- Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Dinamis Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025, Logistik Kalbar Menggeliat
- IPC TPK Implementasi ESG Utamakan Keselamatan Kerja, TKBM Dilatih K3
- IPC TPK Palembang Melejit Saat Perdagangan Global Lesu, Tumbuh 6,15% Sepanjang 2025
- Cek Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Ditjen Hubla Uji Petik di Labuan Bajo
- Integrated Planning & Control IPC TPK Tingkatkan Efektivitas Operasional Pelabuhan Panjang
- 10 Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan, Kasi Basarnas Makassar Sujud Syukur
- Jenazah Pegawai KKP Deden Maulana, Korban Pesawat ATR 42-500 Sudah Teridentifikasi
- Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter Gunung Bulusaraung
- 3 Karyawan KKP Jadi Penumpang Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Menteri Trenggono: Kami Sedih
- Kodaeral V Hadiri 700 Air Defence Run di Surabaya, Olahraga Terpadu dan Jaga Soliditas
Nataru 2025-2026 Lintasan Telaga Punggur-Tanjung Uban Diprediksi Naik 15%, Ini Kesiapan ASDP

Keterangan Gambar : Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat operasional pada salah satu lintasan tersibuk di Provinsi Riau, yaitu Telaga Punggur–Tanjung Uban. Foto: ASDP
Indonesiamaritimenews.com (IMN): JAKARTA: Mobilisasi pada lintasan Telaga Punggur–Tanjung Uban di Provinsi Riau pada libur Nataru 2025/2026, diproyeksikan meningkat hingga 15%. Jumlahnya mencapai 101.110 penumpang dan 32.307 kendaraan, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat operasional pada salah satu lintasan tersibuk di Provinsi Riau, yaitu Telaga Punggur–Tanjung Uban.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peningkatan permintaan perjalanan harus diimbangi dengan kesiapan operasional di seluruh area layanan. “Riau merupakan salah satu wilayah dengan mobilitas tinggi. Fokus kami adalah memastikan penyeberangan yang aman, lancar, dan nyaman melalui kesiapan armada, pengaturan operasi, dan dukungan digital yang terintegrasi,” ujar Heru Dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).
Baca Lainnya :
- Perkuat Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Kukuhkan 72 Orang Marine Inspector0
- Menhub Tegaskan Komitmen Indonesia Dorong Sektor Maritim Global Aman dan Inklusif0
- Jelang Libur Nataru 2025-2026 Tiket KA Mulai Diburu, PT KAI Imbau Rencanakan Perjalanan Lebih Awal0
- Jelang Nataru 2025-2026, ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Strategis Jawa-Bali-Lombok0
- Jelang Libur Nataru 2025-2026, Danantara Tinjau Fasilitas KM Kelud, Apresiasi PELNI0
Dari sisi operasional, General Manager ASDP Cabang Batam, Andri Setiawan, menjelaskan bahwa berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk menghadapi puncak kepadatan, baik di Telaga Punggur maupun Tanjung Uban.
Beragam langkah tersebut mencakup skrining kendaraan di gerbang utama, prioritas kendaraan kecil dan roda dua, penambahan loket dan pop-up counter, serta pengusulan penyesuaian pola operasi dan penambahan hingga 3 trip pada hari-hari dengan proyeksi kendaraan tertinggi.
“Dalam kondisi normal, operasional dilakukan sebanyak 13 trip menggunakan KMP Barau dan KMP Tanjung Burang. Pada hari padat, tambahan trip ini penting untuk mengurangi hambatan dan mempercepat arus kendaraan,” jelas Andri. ASDP juga menyiagakan berbagai fasilitas pendukung, seperti ambulance, damkar, rubber boat, tug boat, serta layanan tiket online Ferizy.
Andri menambahkan, bahwa belum lama ini ASDP meningkatkan pelayanan di Telaga Punggur dengan meluncurkan virtual customer service bernama Hay!Dara. Melalui layanan dengan akses 24 jam ini, pengguna jasa dapat terhubung langsung dengan agen pusat layanan melalui panggilan video (video call), sehingga penyampaian informasi, penanganan keluhan, dan berbagai kebutuhan bantuan lainnya dapat dilakukan secara lebih cepat, mudah, dan efisien.
Penguatan Perintis
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi sebelumnya mengungkapkan kan bahwa kesiapan layanan penyeberangan memiliki dampak langsung terhadap konektivitas masyarakat, terutama di wilayah kepulauan. “Penguatan layanan dan penggunaan kapal modern memberikan kepastian waktu tempuh, kenyamanan, dan keselamatan yang jauh lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari misi memperluas akses transportasi laut, ASDP juga mengoperasikan kapal perintis KMP Bahtera Nusantara 01 untuk melayani rute panjang Tanjung Uban–Letung–Matak–Midai–Sedanau–Penagi–Subi–Serasan–Sintete. Layanan perintis ini merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan mobilitas yang inklusif bagi masyarakat kepulauan.
Sementara, Dudy menjabarkan dampak positif hadirnya rute baru ini, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan lebih panjang dan kurang aman menggunakan kapal tradisional. Kini, rute Tanjung Uban–Letung sejauh 283 km dapat ditempuh sekitar 15 jam, sementara Letung–Matak sekitar 5 jam. Mengandalkan kapal berkapasitas 1.500 GT ini, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terjamin.
KMP Bahtera Nusantara 01 mampu mengangkut hingga 296 penumpang dan 26 unit kendaraan, sehingga menjadi tulang punggung mobilitas baru yang diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan rangkaian kesiapan operasional, dukungan armada, serta koordinasi intensif bersama TNI/Polri, KSOP, BPTD, GAPASDAP, INFA, dan BMKG, ASDP memastikan seluruh aspek layanan siap mendukung kelancaran periode Nataru 2025. ASDP berharap setiap pengguna jasa dapat menikmati penyeberangan yang aman, nyaman, dan berkesan selama musim libur akhir tahun.
Dirut ASP Heru Widodo menandaskan, pihaknya berupaya menyediakan akses transportasi yang adil, tidak hanya di pusat pertumbuhan ekonomi tetapi juga di daerah terpencil yang sangat membutuhkan konektivitas untuk berkembang. (Arry/Mar)











