- Perkuat Diplomasi Maritim, Kasal Tinjau Exercise Orruda 2026 di Rusia
- KKP dan BP Batam Kawal Mutu Perikanan di Zona Perdagangan Bebas
- Pelaut Meninggal Dunia di Singapura, Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi ke Ahli Waris
- KKP Pamerkan Kampung Nelayan Merah Putih Lateng ke Delegasi ASEAN-ID Blue
- Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 Dimeriahkan Tokoh Lintas Generasi dan Negeri, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Siap Orasi Budaya
- Pelindo Regional 2 Banten Catat Tren Pertumbuhan Operasional Positif Sepanjang Semester I 2026
- Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Terima Bongkar Muat MV. MSC CARLA III
- KPK Suvervisi Tata Kelola BBM PELNI, Pastikan Transparansi dan Cegah Korupsi
- 3 Warga Sipil Jadi Korban Kekejian di Yahukimo, Koops TNI Habema Perkuat Pengamanan
- Kemenhub dan Pelindo Kerja Sama Modernisasi Layanan Kapal E-Pilotage Perairan Wajib Pandu
Hari Lingkungan Hidup, PELNI Gelar Penghijauan dan Daur Ulang Limbah

Keterangan Gambar : PELNI Gelar Penghijauan dan Daur Ulang Limbah dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Foto: PELNI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memperkuat komitmen keberlanjutan perusahaan melalui berbagai inisiatif pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui program penghijauan di sejumlah wilayah operasional perusahaan serta pengelolaan limbah operasional berbasis prinsip ekonomi sirkular.
Program penghijauan dilaksanakan di sejumlah wilayah operasional PELNI, di antaranya Ternate, Sampit, Parepare, dan Bima, dengan total lebih dari 200 bibit pohon yang dialokasikan untuk ditanam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi dampak perubahan iklim melalui peningkatan ruang terbuka hijau di sekitar wilayah operasional.
Baca Lainnya :
- Jelang Libur Sekolah 2026 Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate0
- Dermaga Penajam Direhabilitasi, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Berjalan Aman dan Optimal0
- PELNI Raih 7 Sertifikat ISO Terintegrasi, Perkuat Tata Kelola dan Keunggulan Operasional0
- Asyik.. PELNI Diskon Tiket Lagi, Sambut Liburan Sekolah 20260
- TTL Sambut Maiden Voyage MV WANTAI,Rutin Setiap Minggu,Perkuat Akses Surabaya-Tiongkok0
Selain penghijauan, PELNI juga menjalankan inisiatif pengelolaan limbah melalui daur ulang life jacket yang telah habis masa pakainya menjadi produk tas dan sepatu ramah lingkungan. Program ini merupakan bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi limbah operasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penciptaan produk yang memiliki manfaat ekonomi.
Melalui program tersebut, setiap produk yang dihasilkan sekitar 71 persen material hasil pemanfaatan limbah life jacket. Khusus untuk sepasang sepatu daur ulang, produk tersebut mampu memanfaatkan 227 gram material bekas, mencegah emisi karbon hingga 5,244 kilogram CO2-eq, serta menghemat penggunaan air hingga 755,56 liter dibandingkan proses produksi konvensional.
Libatkan Keluarga
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati mengatakan program ini juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Keluarga pengrajin turut memperoleh manfaat ekonomi dari proses pengolahan limbah tersebut.
Dari 44 persen pengrajin yang terlibat merupakan perempuan yang terdiri dari ibu rumah tangga dan anggota PKK. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut, PELNI menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan pelestarian lingkungan. Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan limbah yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Anik dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Pelaksanaan program penghijauan yang telah dilakukan juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di masing-masing daerah. Melalui sinergi tersebut, sambung Anik, PELNI bersama DLH mendorong upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan di wilayah sekitar operasional perusahaan.
“Keberlanjutan bukan hanya menjadi komitmen perusahaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kami kepada generasi mendatang. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami akan terus menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan nasional secara berkelanjutan,” tambah Anik.
Melalui berbagai kegiatan ini, PELNI berharap dapat memberikan manfaat ekologis yang berkelanjutan, mengurangi dampak limbah operasional, meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan, serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Sebagai catatan, PELNI adalah Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran yang saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan. (Arry/Mar)











