- Seminar Nasional HPN 2026: Peran Strategis Pelabuhan Banten dalam Sistem Logistik Nasional
- Seminar Nasiona HPN 2026: Pelabuhan Ciwandan Simpul Logistik Berdampak Nyata Bagi Masyarakat Banten
- Seminar Nasional HPN 2026 Membangun Infrastruktur Pelabuhan Ciwandan Go Internasional untuk Banten
- Bantu Petambak Garam Genjot Produksi, KKP Terapkan Teknologi SWSO
- Presiden Prabowo dan PM Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama
- Baharkam Polri dan Prancis Jajaki Kerja Sama Teknologi Alutsista Modern
- IPC TPK Dorong Budaya Sadar Keselamatan Warakas Nuansa K3 Nasional 2026
- Seminar Nasional HPN 2026: Bangun Infrastruktur, Transportasi dan Pelabuhan Ciwandan untuk Banten
- Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Dinamis Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025, Logistik Kalbar Menggeliat
- IPC TPK Implementasi ESG Utamakan Keselamatan Kerja, TKBM Dilatih K3
Operasi Kemanusiaan Bencana Banjir, TNI AL Kerahkan Kekuatan Besar, 6 Kapal Perang Diturunkan

Keterangan Gambar : TNI Angkatan Laut mengerahkan sejumlah unsur dan pasukan, antara lain 6 kapal perang untuk membantu penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI Angkatan Laut mengerahkan sejumlah unsur dan pasukan untuk membantu penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera.
Dalam siaran resmi TNI AL Jumat (28/11/2025) dijelaskan, langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons atas meningkatnya kebutuhan evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan medis di daerah terdampak.
Dalam operasi kemanusiaan ini, TNI AL mengerahkan berbagai unsur laut dan udara serta tenaga kesehatan meliputi Kapal Bantu Rumah Sakit KRI Soeharso-990, KRI Semarang-594 untuk mendukung pengiriman logistik, pergeseran pasukan, serta evakuasi korban.
Baca Lainnya :
- Bakti Prajurit Jalasena di Tengah Bencana0
- Percepatan Penanganan Bencana di Sumatera, Pemerintah Kirim 11 Helikopter0
- Aceh Diterjang Banjir dan Longsor, BNPB: 47 Orang Meninggal, 51 Hilang0
- Update Korban Banjir dan Longsor di Sumbar, 90 Orang Meninggal, 85 Hilang0
- Hujan Ekstrem di Sumbar, 13 Daerah Dilanda Banjir, 3.076 Rumah Terendam0
Kapal lainnya yaitu KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 yang siap membawa bantuan berupa bahan kontak, tenda lapangan, peralatan kesehatan dan perahu karet. Selain itu dikerahkan juga KRI Brawijaya-320.
Selain unsur kapal perang, TNI AL juga mengerahkan kekuatan udara yaitu 4 Helikopter onboard dari Puspenerbal, prajurit Kopaska yang siap membantu proses evakuasi, pembersihan area terdampak, pemberian bantuan langsung kepada masyarakat.
TNI AL juga mengerahkan Batalyon Kesehatan Marinir yang siap memberikan layanan medis, pendirian pos kesehatan lapangan, serta penanganan darurat bagi korban luka-luka.
Seluruh unsur tersebut akan diberangkatkan secepat mungkin pekan ini, untuk membantu korban terdampak bencana alam Sumut dan Sumbar. TNI AL melalui jajaran kewilayahan Kodaeral I Belawan dan Kodaeral II Padang juga telah melaksanakan Proses Evakuasi dan perbantuan terhadap korban di Sumut dan Sumbar.
Keberangkatan unsur-unsur ini menunjukkan kesigapan TNI AL dalam mendukung pemerintah dan masyarakat menghadapi bencana. Dengan hadirnya unsur laut, pasukan khusus, dan tenaga medis yang terlatih, diharapkan proses evakuasi dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat kemanusiaan, guna meringankan masyarakat terdampak bencana dan membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak.
Hal ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto kepada Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Arry/Mar)











