- Lampung dan Banten Diguyur Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
- Gunung Anak Krakatau Erupsi Muntahkan Lava Pijar, Warga Pesisir Banten Panik
- Keren, Formasi Laut Kapal Perang TNI AL dan Maritim Amerika di Laut Banten
- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem
- Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal Laut hingga Pesawat
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?
- KKP - ISI Yogyakarta Kembangkan Harta Karun BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni
- Navy Brotherhood, Kapal Perang TNI AL dan Tentera Malaysia Jaga Selat Malaka
- Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi Pengguna Jasa
- Podcast PWI CHANNEL Resmi Diluncurkan, Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana
Petilasan Sunan Geseng Murid Sunan Kalijaga. Mengapa dikatakan Geseng?

Keterangan Gambar : Ruang tempat Sunan Geseng bezikir dan bersemedi 5 abad yg lalu di sebelahnya dengan batu yg kokoh sampai sekarang.
Indonesiamaritimenews.com ( IMN), JATENG: Bila Anda berjalan dari jalan raya arah Purworejo ke Yogyakarta daerah Bagelen perbatasan Jawa tengah Yogyakarta masuk kedalam sekitar 1 kilo meter akan menemukan petilasan atau tempat Sunan Geseng bertapa dan berdzikir di Dusun Gatep, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo .
Petilasan itu hingga kini masih dijaga dan dilestarikan. Selain sebagai penanda keberadaan Sunan Geseng yang berasal dari Purworejo, petilasan yang terletak di ujung bukit desa setempat itu juga dijadikan tempat ziarah dan berdoa.
Keberadaannya tak jauh dari Masjid Sunan Geseng terletak di Dusun Kauman Barat, RT 02/ RW 06, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen. Keberadaan masjid tersebut masih ada kaitannya dengan petilasan Sunan Geseng yang terletak sekitar 3 km ke arah timur dari masjid Sunan Geseng. Masjid ini berdiri sebagai hadiah Sunan Geseng Menyebarkan agama Islam di daerah ini.
Baca Lainnya :
- Masjid Sunan Geseng Berdiri Kokoh dan Unik Menambah Rindu Bulan Ramadhan0
- Dievakuasi dari Ukraina, 80 WNI Disambut Menlu Retno Marsudi dan Wamenhan0
- Kepala Staf TNI Angkatan Laut ( KSAL) Laksama TNI Yudo Margono Sebut Perang Rusia dan Ukraina tidak0
- Angelina Sondakh: Terima Kasih Allah Sudah Menampar Saya... 0
- Bebas dari Penjara, Angelina Sondakh Nangis Minta Maaf Kepada Seluruh Rakyat0
Juru kunci petilasan Sunan Geseng, Mbah Budiono (63) menceritakan bahwa Sunan Geseng yang memiliki nama asli Raden Mas Cakrajaya atau Cokrojoyo adalah murid Sunan Kalijaga. Sebutan Sunan Geseng diberikan Sunan Kalijaga kepada Cokrojoyo karena begitu setia terhadap perintahnya.

Ruang tempat Sunan Geseng bezikir dan bersemedi 5 abad yg lalu di sebelahnya dengan batu yg kokoh sampai sekarang. Foto: indonesiamaritimenews.com/ Arsad Jateng
Raden Mas Cokrojoyo sendiri adalah anak dari Pangeran Semono yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya. Meski keturunan bangsawan, namun Cokrojoyo lebih memilih hidup sederhana dan berbaur dengan rakyat biasa.
" Menurut cerita turun temurun yang kami terima dan kami percaya, memang kisahnya seperti itu. Meski dari keturunan bangsawan namun beliau lebih memilih hidup biasa bersama masyarakat umum, " ungkap Mbah Budiono.
Nama Sunan Geseng, lanjut Mbah Budiono, "Juga diberikan oleh Sunan Kalijogo yang merupakan guru dari Sunan Geseng itu sendiri. Raden mas Cokrojoyo adalah murid yg patuh, saat menuntut ilmu agama di perintah oleh sunan Kalijogo utk berzikir bersemedih bertahun - tahun dibukit hutan Bagelen. Sampai hutan itu terbakar dan Raden mas Cokrojoyo ada di dalam hutan itu. Pada saat di cari Sunan Kalijogo beliau di temukan masih hidup. Sebagian badannya terbakar. Maka Sunan Kalijogo memberi nama Sunan Geseng ( gosong ),"kata Mbah Budiono menjelaskan rinci.
Pada saat bulan Ramadhan atau hari besar Islam tempat ini ramai dikunjungi jamaah dari luar daerah ke Masjid Sunan Geseng itikaf beribadah dan berdoa dan juga ramai mendatangi petilasan Sunan Geseng. ( Arsad Jateng/Oriz)











