- Disandera Militer Israel, 9 WNI Ditendang, Dipukul, Disetrum
- 9 WNI Disandera Israel Akhirnya Dibebaskan, Menlu Sugiono: Pemerintah Mengecam Perlakuan Tidak Manusiawi
- Bagaimana Keterlambatan Kecil Menjelma Menjadi Pengeluaran Nasional?
- Diwisuda Kasal, 240 Perwira Remaja AAL Calon Pemimpin Masa Depan Siap Mengabdi
- Dibawa Naik Kapal Perang KRI Marlin-877 di Kepulauan Selayar, Bocah TK Kepingin Jadi Tentara
- Awal Triwulan II 2026, IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif
- PELNI Sabet CSR Award 2026: Sukses Berdayakan Warga Desa dan Dorong Ekonomi Masyarakat di Cianjur
- Perkuat Kerja Sama Maritim, Petinggi Angkatan Laut Singapura Temui Wakasal
- Jelang Iduladha 2026, Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Pastikan Hewan Kurban Sehat
- PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan
Momen Haru Presiden Prabowo Cium Balita Anak Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto mencium anak almarhum Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan, prajurit TNI yang gugur dalam menjalan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Foto: Setneg
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Suasana duka amat terasa di ruangan VIP Lounge Bandara Soetta tempat tiga jenazah prajurit TNI yang gugur di Lebanon disemayamkan, Sabtu (4/4/2026) malam. Presiden Prabowo datang menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Peti jenazah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon berjejer di ruang itu. Istri ketiga prajurit duduk di depan peti jenazah.
Lagu 'Gugur Bunga' yang terus berkumandang membuat suasana haru semakin kental terasa. Isak tangis terdengar di ruangan itu membuat sejumlah hadiri bahkan tamu VIP ikut menitikkan air mata.
Baca Lainnya :
- Pilu, Tangis Keluarga Memeluk Peti Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon0
- Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia0
- 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp1,8 Miliar dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa0
- HUT Ke-64 Pasukan Katak Donor Darah dan Bagikan Sembako ke Nelayan0
- Kapal Perang dan 480 Prajurit TNI AL Kawal Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang0
Sesaat setelah memasuki ruangan persemayaman, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin langsung menghampri satu persatu istri prajurit lalu menyampaikan duka cita mendalam. Pejabat lainnya yang ikut mendampingi yaitu Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden kemudian menyalami dan menguatkan istri Kopda (Anumerta) Farizal yang terus menangis. Kemudian Presiden memberikan penghormatan di depan peti jenazah.
Setelah itu Presiden menyalami istri Mayor Inf (Anumerta) Zulmi beserta ibunya yang duduk di dekat peti jenazah. Tampak Presiden berbincang cukup lama, mengucapkan duka cita dan menepuk-nepuk pundak istri almarhum. Selanjutnya Presiden memberi penghormatan.
Selanjutnya Presiden Prabowo menghampiri ibu dan istri Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan. Presiden mengusap-usap kepala anak almarhum yang dipangku sang ibu, tak lama kemudian mencium kepala balita tersebut. Kemudian Presiden memberi penghormatan di depan peti jenazah.
Setelah memberi penghormatan kepada ketiga jenazah, Presiden menyalami keluarga besar prajurit TNI yang gugur. Presiden sempat berdialog dengan mereka dan memberikan dukungan moril.
Setelah acara penghormatan terakhir, selanjutnya peti jenazah diangkat para prajurit menuju ambulans untuk diterbangkan ke daerah masing-masing. Jenazah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dibawa ke Bandung; jenazah Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan dibawa ke Magelang, Jateng; dan jenazah Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon dibawa ke Kulonprogo, Yogyakarta.
Gugur Dalam Tugas
Sepeti diketahui, tiga prajurit terbaik TNI gugur dalam misi perdamaian bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ketiga prajurit tersebut masing-masing: Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Ketiganya meninggal dunia di lokasi berbeda.
Kejadian pertama, Minggu malam (29/3/2026) serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Adchit al-Qusayr di Lebanon selatan. Serangan militer tersebut yang diduga dilakukan Israel mengakibatkan seorang personel TNI, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia.
Serangan kedua terjadi pada Senin (30/3) sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL hingga meggakibatkan dua anggota TNI gugur. Keduanya adalah, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Sebelum ketiga jenazah dipulangkan ke Indonesia, upacara penghormatan militer juga digelar oleh UNIFIL di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut, Kamis (2/4/2026) waktu setempat. Upacara dipimpin oleh Force Commander/Head of Mission UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara.
Upacara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, jajaran KBRI, perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) New York, unsur militer Lebanon, serta kontingen internasional. (Arry/Mar)











