- Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
- Bantu Pelindo Cegah Macet di Priok, Pemprov DKI Pinjamkan Lahan Parkir Truk Kontainer 5 Hektare
- Dilepas Kasal, Wamendag, Wamen UMKM: KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet ASEAN Keliling 8 Negara
- PM Takaichi: Jepang-Indonesia Siap Perkuat Ekonomi, Maritim dan
- Wakasal Pimpin Deck Reception Taruna AAL dan ASEAN Plus Cadet Sail di Geladak KRI Bima Suci
- Gala Premiere The Hostages Hero, Kisah Nyata Heroisme Prajurit TNI AL
- Disambut Kodaeral III, 3 Kapal Perang Rusia Merapat di Tanjung Priok, Ada Apa ?
- Arus Balik Lebaran Melonjak, Sehari PELNI Layani 27 Ribu Penumpang
- Serunya HBH PWI Jaya, Potluck 50 Menu dari Bakso, Lupis, Pempek hingga Pisang Rebus Bikin Ngiler
- Geliat Angkutan Lebaran, 147,55 Juta Orang Lakukan Perjalanan, Lebih Separuh dari Jumlah Penduduk
Pelindo Dukung Penuh Tindakan Tegas Pemusnahan Pakaian Bekas Ilegal

Keterangan Gambar : Direktur Strategi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Drajat Sulistyo (kanan) memberi dukungan penuh penindakan hukum terhadap perdagangan dan impor pakaian bekas ilegal. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung penuh terhadap langkah tegas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama TNI Angkatan Laut dalam memusnahkan pakaian bekas impor ilegal yang digelar hari ini, Kamis (14/8/2025).
Aksi tegas ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk melindungi perekonomian nasional, industri tekstil dalam negeri, dan kesehatan masyarakat.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, mengatakan penindakan ini merupakan pengejawantahan Asta Cita dalam mewujudkan penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan.
Baca Lainnya :
- 80 Karung Timah Nyaris Diselundupkan ke Luar Negeri, Digagalkan Lantamal Babel0
- Mutasi Jabatan Strategis di Polri: Wakapolri, 7 Kapolda, Kabareskrim Diganti, ini Daftar Namanya0
- 2 Kapal Bawa Skincare dan Obat Ayam dari Filipina Disergap Tim SFQR TNI AL di Sangihe0
- 5 Ton Pasir Timah Nyaris Diselundupkan ke Malaysia, Digagalkan Prajurit TNI AL di Pantai Jambosak0
- Ratusan Ikan Tuna Mau Diselundupkan ke Timor Leste, Digagalkan Prajurit TNI AL0
Tindakan ini juga sekaligus bagian dari upaya berkelanjutan Satgas Pemberantasan Penyelundupan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan penindakan tersebut merupakan buah dari koordinasi erat antarinstansi.
“Sinergi Bea Cukai dengan TNI AL dalam operasi ini adalah bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memberikan hasil nyata dalam menjaga kedaulatan negara dari ancaman penyelundupan. Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat,” ujar Djaka.
Jaga Pelabuhan
Sementara itu, Direktur Strategi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Drajat Sulistyo, menegaskan bahwa Pelindo berkomitmen menjaga pelabuhan sebagai gerbang logistik yang aman dan bersih dari praktik penyelundupan.
"Pelabuhan adalah simpul vital rantai pasok nasional. Kami tidak ingin ada celah sedikit pun yang dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal yang merugikan negara dan masyarakat. Pelindo selalu siap bekerja sama erat dengan Bea Cukai, TNI AL, dan aparat terkait untuk memperketat pengawasan di seluruh pelabuhan yang kami kelola," ujar Drajat.
Drajat menambahkan, perdagangan pakaian bekas ilegal bukan hanya merugikan industri dalam negeri, tetapi juga membawa risiko kesehatan karena tidak terjamin higienitasnya. Oleh karena itu, Pelindo terus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mendeteksi dan mencegah masuknya barang-barang terlarang.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses bongkar muat barang di pelabuhan berjalan sesuai aturan. Pengawasan berlapis dan teknologi pemantauan akan terus kami tingkatkan, demi menciptakan ekosistem pelabuhan yang aman, tertib, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tandas Drajat.
Pelindo mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, untuk bersama-sama mematuhi ketentuan perdagangan dan impor yang berlaku. Edukasi dan sosialisasi juga akan terus dilakukan agar kesadaran hukum di kalangan pengguna jasa pelabuhan semakin meningkat. (Arry/Oryza)











