- Navy Fair 2026 di Monas: Kopaska, Marinir hingga Dapur Lapangan Makan Gratis Dipadati Pengunjung
- Komisi V DPR RI Cek Kualitas Pelayanan dan Keamanan Pelabuhan Makassar
- Kasal Tinjau Kegiatan Kemaritiman di Tanjung Pinang, Marathon Layar Kasal Cup 2026 hingga Surya Bhaskara Jaya
- Ikan Bersertifikat KKP Dorong Peningkatan Ekspor ke Negara Tetangga
- Workshop Safety Training PT PELNI, Kemenhub Bekali Keselamatan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Syukuran 100 Tahun Perjalanan Gontor, Presiden Prabowo Cium Mushaf Al-Quran Gontor
- Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja
- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 100
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
PRAMARIN PROV. Banten Dilantik Hari ini, Siap jadi Mitra Pemerintah dan Menggali Potensi Pelayaran

Keterangan Gambar : Ketua DPD PRAMARIN BANTEN Khoirul Umam.Foto : dok.PRAMARIN

Foto: Dok.PRAMARIN
"Seperti kita ketahui saat ini kita bisa hitung per harinya lebih dari 150 kapal besar melintasi Selat Sunda. Dengan begitu banyak sekali potensi layanan bidang kemaritiman yang bisa kita maksimalkan."
Baca Lainnya :
- PRAMARIN Banten Gelar Pelantikan Pengurus Siap Kembalikan Kejayaan Maritim0
- Mafia Internasional Digulung TNI AL di Perairan Sebatik, 500 Ekstasi dan 1 Kg Sabu Disita0
- Tubrukan dengan Kapal Motor, KMP Mishima Dievakuasi ke Dermaga Pelabuhan Bajoe0
- Terendus, Mau Dibawa ke Kapal 31 Paket Ganja Plastik Hitam, Pelaku Dibekuk Prajurit Lanal Nabire0
- Serunya Bursa Pemilihan Ketua PWI DKI Jakarta, Kesit B Handoyo Menang Mutlak0
Menurutnya, kita tidak bisa mengabaikan potensi yang ada. Seperti kita ketahui juga bersama berdasarkan data yang ada, 80% kegiatan ekspor impor tercatat melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Selebihnya dilakukan melalui pelabuhan-pelabuhan di Provinsi Banten
Sejarah membuktikan bahwa pada abad ke-16 Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Pada saat itu, pelabuhan Banten menjadi pelabuhan internasional. Hal ini karena secara geografis, posisi Pelabuhan Banten strategis menghadap langsung ke jalur perdagangan yaitu Selat Sunda dan Laut Jawa. Bahkan Kesultanan Banten memainkan peran penting dalam aspek maritim,perdagangan, dan kebudayaan Indonesia. (Fat/Oryza)











