- Momen Haru Presiden Prabowo Cium Balita Anak Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
- Hadapi Tantangan Industri Logistik, Pekerja TTL Ikuti Pelatihan CTO di Terminal Petikemas Berlian
- Pasca Gempa Bumi 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Kembali Beroperasi
- Pilu, Tangis Keluarga Memeluk Peti Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
- Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia
- 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp1,8 Miliar dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa
- HUT Ke-64 Pasukan Katak Donor Darah dan Bagikan Sembako ke Nelayan
- Kolaborasi Maritim Indonesia–Jepang, KSOP Patimban dan Yokohama City Teken MoU
- Kapal Perang dan 480 Prajurit TNI AL Kawal Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang
- Pengaturan Gate Pass di Tanjung Priok Terkoordinasi Lintas Sektoral, Arus Barang Lancar
Kunjungi Makassar New Port, Delegasi Maritim Belanda Puji Inovasi Pelindo

Keterangan Gambar : Tim Delegasi Sektor Maritim Misi Ekonomi Belanda mendapatkan paparan langsung terkait pengembangan dan fasilitas Makassar New Port. Foto: MNP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MAKASSAR: Delegasi Sektor Maritim Misi Ekonomi Belanda mengapresiasi kemajuan dan potensi strategis Makassar New Port (MNP) yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Hal itu terungkap saat Delegasi Kedutaan Besar Belanda yang dipimpin Director General Aviation and Maritime Affair, Brigit Gijbers, melakukan kunjungan ke Makassar New Port, Kamis (19/6/2025).
Baca Lainnya :
- Indonesia Pastikan Audit IMSAS 2025 Berjalan Transparan0
- Kapal Filipina Maling Ikan Diciduk KKP, Modus Tebar 21 Rumpon, Bahayakan Pelayaran0
- Ya Ampun.. Pulau Cantik di Kepri Nyaris Plontos Gegara Ditambang, Begini Langkah KKP0
- Jempol, Penyelam Konvensional PSDKP Potong Tali Rumpon Ilegal Asing Kedasar Laut 0
- Program Kampung Nelayan Merah Putih, KKP Kerahkan Ribuan Penyuluh Perikanan0
Dalam kunjungannya bersama Tim Delegasi Sektor Maritim Misi Ekonomi Belanda, Brigit Gijbers menyampaikan kekagumannya atas pembangunan dan transformasi pelabuhan yang dilakukan Pelindo di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dia menilai Makassar New Port tidak hanya menjadi infrastruktur kunci untuk logistik regional, namun juga memiliki potensi besar sebagai simpul konektivitas maritim nasional maupun internasional.
“Kami sangat terkesan dengan pengembangan Makassar New Port yang dilakukan oleh Pelindo. Ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia, khususnya melalui Pelindo, dalam meningkatkan efisiensi logistik, konektivitas maritim, dan pelayanan pelabuhan yang modern,” ujar Brigit Gijbers.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Delegasi Sektor Maritim Misi Ekonomi Belanda mendapatkan paparan langsung terkait pengembangan dan fasilitas Makassar New Port. Mereka juga melakukan site visit ke area dermaga dan melihat langsung Planning & Control Room yang terletak di Lantai 3 Kantor MNP.
SVP Operations Planning & Development Pelindo Terminal Petikemas, Ganesa Rigshady Soepraptoyo menyambut positif kunjungan ini sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis MNP dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kawasan Timur Indonesia. Dia menegaskan, Pelindo terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi internasional.
“Kunjungan Delegasi Sektor Maritim Belanda ini memperkuat semangat Pelindo untuk terus membangun pelabuhan kelas dunia khususnya di wilayah timur Indonesia. Kami percaya bahwa kerja sama internasional, akan mendorong akselerasi transformasi digital, keberlanjutan, serta peningkatan kualitas layanan di Makassar New Port,” ungkap Ganesa.
Sebelumnya pada Rabu (18/6/2025), Delegasi Sektor Maritim Belanda menghadiri Forum Bisnis dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar yang digelar di Hyatt Place Makassar.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian Misi Ekonomi Belanda ke Indonesia yang menitikberatkan pada kerja sama sektor maritim dan pelabuhan sebagai prioritas strategis bilateral.
Kunjungan ini diharapkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda semakin diperkuat melalui kerja sama konkret terutama di bidang kepelabuhanan, serta membuka jalan bagi investasi dan kolaborasi teknologi yang mendukung pertumbuhan ekonomi biru (blue economy). (Arry/Oryza)











