- Mantap! Lanal Lampung Panen Raya Padi di Pesawaran, Dukung Ketahanan Pangan
- Pelindo Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Sulsel, Target Rampung Juni 2026
- Penyebab Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek-KRL di Bekasi Timur, Menhub: Tunggu Hasil KNKT
- Tambak BUBK Kebumen Panen Lagi, Total Produksi 46 Ton Udang Vaname
- Kapal Motor Bawa 23 ABK Mati Mesin Terombang-ambing di Laut Halmahera, Dievakuasi KRI Teluk Parigi-539
- Dor! Speed Boat Bawa 14 Pekerja Ilegal Disergap TNI AL di Perairan Karimun, Tekong dan ABK Diamankan
- Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I Rampung, KKP Siapkan Satgas Operasional
- Ayo Daftar, KKP Bakal Rekrut 20 Ribu ABK ubtuk Program Modernisasi Kapal Perikanan
- Hadiah untuk Nelayan, Indonesia Ratifikasi Konvensi ILO 188 Lindungi Awak Kapal Perikanan
- KKP Gandeng Ancol Tingkatkan Kualitas Karbon Biru Pesisir Jakarta, Tanam Mangrove di Kamal Muara
Penyebab Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek-KRL di Bekasi Timur, Menhub: Tunggu Hasil KNKT

Keterangan Gambar : Gerbong KRL Commuter Line ringsek setelah ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk menunggu investasi KNKT terkait tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Komiye Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan memberikan hasil secara menyeluruh terkait penyebab terjadinya kecelakaan hingga rekomendasi keselamatan. KNKT masih melakukan proses investigasi terhadap kecelakaan pada Senin, 27 April 2026 lalu.
Baca Lainnya :
- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi0
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka0
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal0
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka0
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran0
"Proses investigasi KNKT dilakukan secara menyeluruh, objektif, dengan mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan, mempertimbangkan berbagai hal serta analisis komprehensif. Untuk itu, mari kita sama-sama hormati proses tersebut dan tunggu hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan," papar Menhub Dudy di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Sebelumnya, KNKT telah melakukan simulasi sistem persinyalan kereta api sebagai bagian dari investigasi pascainsiden kecelakaan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Simulasi persinyalan dilakukan untuk memahami kemungkinan penyebab teknis, khususnya terkait fungsi dan respons sistem persinyalan saat kejadian.
Hingga saat ini, proses-proses investigasi lainnya masih terus dilakukan KNKT. Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil investigasi guna meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian.
Seperti diketahui, tabrakan maut terjadi antara KK Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden ini menelan korban 106 orang penumpang KRL, 16 di antaranya meninggal dunia. Semua korban adalah perempuan karena gerbong 10 KRL yang ditabrak adalah gerbong khusus wanita. (Arry/Mar)











