- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand
- Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta
PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan

Keterangan Gambar : PT Terminal Teluk Lamong berkerja sama dengan Pusat Riset Ekologi BRIN menggelar Pelatihan Pengayaan Diversitas Tumbuhan di Kawasan Ruang Terbuka Hijau. Foto: PT TTL
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Terminal Teluk Lamong berkerja sama dengan Pusat Riset Ekologi BRIN menggelar Pelatihan Pengayaan Diversitas Tumbuhan di Kawasan Ruang Terbuka Hijau. Kegiatan ini sebagai strategi dekarbonisasi untuk mendukung implementasi green port di kawasan Terminal Teluk Lamong.
“Pelatihan ini menjadi langkah awal dari komitmen besar PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya diversitas tumbuhan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung konservasi keanekaragaman hayati” jelas Syaiful Anam, Sekretaris Perusahaan PT TTL.
Pelatihan pengayaan diversitas tumbuhan ini diselenggarakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2026 yang diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari tim ESG dan garderner dari seluruh TPK yakni TPK Lamong, TPK Nilam dan TPK Berlian.
Kegiatan ini memiliki fungsi penting bagi gardener, sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi dalam pengelolaan kawasan hijau dilingkungan. Tidak hanya berfokus pada perawatan rutin tanaman, pelatihan ini diarahkan untuk membentuk gardener yang memiliki pemahaman lebih luas mengenai cara menghitung Carbon stock (C-stock) dan menyusun model ruang terbuka hijau di kawasan RTH Terminal Teluk Lamong.
Hari pertama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi dasar dan praktis yang mencakup pembibitan tanaman, proses aklimatisasi, morfologi tumbuhan, serta penataan lanskap.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik budidaya dan pengelolaan tanaman secara berkelanjutan” ujar Sugeng Budiharta, peneliti BRIN.
Hari kedua, peserta melakukan kunjungan edukatif ke Kebun Raya Purwodadi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari teknik pembibitan tanaman, perawatan tanaman hingga metode monitoring tanaman.
Salah satu peserta pelatihan, Melkisedek menyatakan antusiasmenya tehadap kegiatan ini, “Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan ruang terbuka hijau berbasis biodiversitas. Kami juga dibekali pemahaman pemanfaatan daun sebagai bahan pembuatan pupuk kompos ramah lingkungan. Harapannya semua ini dapat langsung diimplementasikan dilingkungan Terminal” papar Melkisedek.
Baca Lainnya :
- IPC TPK Panjang Lampung Dorong Efisiensi Ekspor Melalui Sinergi Layanan Depo Petikemas0
- Terminal Teluk Lamong Luncurkan Green House Titik Hijau, Terima Tanaman Langka dari Kebun Raya Purwodadi0
- Perkuat Bisnis Komersial, PELNI Angkut Perdana 55 Ribu Ton Batubara0
- PELNI Sukses Layani Keagenan Kapal Pesiar MV Odyssey Berbendera Bahamas0
- KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo & Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional0
Melalui pelatihan ini, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya mewujudkan kawasan pelabuhan yang hijau dan berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Ke depan, hasil pelatihan ini diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh kawasan terminal petikemas dibawah naungan PT TTL, sehingga mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang sehat, produktif, dan berkontribusi nyata terhadap upaya dekarbonisasi nasional. (Arry/Oryza)











