- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Perbatasan Lebanon Memanas, Satgas MTF TNI Konga dan Kedubes Gelar Latihan Kontijensi

Keterangan Gambar : Satgas MTF TNI Konga bersama Kebubes RI di Lebanon menggelar latihan kontijensi menyusul makin memanasnya konflik antara Israel dan Palestina. Latihan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Dalam tiga pekan terakhir sejak pecahnya konflik bersenjata antara Israel dan Hamas, wilayah Lebanon turut memanas. Situasi ini menyusul saling serang antara kelompok perlawanan Lebanon dengan Israel di perbatasan.
Siaga dan waspada terhadap peningkatan eskalasi konflik tersebut, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N UNIFIL menggelar latihan kontijensi di Dermaga Beirut. Latihan digelar selama tiga hari mulai 1 November hingga 3 November 2023.
Baca Lainnya :
- Menjaring Bibit Atlet Berbakat, Kolinlamil Gelar Turnamen Bola Voli0
- Wisuda Magister Studi Strategi Operasi Laut Seskoal, Ini Pesan Kasal0
- Jalesveva Jayamahe! 214 Hari Keliling Dunia KRI Bima Suci Pulang Kampung ke Surabaya0
- Ini Perjalanan Karier Cemerlang Laksdya Erwin Aldedharma, Wakasal Baru0
- Di Tengah Latihan Perang, Puspomal Gelar Bakti Sosial dan Nobar Layar Tancap0
Latihan tersebut juga diikuti Dubes LBBP RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari, bersama Staf KBRI dan WNI bertempat di Dermaga Beirut, Lebanon.
Latihan ini bertujuan untuk menguji Rencana Kontijensi yang telah disusun, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi di Lebanon. Termasuk bila konflik eskalasinya terus naik dan terjadi peningkatan status dari Red Alert menjadi Black Alert berdasarkan keputusan Head of Mission/ Force Commander (HoM/FC) UNIFIL.
Materi latihan antara lain pertahanan pangkalan, pertahanan udara, lawan sabotase bawah air, pengaturan marshalling area, embarkasi-debarkasi, evakuasi jalur udara, perlindungan WNI, dan force protection.
“Apabila situasi memburuk dan perintah penarikan mundur atau withdraw diberikan, maka evakuasi melalui jalur laut ke Cyprus menjadi opsi ketika Bandara Rafic Hariri tidak dapat dioperasionalkan dan jalur darat dinyatakan tidak aman," ungkap Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/11/2023).
"Sejauh ini terdapat 222 WNI dan 1.229 Kontingan Garuda UNIFIL di Lebanon”, sambung dia.
Lebih lanjut Dansatgas menjelaskan, sesuai penekanan terakhir dari HoM/FC, Major General Aroldo Lazaro Saenz, pasukan perdamaian UNIFIL tetap pada posisi dan on task.
Satgas MTF TNI terus bekerja siang dan malam melaksanakan tugas yang dimandatkan PBB. Termasuk dalam membangun gambaran situasi taktis udara dan permukaan sebagai dasar HoM/FC dalam pengambilan keputusan, dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menurunkan tensi dan menghentikan konflik di Area of Responsibility.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit Jalasena yang tengah melaksanakan misi perdamaian dunia untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan ke depan. Dalam hal ini waspada terhadap eskalasi dan kemungkinan adanya serangan ataupun dampak serangan dari bagian-bagian yang bertikai. (ARRY/Oryza)











