- Ladokgi TNI AL Peduli Kesehatan Lansia
- Setetes Darah untuk Kehidupan, Bakes Lanudal Jakarta di HUT ke-70 Penerbangan TNI AL
- Atraksi Budaya Nusantara Tim KJK 2026 di KRI Bima Suci Memukau Pejabat di Busan Korea Selatan
- 6 Pati TNI AL Berganti Jabatan
- Hari Lingkungan Hidup, PELNI Gelar Penghijauan dan Daur Ulang Limbah
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL Tiba di Busan, Bawa Misi Diplomasi Maritim Indonesia
- KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
- KKP Sergap Kapal Asing MV Silver Island, Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
- Jelang Libur Sekolah 2026 Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate
- Amanah Jabatan dan Rasa Malu
Prajurit Cedera Serius, Heli Phanter Wing Udara 2 Evakuasi Medis di KRI Wahidin Sudirohusodo

Keterangan Gambar : Helikopter AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda mengevakuasi pasien cedera dari rumah sakit TNI AL KRI dr. Wahidin Sudirohusodo menuju RSPAL dr. Ramelan, Surabaya, Kamis (17/7/2025). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: Kondisi darurat medis terjadi di tengah laut saat KRI dr. Wahidin Sudirohusodo sedang melaksanakan operasi. Seorang prajurit dikabarkan mengalami cedera serius dan memerlukan evakuasi medis udara dengan segera.
Helikopter AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda segera diterbangkan dari Pangkalan TNI AL Juanda menuju kapal rumah sakit TNI AL KRI dr. Wahidin Sudirohusodo pada Kamis (17/7/2025).
Baca Lainnya :
- KKP Cetak 1.991 Wisudawan Kompeten, Siap Bersaing di Dunia Kerja dan Wirausaha0
- TNI AL Kini Punya Tata Pamer Kendaraan Tempur Bawah Air Kopaska0
- Tim Pengendalian Inflasi Daerah NTT Sidak, Pelindo: Siap Bersinergi Melancarkan Logistik0
- Pelaku Usaha Urus Izin Pemanfaatan Pulau Kecil, KKP Jemput Bola0
- Kado HUT ke-12 IPC TPK Kinerja Semester I Meningkat 16,7 %0
Tidak butuh waktu lama, Helikopter yang dipiloti oleh dua penerbang muda TNI AL, Lettu Laut (P) Agil dan Lettu Laut (P/W) Michelle, helikopter Panther sukses mendarat di Dek Helipad KRI dr. Wahidin Sudirohusodo dan melakukan proses Evakuasi Medis Udara (EMU) terhadap personel yang mengalami cedera.
Selanjutnya, korban dibawa dengan cepat ke Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Skenario tersebut merupakan bagian dari latihan taktis yang disimulasikan sebagai bagian dari kesiapsiagaan unsur udara dan laut dalam menghadapi kondisi darurat di laut. Latihan ini menjadi bagian dari peningkatan kapabilitas operasi terpadu antara satuan udara dan kapal rumah sakit TNI AL.
Komandan Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal, Mayor Laut (P) Kuswoyo, menyampaikan bahwa latihan ini adalah bentuk profesionalisme dan kesiapsiagaan satuannya dalam mendukung misi-misi kemanusiaan TNI AL.
“Kami terus melatih kemampuan penerbang dan kru helikopter agar sigap dalam menjalankan misi EMU. Helikopter Panther memang dirancang tidak hanya untuk misi patroli dan antikapal selam, tapi juga fleksibel dalam mendukung operasi kemanusiaan seperti evakuasi medis,” jelas Mayor Kuswoyo.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menambahkan bahwa latihan ini juga menunjukkan sinergi antara kekuatan udara dan laut dalam mewujudkan kesiapan tempur dan tanggap darurat secara simultan.
“Latihan ini penting sebagai refleksi kesiapan kita menghadapi situasi nyata. KRI dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit terapung harus didukung oleh unsur udara yang mampu bergerak cepat dan presisi, dan hari ini kita melihat sinergi itu terwujud,” ujar Kolonel Adam.
Latihan ini, sambung dia, juga menjadi ajang evaluasi sistem komunikasi, koordinasi teknis pendaratan, serta prosedur medis awal yang dilaksanakan secara lintas satuan.
"Melalui kegiatan seperti ini, TNI AL membuktikan komitmennya untuk terus mengembangkan kemampuan operasional dan pelayanan kemanusiaan di medan laut," tandasnya. (Arry/Oryza)











