- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
- Pray for NTT, Helikopter Wing Udara 2 Puspenerbal Antar Bantuan Logistik Menembus Daerah Terisolir
- Ambon Manise.. Serunya Lomba 17-an Prajurit dan Keluarga Kodaeral IX
- Cegah Kecelakaan Kerja Berbasis Risiko, Kemnaker Perkuat Peran Balai K3
- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT
- Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat
- KRI Bung Hatta-370 Salurkan 1,3 Ton Paket Bantuan untuk Korban Gempa NTT
TNI AL dan Pasukan Amfibi 32 Negara Indo-Pasifik Samakan Visi di Simposium PALS 2025 Manila

Keterangan Gambar : Para pimpinan pasukan Amfibi/Marinir dari 33 negara kawasan Indo-Pasifik termasuk TNI AL mengikuti Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) Tahun 2025 di Manila, Filipina. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI AL mengikuti pertemuan pimpinan pasukan Amfibi/Marinir terbesar di kawasan Indo-Pasifik, Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) Tahun 2025. Event internasional ini diselenggarakan pada 7-11 Juli 2025 di Manila, Filipina.
PALS merupakan kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh US Marine Forces Pacific (MARFORPAC). Acara ini menjadi ajang pertemuan dan ajang bertukar pikiran para pemimpin pasukan Amfibi/Marinir yang berada di kawasan Pasifik dan sekitarnya.
Delegasi TNI AL diketuai oleh Brigadir Jenderal TNI Mar Nanang Saefulloh, Komandan Pasmar 2, dengan didampingi Danyon 2 Kapa Mar, serta beberapa perwira staf yaitu Pabanda Multilateral Ban V Straops dan Diplomasi Sopsal, Pabandya Bintikpros Sops Kormar dan Pasiops Yon 2 Roket Mar.
Kegiatan yang mengusung tema “Stronger Together" ini diikuti sejumlah negara sahabat dari 32 negara di kawasan Indo-Pasifik. Selain mengikuti kegiatan peningkatan capacity and capabilty building melalui panel diskusi, delegasi TNI AL juga melaksanakan kegiatan Key Leaders Engagement (KLE) dengan para Ketua Delegasi negara sahabat.
Ketua delagasi tersebut antara lain Komandan Philipine Marine Corps, I MEF (USMC), Royal Thai Marine, Chilean Marine Corps, ROKMC, Royal Netherlands Marine Corps, France Command region Asia-Pacific dan Japan Amphibious Rapid Deployment Brigade.
Baca Lainnya :
- Indonesia dan Brasil Serukan Solusi Damai dan Tata Kelola Global0
- Yuuk Tanam Jagung... Perkuat Ketahanan Pangan, Jaga Stabilitas Nasional0
- KTT BRICS di Rio de Janeiro, Presiden Prabowo Dapat Ucapan Khusus dari Presiden Brasil0
- Kapal Perang Singapura Masuki Indonesia, Kapal Rudal KRI Alamang-644 Awasi Ketat0
- Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS di Rio de Janiero, Momen Bersejarah0
Melalui pertemuan bilateral tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutual trust antara para pemimpin pasukan amfibi dalam mewujudkan keamanan dan kemakmuran di wilayah Indo-Pasifik.
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali selaku Kepala Staf Angkatan Laut menyampaikan bahwa kekuatan pasukan amfibi merupakan kekuatan besar yang memiliki pengaruh kuat dalam menentukan keberhasilan operasi.
Kegiatan PALS merupakan forum yang sangat baik bagi para pemimpin pasukan amfibi untuk saling bertemu dan berdiskusi tentang tantangan dan peluang yang terjadi pada era saat ini serta menyamakan visi dalam menjaga perdamaian dunia.
Pembangunan kekuatan personel melalui kegiatan diplomasi TNI AL merupakan implementasi dari kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk membentuk kemampuan kapabilitas SDM TNI AL dan meningkatan confidence building dalam pergaulan internasional guna mewujudkan prajurit yang profesional, modern, dan tangguh. (Arry/Oryza)











