- KM Inti Mariana VII Terbakar di Selat Sunda, TNI AL Evakuasi 28 Penumpang, 1 Tewas, 2 Hilang
- Kemenhub dan BRIN Dorong SBNP Lewat Smart Buoy, Tekan Risiko Kecelakaan Kapal
- Lonjakan Arus Barang Ramadan, IPC Terminal Petikemas, Optimalkan Fasilitas dan Layanan Terminal
- Presiden Trump Puji Presiden Prabowo Pemimpin Tangguh dan Dihormati Dunia: Saya Tidak Ingin Berhadap
- Pidato di Amerika: Presiden Prabowo Tegaskan Stabilitas, Kepastian Hukum, dan Reformasi SDM
- KRI Bung Tomo-357 Harumkan Indonesia di International Fleet Review Latma Milan 2026
- Pelindo Gandeng Perwira TNI AL Perkuat Jajaran Pandu Laut
- PTP Nonpetikemas Raih The Best Terminal HSSE Risk Control and Strengthening & Recognition 2025
- IPC TPK Dorong Kampung Kopi Salipayak Jokoh Jadi Destinasi Unggulan Sumatera Selatan
- IPC TPK Peringati Bulan K3 Nasional, Dorong Penerapan Defensive Driving di Lingkungan Pelabuhan
Manuver Kapal Perang TNI AL Unjuk Kebolehan di Operasi Amfibi Super Garuda Shield 2025

Keterangan Gambar : Kapal perang Indonesia, KRI John Lie-358, memainkan peran penting dalam pengamanan laut sekaligus mendukung manuver pendaratan amfibi bersama KRI Makassar-590, USS John Finn, dan JS Osumi. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KEPULAUAN RIAU: Latihan gabungan multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025 resmi berakhir pada 5 September 2025 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Salah satu puncak kegiatan adalah Amphibious Operations yang melibatkan unsur laut.
Adapun unsur laut yang terlibat yaitu dari Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan negara sahabat lainnya. Kapal perang Indonesia, KRI John Lie-358, memainkan peran penting dalam pengamanan laut sekaligus mendukung manuver pendaratan amfibi bersama KRI Makassar-590, USS John Finn, dan JS Osumi.
Dalam operasi tersebut, Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Nurlan selaku Pangkogasgabfib memimpin langsung jalannya pendaratan pasukan multinasional.
Baca Lainnya :
- Fregat Terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320 Tiba di Indonesia, Menhan: Kawal Kedaulatan NKRI0
- Latma Super Garuda Shiled 2025, Ini Peran Aktif Kapal Perang TNI AL0
- Kartika Jala Krida 2025, KRI Bima Suci dan KRI Semarang-594 Singgah di Brunei Darussalam0
- Tinjau Kesiapan Prajurit TNI AL di Lapangan, Kasal: Kebanggaan Rakyat Indonesia0
- Pasukan Elite Marinir TNI AL Unjuk Kekuatan Tempur di Yordania0
Rangkaian kegiatan dimulai dari peluncuran AAV Jepang, ranpur amfibi BMP-3F dan LVT-7 dari KRI Makassar-590, hingga penyerbuan oleh pasukan Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama United State Marine Corp (USMC), Republic of Korea Marine Corps (ROKMC), Netherlands Marine Corps (NLMC) dan Japan Ground Self Defense Force (JGSDF).
Serbuan berhasil menguasai seluruh sasaran strategis sebelum dilakukan re-embarkasi pasukan dan material ke kapal masing-masing. Kegiatan latihan gabungan multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025 sejak 29 Agustus yang diikuti oleh lebih dari 6.000 personel militer dari berbagai negara.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam membangun kekuatan TNI AL yang siap tempur untuk menghadang segala ancaman yang datang ke ibu pertiwi. (Arry/Oryza)











