- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
Kontraktor Nakal Garap Proyek KNMP, Menteri Trenggono Tak Akan Tolerir

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengecek langsung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah titik Pulau Jawa. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), YOGYAKARTA: Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengecek langsung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah titik Pulau Jawa. Saat ini progres pembangunan rata-rata sudah di atas 90 persen.
Trenggono bahkan meminta pemegang proyek segera melakukan perbaikan saat menemukan kondisi bangunan yang dinilainya belum baik. Trenggono bersikap tegas dan tak memberikan tolerir, karena menurutnya hal-hal detail perlu diperhatikan supaya bangunan yang dihasilkan berkualitas.
“Tadi saya lihat beberapa kualitas pekerjaannya perlu diperbaiki. Saya minta kontraktor segera perbaiki,” ungkap Menteri Trenggono kepada wartawan usai meninjau pembangunan KNMP di Desa Poncosari, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (2/1/2026).
Baca Lainnya :
- Stop Impor Garam, KKP Optimistis 2027 Indonesia Bisa Swasembada0
- Program Budidaya Tematik, KKP-KDKMP Siap Suplai Ikan Menu MBG0
- Selain Udang, KKP Siap Penuhi Permintaan Produk Perikanan Bebas Cesium-1370
- Libur Nataru Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Optimal, Nelayan Diingatkan Cuaca Ekstrem0
- Percepat Layanan Sertifikasi Bebas Cesium-137, KKP Tambah Scanner Radioaktif Baru0
Fasilitas perikanan yang disiapkan KKP di KNMP Poncosari terdiri dari infrastruktur bangunan, sarana prasarana rantai dingin, serta sarana penangkapan ikan. Untuk infrastruktur bangunan di antaranya kantor pengelola, kios perbekalan, gudang beku, gedung pabrik es, shelter coolbox, bengkel nelayan, balai nelayan, sentra kuliner, hingga shelter perbaikan jaring.
Sedangkan sarana prasarana rantai dingin meliputi mesin gudang beku portabel, pabrik es portabel, mobil berpendingin, serta puluhan unit coolbox. Lalu sarana prasarana penangkapan ikan meliputi 10 unit kapal di atas 5 GT, 100 unit mesin kapal, serta ratusan alat tangkap ikan ramah lingkungan.
Target Januari Selesai
Pada kunjungan kerjanya di lokasi-lokasi KNMP, Trenggono juga ingin memastikan ketersediaan semua fasilitas perikanan yang nantinya dikelola oleh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebelum ke Poncosari, dia lebih dulu meninjau pembangunan KNMP di Kabupaten Purworejo, Kabupaten Pati, serta Cirebon.
“Kami juga akan melihat di Indonesia timur progresnya seperti apa karena kami targetkan Januari ini sudah selesai. Kami ingin ini berjalan dengan baik supaya nelayan penghasilannya meningkat berkali-kali lipat seperti di Biak Papua, sehingga nilai tukarnya juga meningkat,” ungkap Trenggono.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda menambahkan dari 65 lokasi pembangunan KNMP tahap pertama tahun 2025, sudah ada yang rampung 100 persen, salah satunya di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Selatan.
Sedangkan sebagian besarnya diselesaikan bertahap dengan target hingga akhir Januari 2026. Kecuali lokasi pembangunan yang terkena imbas bencana alam banjir dan longsor penyelesaiannya paling lambat pada Februari 2026.
“Kami sedang mengejar prosesnya sehingga akhir Januari semua selesai. Namun memang ada pengecualian beberapa lokasi yang secara tidak langsung terdampak bencana, seperti di Langsa, Bireun, Aceh Utara dan Padang Pariaman. Meski begitu, kami tetap berkomunikasi dengan kontraktor, pemda setempat, mudah-mudahan juga bisa selesai di Januari,” ungkap Trian.
Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelontorkan dana hingga Rp1,34 triliun untuk membangun 65 Kampung Nelayan Merah Putih di sejumlah lokasi Indonesia. Program ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa-desa nelayan melalui peran aktif koperasi dan masyarakat. (Da/Mar)











