- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
TPK Bagendang Tambah 1 Unit Alat Quay Container Crane, Optimistis Layanan Lebih Baik

Keterangan Gambar : PT Pelindo Terminal Petikemas menambah alat bongkar muat jenis quay container crane (QCC/derek peti kemas di dermaga) di TPK Bagendang. Foto: TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BAGENDANG: PT Pelindo Terminal Petikemas menambah alat bongkar muat jenis quay container crane (QCC/derek peti kemas di dermaga) di TPK Bagendang untuk mendukung kegiatan bongkar muat kapal di dermaga.
Alat yang didatangkan dari Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok itu tiba di TPK Bagendang pada 28 Juli 2025 sekitar pukul 17.10 WIB. Kedatangan alat QCC ini menandai komitmen perseroan dalam upaya meningkatkan layanan kepelabuhanan dan logistik di wilayah Kalimantan Tengah.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar mengatakan QCC yang didatangkan dari JICT merupakan bagian dari standardisasi terminal peti kemas yang dilakukan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas.
Baca Lainnya :
- Penguatan Fungsi Pelabuhan Jadi Pusat Logistik, Pelindo Dukung Program Strategis Nasional di KTI0
- KSO TPK KOJA Laba Rp 337 M, Bonus 37 M, Jaspro Meningkat Rp 71M0
- Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kembali Normal, Antrean Bongkar Muat Lancar0
- 4 Cabang Pelindo Regonal 4 Raih Apresiasi Pengelolaan Kehumasan Terbaik0
- Layanan Ketapang-Gilimanuk, Regulator dan Operator Prioritaskan Keselamatan dan Kelancaran Logistik0
Perseroan memenuhi kebutuhan minimum peralatan sesuai dengan kapasitas dan kinerja terminal. Alat tersebut akan mendukung kegiatan bongkar muat peti kemas di dermaga yang saat selama ini hanya dilakukan dengan satu unit QCC. Dengan dukungan dua unit QCC pihaknya optimis kinerja TPK Bagendang akan menjadi lebih baik.
“Ini adalah lompatan besar bagi layanan jasa kepelabuhanan di Kalimantan Tengah dimana arus peti kemas setiap tahun terus tumbuh. Dengan adanya tambahan QCC ini, layanan bongkar muat bisa menjadi lebih cepat, sehingga waktu kapal berada di pelabuhan juga semakin cepat, semakin cepat berangkat mereka (kapal) semakin,” ungkap Akhmad Fajar, Kamis (31/7/2025).
Pengelola TPK Bagendang saat ini sedang melakukan serangkaian persiapan untuk pengoperasian QCC eks JICT tersebut. Persiapan dilakukan dari berbagai aspek mulai hal-hal teknis, operasional, hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Diperkirakan butuh waktu 3 bulan hingga alat tersebut dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat di TPK Bagendang.
Disambut Baik
Para pengguna jasa dan pemangku kepentingan di wilayah Kalimantan Tengah menyambut baik kehadiran alat tersebut. Salah satunya M. Arif Wicaksono, Branch Manager PT Meratus Line Sampit yang menyampaikan optimisme atas upaya PT Pelindo Terminal Petikemas dalam melakukan perbaikan layanan di TPK Bagendang.
“Kami berharap kehadiran alat ini dapat membantu kelancaran dan meningkatkan produktivitas kegiatan bongkar muat petikemas. Ini tentunya sangat mendukung operasional kami sebagai salah satu pengguna jasa di TPK Bagendang,” kata Arif.
Christofel Herman S. Branch Manager PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Sampit menilai langkah ini sebagai respons nyata terhadap kebutuhan pelaku usaha.
“Tambahan alat seperti QCC ini benar-benar membantu mempercepat proses bongkar muat kapal di TPK Bagendag,” ujarnya.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (DPW APBMI) Kalimantan Tengah, Bambang Wijanarko, juga menyoroti manfaat jangka panjang dari peningkatan infrastruktur pelabuhan.
“Ini merupakan langkah nyata dalam peningkatan fasilitas dan pelayanan pelabuhan yang akan berdampak langsung pada kelancaran arus barang dan efisiensi biaya logistik di daerah," ujar Bambang.
"Kami berharap kehadiran alat ini tidak hanya mempercepat proses bongkar muat, tetapi juga mendorong iklim investasi dan memperkuat peran pelabuhan sebagai pintu gerbang perekonomian Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (Arry/Oryza)











