- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
- Pray for NTT, Helikopter Wing Udara 2 Puspenerbal Antar Bantuan Logistik Menembus Daerah Terisolir
- Ambon Manise.. Serunya Lomba 17-an Prajurit dan Keluarga Kodaeral IX
- Cegah Kecelakaan Kerja Berbasis Risiko, Kemnaker Perkuat Peran Balai K3
- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT
- Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat
Penyelundupan Pekerja Migran dan Satwa Langka Digagalkan KRI Karotang-872 di Selat Malaka

Keterangan Gambar : Prajurit KRI Karotang-872 menggagalkan upaya penyelundupan 12 pekerja migran ilegal dan sejumlah satwa langka di Perairan Selat Malaka. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Upaya penyelundupan 10 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural, 2 WNA Bangladesh, dan satwa yang dilindungi digagalkan prajurit KRI Karotang-872 di Perairan Selat Malaka.
Penangkpan bermula saat KRI Karotang-872 yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Fa'iq Mumtaz Muhammad, melaksanakan patroli di sekitar Perairan Selat Malaka, Minggu (2/3/2025). Tak berselang lama, melintas sebuah kapal yang mencurigakan.
Baca Lainnya :
- Jakarta dan Bekasi Banjir Bandang, Prajurit Petarung TNI AL Bopong Bayi, Evakuasi Warga dari Atap Ru0
- Tersedia Ikan 1,06 Juta Ton, KKP Siapkan Strategi Amankan Ikan Ramadan & Lebaran0
- Dongkrak Kinerja Operasional, Tekan Port Stay, Ini Strategi PTP Nonpetikemas Tangani CPO0
- Mudik Lebaran 2025 PELNI Beri Kemudahan Tanpa Antre, Buruan Check In Digital..0
- Gelar Program Youth Digipreneur, Terminal Teluk Lamong Cetak Pengusaha Muda0
Prajurit Karorang-872 kemudian menghentikan kapal tersebut dan melakukan pemeriksaan. Kapal tersebut ternyata membawa 10 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural, 2 WNA Bangladesh.
Selain membawa pekerja migran, kapal tersebut juga membawa beberapa satwa yang dilindungi antara lain 4 ekor musang putih, 3 ekor monyet, 12 ekor siamang dan 7 ekor kuskus. Hewan-hewan tersebut dibawa dari Tanjung Balai Asahan menuju ke Malaysia.
Selanjutnya kapal motor tanpa nama beserta PMI ilegal dan muatan dikawal menuju lalu diserahkan ke Lanal Tanjung Balai Asahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespon cepat informasi yang diterima, serta menindak segala bentuk tindak ilegal di wilayah Perairan Indonesia. (Bow/Oryza)











