- Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, Kapal Berbendera Tanzania Dikepung Tim BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri
- PELNI dan Pelindo Buka Posko Bersama di Tanjung Priok, Gratis Kirim Bantuan Bencana NTT
- Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
- Siap-Siap! Kemnaker Bakal Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch2
- Wapres Gibran Tinjau Pelabuhan Maumere, Pantau Dampak Gempa NTT
- Lewat Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik untuk Masyarakat NTT
- KM Tidar Bawa 41 Koli Barang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Meski Terdampak Gempa, Pelindo Tetap Gerak Cepat Bantu Warga Flores
- TNI AL Kerahkan 5 Kapal Perang, 2 Helikopter dan Ratusan Prajurit di Lokasi Gempa Bumi NTT
- The North Green Movement IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional
Update Korban Banjir dan Longsor di Sumbar, 90 Orang Meninggal, 85 Hilang

Keterangan Gambar : Banjir besar melanda wilayah Provinsi Sumatera Barat. Foto: Pemprov Sumbar
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Korban banjir dan longsor di Sumatera Barat sampai Sabtu (29/11/2025) berjumlah 90 orang meninggal dunia dan 85 hilang. Daerah yang terdampak bencana yaitu 16 kabupaten/kota.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan wilayah Sumatera Barat berangsur pulih dan cuaca mulai cerah.
"Untuk Padang meningkat, sekarang nomor dua yang meninggal dunia setelah Sumut korban jiwanya. Ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka," ungkap Suharyanto dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).
Baca Lainnya :
- Hujan Ekstrem di Sumbar, 13 Daerah Dilanda Banjir, 3.076 Rumah Terendam0
- Aceh Siaga Darurat, 14 Kabupaten Dilanda Banjir Bandang, Ratusan Warga Diperkirakan Tewas0
- Sumut Dikepung Banjir Parah, Deli Serdang dan Kota Medan Lumpuh, 32 Warga Meninggal0
- PELNI Gratiskan Angkutan Barang Bantuan Bencana ke Sumut dari Seluruh Indonesia, Ini Syaratnya0
- Pray for Sumatera, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 Dikerahkan ke Lokasi Bencana0
"Tambahan yang meninggal dunia baru dilaporkan hari ini itu ada tambahan di Kabupaten Agam," sambung Suharyanto.
Dijelaskan Suharyanto, dari 16 kabupaten/kota yang terdampak kini tinggal 6 kabupaten/kota yang masih perlu penanganan. Adapun 6 Kabupaten/Kota yang membutuhkan penanganan itu adalah:
1. Kabupaten Agam
2. Padang Pariaman
3. Solok
4. Kota Padang
5. Tanah Datar
6. Padang Panjang
Kabupaten Agam belakangan karena baru bisa ditembus.Tim Basarnas melakukan pencarian pertolongan dan baru diketahui di wilayah Agam banyak korban jiwa maupun yang hilang.
Sementara itu korban banjir di Sumbar yaitu:
- Kabupaten Agam: 74 meninggal dunia, 78 hilang
- Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang, 1 luka
- Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 3 luka
- Kota Padang: 5 meninggal
- Solok: 1 meninggal
- Tanah Datar 2 meninggal, 1 hilang, dan 4 luka.
Seperti diketahui, bencana hidrometeorologi terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah Provinsi Sumatera Barat. Hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang terjadi sejak 22 hingga 24 November 2025.
Dalam siaran resmi Pemprom Sumatera Barat diungkapkan, berdasarkan laporan BPBD kabupaten/kota yang dihimpun Pusdalops PB BPBD Sumbar pada Selasa (25/11/2025) pukul 03.00 WIB, bencana meliputi banjir, longsor, tanah ambles, dan pohon tumbang. (Arry/Mar)











