hanya mempercepat proses bongkar muat, tetapi juga mendorong iklim investasi dan memperkuat peran pelabuhan sebagai pintu gerbang perekonomian Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (Arry/Oryza)











