- Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia, Dunia Pers Indonesia Berduka
- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir: ASN Harus Pintar, Inovatif dan Taqwa

Keterangan Gambar : Plt) Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir .Foto : property of Indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri penerima beasiswa, harus mampu berinovasi. Tidak sekadar pintar secara akademik, mereka juga dituntut mampu menerapkannya dalam bidang pekerjaan masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan.
Hal ini ditekankan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir dalam kegiatan Scholarship Awardee Luncheon dan Pengantar Tugas Belajar bagi ASN Kemendagri Tahun 2024 yang digelar di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Baca Lainnya :
- Wakasal Hadiri The 12 TH International Maritime Defence Show FLeet 20240
- Top! Srikandi TNI AL Beri Pelatihan Forst dan TCC Training ke Tentara Asing0
- Genjot Kegiatan OKK, PWI Jaya Bakal Gelar Pelatihan In House0
- Satgas MTF TNI AL Raih Penghargaan Tertinggi United Nation Medal di Lebanon0
- Dubes Chili Kunjungi Kasal di Mabesal Cilangkap, Ini yang Dibicarakan0
"Ingat itu, bahwa bukan hanya sekadar menguasai ilmu tapi kembali memiliki kemampuan untuk berinovasi di dalam ruang lingkup pekerjaan masing-masing," tegas Tomsi Tohir.
Jenderal bintang tiga ini juga menekankan pentingnya mempelajari dan mengadopsi budaya kerja positif dari negara-negara maju yang menjadi tujuan tempat belajar. Budaya positif seperti etos kerja dan budaya antikorupsi, penting diserap dan diterapkan di Indonesia.
"Jadi kembali belajar pulang kembali membawa budaya yang tentunya budaya yang baik, etos kerja yang baik," ujar Tomsi.
Sebagai catatan, sebanyak 29 ASN Kemendagri dari berbagai unit kerja menerima Surat Keputusan (SK) Tugas Belajar untuk melanjutkan studi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. SK tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.
Dalam sambutannya Tomsi mengingatkan ASN, selain pintar, keberuntungan juga penting dalam meniti karier. Namun, keberuntungan yang dimaksud bukan melalui upaya manipulatif, melainkan amal baik dan sikap membantu orang lain. Karenanya Tomsi menekankan ASN penerima beasiswa senantiasa Taqwa dan menggantungkan harapan pada Tuhan Yang Maha Esa.
"Bahwa mereka yang akan diberikan reward yang banyak oleh Tuhan Yang Maha Esa, adalah mereka yang sehari-harinya membantu orang lain yang paling banyak. Jadi, bersifatlah selalu membantu orang lain. Jangan bersifat iri dengan orang lain," pesan Tomsi.
ASN penerima beasiswa ketika kembali ke tanah air diharapkan tidak hanya membawa pengetahuan baru, melainkan juga membawa semangat untuk menjadi agen perubahan. Ia mendorong ASN penerima beasiswa selalu mencari ilmu dan berusaha melakukan perubahan positif. "Belajarlah untuk bisa melakukan perubahan itu, carilah ilmu untuk itu," tandas Tomsi. (Arry/Oryza)











