- Tren Kunjungan Kapal dan Arus Petikemas Sebelum & Pasca Lebaran di Lingkungn IPC TPK, Pola Distribusi Logistik Berubah
- Ketegangan Geopolitik dan Ancaman El Nino, KKP Pastikan Stok Ikan Aman
- Mau Selundupkan 780 Kg Sisik Trenggiling, Kapal Vietnam Disergap Patroli TNI AL
- PELNI Sukses Layani 652 Ribu Penumpang Angkutan Lebaran 2026, Lampaui Target
- Momen Haru Presiden Prabowo Cium Balita Anak Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
- Hadapi Tantangan Industri Logistik, Pekerja TTL Ikuti Pelatihan CTO di Terminal Petikemas Berlian
- Pasca Gempa Bumi 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Kembali Beroperasi
- Pilu, Tangis Keluarga Memeluk Peti Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
- Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia
- 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp1,8 Miliar dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Manuver Kapal Perang TNI AL Unjuk Kebolehan di Operasi Amfibi Super Garuda Shield 2025

Keterangan Gambar : Kapal perang Indonesia, KRI John Lie-358, memainkan peran penting dalam pengamanan laut sekaligus mendukung manuver pendaratan amfibi bersama KRI Makassar-590, USS John Finn, dan JS Osumi. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KEPULAUAN RIAU: Latihan gabungan multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025 resmi berakhir pada 5 September 2025 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Salah satu puncak kegiatan adalah Amphibious Operations yang melibatkan unsur laut.
Adapun unsur laut yang terlibat yaitu dari Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan negara sahabat lainnya. Kapal perang Indonesia, KRI John Lie-358, memainkan peran penting dalam pengamanan laut sekaligus mendukung manuver pendaratan amfibi bersama KRI Makassar-590, USS John Finn, dan JS Osumi.
Dalam operasi tersebut, Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Nurlan selaku Pangkogasgabfib memimpin langsung jalannya pendaratan pasukan multinasional.
Baca Lainnya :
- Fregat Terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320 Tiba di Indonesia, Menhan: Kawal Kedaulatan NKRI0
- Latma Super Garuda Shiled 2025, Ini Peran Aktif Kapal Perang TNI AL0
- Kartika Jala Krida 2025, KRI Bima Suci dan KRI Semarang-594 Singgah di Brunei Darussalam0
- Tinjau Kesiapan Prajurit TNI AL di Lapangan, Kasal: Kebanggaan Rakyat Indonesia0
- Pasukan Elite Marinir TNI AL Unjuk Kekuatan Tempur di Yordania0
Rangkaian kegiatan dimulai dari peluncuran AAV Jepang, ranpur amfibi BMP-3F dan LVT-7 dari KRI Makassar-590, hingga penyerbuan oleh pasukan Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama United State Marine Corp (USMC), Republic of Korea Marine Corps (ROKMC), Netherlands Marine Corps (NLMC) dan Japan Ground Self Defense Force (JGSDF).
Serbuan berhasil menguasai seluruh sasaran strategis sebelum dilakukan re-embarkasi pasukan dan material ke kapal masing-masing. Kegiatan latihan gabungan multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025 sejak 29 Agustus yang diikuti oleh lebih dari 6.000 personel militer dari berbagai negara.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam membangun kekuatan TNI AL yang siap tempur untuk menghadang segala ancaman yang datang ke ibu pertiwi. (Arry/Oryza)











