- Update Gempa M 7,7 di NTT: Meninggal Dunia 103 Orang, 1.666 Luka-luka
- Komisi VIII DPR Tinjau KRI dr. Soeharso-990, Lihat Langsung Pengobatan Korban Gempa NTT
- KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Darurat Layani Korban Gempa Bumi NTT
- Sidak Malam, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Bio Solar dan Pertalite Lancar
- Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Angkut Genset, Beras hingga Rendang, Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Relawan Bakti BUMN Batch IX, Pelindo Semai Harapan di Langowan
- Forum ASEAN di Bangkok, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Perlindungan Pekerja
- KKP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT
- Pelindo Regional 2 dan BNN Jakut Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 13 Jakarta
- Cegah Karhutla, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
Fregat Terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320 Tiba di Indonesia, Menhan: Kawal Kedaulatan NKRI

Keterangan Gambar : KRI Brawijaya-320, gregat terbesar di Asia Tenggara tiba di Indonesia. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Setelah menempuh perlayaran selama 44 hari, KRI Brawijaya-320 yang dibeli dari Italia tiba di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/9/2025). Kedatangan kapal kebanggaan RI ini disambut oleh Menhan Sjafrie Sjamsoedin.
Kapal buatan perusahaan pertahanan Italia, Fincantieri, kemudian bersandar di Dermaga 107 Tanjung Priok disambut oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, didampingi Penglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dan pejabat tinggi lainnya.
Menhan dan rombongan kemudian masuk ke dalam KRI Brawijaya-320 meninjau bagian-bagian kapal. Acara seremonial penyambutan digelar di helly deck kapal.
Baca Lainnya :
- Latma Super Garuda Shiled 2025, Ini Peran Aktif Kapal Perang TNI AL0
- Kartika Jala Krida 2025, KRI Bima Suci dan KRI Semarang-594 Singgah di Brunei Darussalam0
- Tinjau Kesiapan Prajurit TNI AL di Lapangan, Kasal: Kebanggaan Rakyat Indonesia0
- Pasukan Elite Marinir TNI AL Unjuk Kekuatan Tempur di Yordania0
- Manuver KRI Sultan Iskandar Muda-367, Pimpin Miscex di Laut Mediterania0
Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie atas nama Presiden Pemimpin Tertinggi Tentara Nasional Indonesia, menyampaikan selamat datang. "Atas nama seluruh rakyat Indonesia, kita berbangga hati menerima KRI Brawijaya 320 sebagai bagian yangbtidak terpisahkan dari penguatan pembangunan kekuatan TNI yang kita sebagai perisai Trisula Nusantara," jelas Menhan.
Ia menambahkan, KRI Brawijaya-320 merupakan kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus memelihara kemampuan dan ketrampilan agar apa yang diharapkan rakyat Indonesia yaotu TNI bisa mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote.
Menhan juga berpesan kepada para personel untuk meningkatkan semangat dalam bertugas menjaga kawasan laut Indonesia. "Itulah harapan kita, semoga kita semua bisa bekerja sama dan terus bekerja dan sama-sama kita bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara, kesatuan Republik Indonesia," tegas Sjafrie.
KRI buatan negeri pizza ini memiliki panjang 143 M dan kecepatan maksimal 32 knot. Kapal yang dapat menampung 171 awak ini merupakan kapal fregat yang memiliki kemampuan peperangan anti udara atau anti air warfare (AAW) dengan desain yang menitikberatkan fleksibilitas, modularitas dan skalabilitas desain kapal.
Kemampuan tersebut memungkinkan kapal dikonfigurasi untuk memenuhi persyaratan teknis dan peran operasional untuk Angkatan Laut modern. KRI Brawijaya-320 juga dilengkapi sistem navigasi modern dan combat system terintegrasi untuk kontrol mencakup combat management system (CMS), sensor, senjata, komunikasi dan navigasi sistem yang terhubung melalui jaringan kecepatan data tinggi.
KRI Brawijaya-320 diresmikan oleh Kasal Laksamana Muhammad Ali di galangan kapal Fincantieri, Muggiano, Italia, pada 2 Juli 2025. Kasal juga mengukuhkan Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh sebagai komandan pertama kapal tersebut. KRI Brawijaya-320 adalah fregat terbesar di Asia Tenggara (Asteng). (Arry/Oryza)











