- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
- Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia, Dunia Pers Indonesia Berduka
- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
KLM Fajar Lorena Karam 2 Orang Tewas, KPLP Evakuasi Penumpang

Keterangan Gambar : Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) membantu proses evakuasi para penumpang. Kapal tersebut karam akibat kerusakan pada papan belakang lantaran dihantam ombak.Foto: Hubla
Indonesiamaritimebews.com (IMN), SITUBONDO: Kapal KLM Fajar Lorena mengangkut 61 penumpang, tenggelam di perairan Sepudi-Situbondo pada Minggu, (8/12/2024). Insiden ini mengakibatkan dua korban meninggal dunia, satu kritis, dan satu hilang.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) membantu proses evakuasi para penumpang. Kapal tersebut karam akibat kerusakan pada papan belakang lantaran dihantam ombak.
Baca Lainnya :
- Penyelundupan Miras di Papua Tengah Digagalkan Lanal Timika0
- KMP Jagantara Bawa 370 Penumpang Kandas di Perairan Pulau Kandang Lunik Lampung0
- Desember-Januari Cuaca Ekstrem, Pengguna Kapal Laut Diingatkan Tetap Waspada0
- 2 Kapal Ikan Terbakar di Dermaga Masami, TNI AL Kerahkan Prajurit Patkamla0
- Kota Medan Dikepung Banjir, Warga Kesulitan ke TPS, Perajurit Petarung TNI AL Lakukan Evakuasi0
Kepala Kantor KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto mengatakan pihaknya segera mengoordinasikan langkah tanggap darurat dengan berbagai instansi terkait.
“DJPL melalui KPLP langsung berkoordinasi dengan KSOP Panarukan, Polairud, BPBD, TNI AL, dan tenaga kesehatan untuk memastikan keselamatan korban serta mempercepat proses evakuasi,” jelas Herland.
Seluruh korban yang selamat ddiperiksa tim medis dan didata di Pelabuhan Jangkar. “Menurut laporan, dua orang meninggal dunia dan satu masih hilang, namun kami terus melakukan upaya maksimal bersama tim gabungan,” ujarnya.
KRONOLOGI
Sebelym kecelakaan, pukul 10.00 WIB KLM Fajar Lorena berangkat dari Pelabuhan Sepudi menuju Pelabuhan Kalbut Desa Pecinan kec Mangaran, Kab. Situbondo dengan membawa penumpang.
Sekitar pukul 12.00 WIB KLM Fajar Lorena mengalami kebocoran papan belakang disebabkan dihantam ombak. Akibatnya kapal tersebut tenggelam. Para penumpang dievakuasi oleh kapal tangker milik pertamina yang kebetulan melintas diperairan sapudi kemudian dievakuasi menuju ke Pelabuhan Jangkar.
Herland mengungkapkan Kapal Patroli KPLP KN.P 498 milik KSOP Panarukan langsung dikerahkan untuk mengevakuasi penumpang dari Kapal Tanker Pertamina menuju Pelabuhan Jangkar.
"Pukul 16.05-18.22 WIB penumpang dievakuasi dari Kapal Tanker Pertamina ke KN.P 498 dan KLM Barokah, kemudian dibawa ke Pelabuhan Jangkar dan bekerja sama dengan RSUD Asembagus, Puskesmas Jangkar, dan fasilitas kesehatan setempat untuk memberikan perawatan kepada korban," ungkap Herland. Pukul 21.00 WIB, seluruh proses evakuasi dan pendataan selesaikan.
Herland menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat memberikan pertolongan.
“Kami berterima kasih kepada Kapal Tanker Pertamina atas aksi penyelamatan awal yang sangat penting. Dukungan Polairud, TNI, BPBD, dan tenaga kesehatan juga mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban,” tandasmya. (*)
[10/12 10.29] Pam/cari Bahan: KLM Fajar Lorena Karam 2 Orang Tewas, KPLP Evakuasi Penumpang
SITUBONDO: Kapal KLM Fajar Lorena mengangkut 61 penumpang, tenggelam di perairan Sepudi-Situbondo pada Minggu, (8/12/2024). Insiden ini mengakibatkan dua korban meninggal dunia, satu kritis, dan satu hilang.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) membantu proses evakuasi para penumpang. Kapal tersebut karam akibat kerusakan pada papan belakang lantaran dihantam ombak.
Kepala Kantor KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto mengatakan pihaknya segera mengoordinasikan langkah tanggap darurat dengan berbagai instansi terkait.
“DJPL melalui KPLP langsung berkoordinasi dengan KSOP Panarukan, Polairud, BPBD, TNI AL, dan tenaga kesehatan untuk memastikan keselamatan korban serta mempercepat proses evakuasi,” jelas Herland.
Seluruh korban yang selamat ddiperiksa tim medis dan didata di Pelabuhan Jangkar. “Menurut laporan, dua orang meninggal dunia dan satu masih hilang, namun kami terus melakukan upaya maksimal bersama tim gabungan,” ujarnya.
KRONOLOGI
Sebelym kecelakaan, pukul 10.00 WIB KLM Fajar Lorena berangkat dari Pelabuhan Sepudi menuju Pelabuhan Kalbut Desa Pecinan kec Mangaran, Kab. Situbondo dengan membawa penumpang.
Sekitar pukul 12.00 WIB KLM Fajar Lorena mengalami kebocoran papan belakang disebabkan dihantam ombak. Akibatnya kapal tersebut tenggelam. Para penumpang dievakuasi oleh kapal tangker milik pertamina yang kebetulan melintas diperairan sapudi kemudian dievakuasi menuju ke Pelabuhan Jangkar.
Herland mengungkapkan Kapal Patroli KPLP KN.P 498 milik KSOP Panarukan langsung dikerahkan untuk mengevakuasi penumpang dari Kapal Tanker Pertamina menuju Pelabuhan Jangkar.
"Pukul 16.05-18.22 WIB penumpang dievakuasi dari Kapal Tanker Pertamina ke KN.P 498 dan KLM Barokah, kemudian dibawa ke Pelabuhan Jangkar dan bekerja sama dengan RSUD Asembagus, Puskesmas Jangkar, dan fasilitas kesehatan setempat untuk memberikan perawatan kepada korban," ungkap Herland. Pukul 21.00 WIB, seluruh proses evakuasi dan pendataan selesaikan.
Herland menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat memberikan pertolongan.
“Kami berterima kasih kepada Kapal Tanker Pertamina atas aksi penyelamatan awal yang sangat penting. Dukungan Polairud, TNI, BPBD, dan tenaga kesehatan juga mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban,” tandasmya. (Arry/Oryza)











