- UKW Angkatan ke-65, Wali Kota Jakpus dan Ketua PWI Jaya Tekankan Pentingnya Kompetensi Wartawan
- Pos TNI AL Muara Kubu dan Masyarakat Patroli Bersama, Awasi Sumber Daya Kelautan
- 9 WNI Korban Kekejaman Israel Tiba di Jakarta, Menlu Sugiono: Terimakasih Pemerintah Turki, Yordan dan Mesir
- Bikin Gemes, Murid-murid TK Hang Tuah Sorong Berseragam Kelasi Tinjau Kapal Perang KRI Bawal-875
- Surabaya Kota Pilihan Rangkaian Nasional Indonesia Coffee Expo 2026, Pengunjung Disuguhi Pengalaman Interaktif
- Kemenhub-Pemprov Papua Kembangkan Pelabuhan Korido, Perkuat Konektivitas 3TP dan Kedaulatan Maritim
- Inovasi Layanan Publik Pelindo Regional 2 Raih Digital Innovation Award 2026
- Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Sesuai Best Practice dan Berkualitas Ekspor
- Kapal Perang TNI AL dan Pakistan Navy Manuver di Laut Jawa, Kerahkan Pasukan Tempur
- Panen Raya Udang Kebumen 1 Hektar 40 Ton, Presiden Prabowo: Luar Biasa
9 WNI Korban Kekejaman Israel Tiba di Jakarta, Menlu Sugiono: Terimakasih Pemerintah Turki, Yordan dan Mesir

Keterangan Gambar : Menteri Luar Negeri, Sugiono menyambut kedatangan 9 WNI korban penculikan dan penangkapan militer Israel. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Sembilan WNI termasuk jurnalis yang menjadi relawan Global Sumud Flotilla 2026, Minggu (24/5/2026) sore tiba di Indonesia setelah sempat disandera dan disiksa militer Israel.
Kesembilan WNI menumpang pesawat Emirates dan mendarat di Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.50 WIB.
Ketibaan mereka disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, keluarga, aktivis Global Sumud serta para sahabat.
Mengenakan keffiyeh atau syal khas Palestina, 9 WNI tersebut tampak gembira dan haru disambut oleh para kerabat.
"Kita menerima kembali kedatangan saudara-saudara kita yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0, yang kita ketui tabggal 18 lalu diintersep dan ditahan oleh militer Israel,” kata Sugiono.
Baca Lainnya :
- Disandera Militer Israel, 9 WNI Ditendang, Dipukul, Disetrum0
- 9 WNI Disandera Israel Akhirnya Dibebaskan, Menlu Sugiono: Pemerintah Mengecam Perlakuan Tidak Manusiawi0
- PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia Oleh Israel0
- Lanal Tegal Tanam 10.000 Bibit Mangrove, Warga Pesisir Brebes Dibagikan Sembako 0
- Canangkan HUT Ke-499 Jakarta, Gubernur DKI Pramono Anung Deklarasi Gerakan Pilah Sampah0
"Berkat izin Tuhan Yang Maha Kuasa, kemudian upaya berkoordinasi, upaya-upaya negosiasi untuk mengembalikan saudara-saudara kita dan GSF 2.0 yang lain, Alhamdulillah sore hari ini sembilan saudara-saudara kita tersebut tiba dengan selamat di Tanah Air," ucap Menlu Sugiono.
Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerja sama, koordinasi semua pihak yang telah bekerja keras mengupayakan dilepaskannya 9 WNI tersebut.
Menlu juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas arahannya, kepada Ketua dan anggota Komisi I DPR, serta GSF 2.0. "Khusus ucapan terima kasih kepada pemerintahan Turki, Yordan dan Mesir yang juga telah membantu. Khususnya lebih khusus lagi kepada pemerintah Turki yang sudah membantu penjemputan saudara-saudara kita ini," ungkap Menlu Sugiono.
Menlu menegaskan, Indonesia kembali mengecam tindakan Israrl yang telah memperlakukan 9 WNI dan aktivis lainnya yang jelas-jelas telah melanggar hukum internasional. "Mereka adalah masyarakat sipil yang mengusahakan bantuan kepada saudara-saudaranya. Kami juga menyampaikan kecaman ini kepada Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei lalu," tegas Menlu.
Ia juga memberi apresiasi tinggi kepada para aktivis peserta Global Sumud Flotilla yang memperjuangkan nasib bangsa Palestina.
Seperti diketahui, 9 WNI termasuk 4 jurnalis bersama ratusan aktivis dari berbagai negara ditangkap dan disandera militer Israel selama 4 hari dan mengalami penyiksaan. Pasukan Israel mulai mencegat sejumlah kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Senin (18/5) lalu secara bertahap. Mereka adalah:
1. Herman Budianto Sudarson (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk.
Selama ditahan militer Israel, merela disiksa seperti ditendang, dipukul, disetrum serta dilecehkan. (Bow/Mar)











