- Tren Kunjungan Kapal dan Arus Petikemas Sebelum & Pasca Lebaran di Lingkungn IPC TPK, Pola Distribusi Logistik Berubah
- Ketegangan Geopolitik dan Ancaman El Nino, KKP Pastikan Stok Ikan Aman
- Mau Selundupkan 780 Kg Sisik Trenggiling, Kapal Vietnam Disergap Patroli TNI AL
- PELNI Sukses Layani 652 Ribu Penumpang Angkutan Lebaran 2026, Lampaui Target
- Momen Haru Presiden Prabowo Cium Balita Anak Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
- Hadapi Tantangan Industri Logistik, Pekerja TTL Ikuti Pelatihan CTO di Terminal Petikemas Berlian
- Pasca Gempa Bumi 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Kembali Beroperasi
- Pilu, Tangis Keluarga Memeluk Peti Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
- Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia
- 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp1,8 Miliar dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa
KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 dan KRI Sutedi Senoputra-378 Asah Kemampuan Tempur di Laut Natuna

Keterangan Gambar : Dua kapal perang KRI Sultan Thaha Syaifuddin (STS)-376 dan KRI Sutedi Senoputra (SSA)-378 menggelar latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III (L-3) di Laut Natuna Utara. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I menggelar latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III (L-3). Latihan ini melibatkan KRI Sultan Thaha Syaifuddin (STS)-376 dan KRI Sutedi Senoputra (SSA)-378.
Latihan yang digelar pada 11-12 September 2025 di Laut Natuna Utara tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan tempur. Dalam latihan tersebut digelar berbagai serial mulai dari tactical maneuvering exercise (tacman), air defence exercise (adex), hingga firing exercise (firex).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menyampaikan kedua kapal perang itu menjalani 10 materi latihan selama dua hari di Laut Natuna Utara.
Baca Lainnya :
- Berlabuh di Tarakan, KRI Bima Suci Disambut Adat Melayu Tepung Tawar0
- Patroli Sejuk di Rimba Mangrove Kawasan Perbatasan Bersama Wadan Pasmar 30
- HUT ke-80 TNI AL, Ini Instruksi Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali0
- Manuver Kapal Perang TNI AL Unjuk Kebolehan di Operasi Amfibi Super Garuda Shield 20250
- Fregat Terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320 Tiba di Indonesia, Menhan: Kawal Kedaulatan NKRI0
“Latihan ini sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan Indonesia,” ujar Kadispenal.
Pada hari kedua, rangkaian latihan dilanjutkan dengan publication exercise (pubex), Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS), damage control exercise (DC-ex), station keeping by distance line (SKBDL), towing exercise (towex) serta emergency steering drill dan entering harbour.
Seluruh kegiatan menjadi tolok ukur kesiapan unsur TNI AL dalam melaksanakan misi operasi di laut. Latihan ini sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Sebagai catatan, KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 adalah korvet kelas Kapitan Patimura. Sebelumnya kapal ini merupakan bagian dari Volksmarine Jerman Timur dengan nama Bad Doberan (222). Kapal ini telah mengalami repowering, meningkatkan efisiensi bahan bakar, daya jelajah, dan kecepatan dari 20,5 knot menjadi 21 knot, serta dilengkapi dengan meriam 57 mm dan 30 mm, kanon CIWS Type 730, dan senjata bawah air.
Sedangkan KRI Sutedi Senoputra-378 adalah kapal.perang korvet kelas Parchim sebelumnya bernama Parchim (242) dari Jerman Timur. Kapal ini dirancang untuk peperangan anti kapal selam di perairan dangkal. Kapal ini dilengkapi dengan meriam kembar 57 mm, senapan 30 mm, tabung peluncur torpedo, ranjau ASW, serta dua peluncur rudal, dan kecepatan maksimum 24 knot. (Arry/Oryza)











