- Lawan Illegal Fishing di Kepri, KKP Bangun 10 Kapal Pengawas Baru dan Dermaga
- Parade Surya Senja 2026 Perpaduan Kegagahan dan Kreativitas Seni, Tradisi Atraksi Taruna AAL
- IPC TPK Wujudkan Green Port, Fasilitasi Uji Emisi Gratis
- Gelar Program Generasi Melek Inklusi dan Literasi Keuangan, KKP Edukasi 30 Pelaku Usaha
- Terancam Punah, 21 Ekor Penyu Hijau Dilepasliarkan KKP ke Habitat Asli
- Pembekalan Capaja AAL, Kasal Tekankan Kuasai Teknologi dan Peperangan Multidomain
- RIMPAC 2026 di Hawaii, Dubes RI Kunjungi Prajurit Marinir TNI AL
- KKP Dukung Pengembangan Sektor Perikanan di Aceh Besar Pasca-Bencana Alam
- HUT ke- 13 IPC TPK Masyarakat Sekitar Pelabuhan Khitanan Massal Gratis
- Satgas ORRUDA 2026 Dilepas ke Rusia, Asah Kemampuan dengan Russian Navy
Kapal Pompong Ditabrak Trol, Nelayan Tewas, Jenazah Dievakuasi Prajurit Lantamal III dan Tim SAR

Keterangan Gambar : Nelayan yang hilang tenggelam setelah kapal pompong yang ditumpangi ditabrak kapal trol di Jambi, ditemukan meninggal dunia. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAMBI: Nelayan yang hilang setelah kapal pompong yang ditumpangi ditabrak kapal trol, ditemukan sudah tak bernyawa di perairan Kuala Tungkal, Jambi.
Korban, Khoirudin (35) ditemukan oleh prajurit Lantamal III yang tergabung dalam Tim Search and Rescue (SAR) pada Kamis (24/4/2025) atau hari ke tiga ia hilang tenggelam.
Baca Lainnya :
- Nelayan Tolak VMS, KKP: Banyak Manfaat, Pemilik Bisa Pantau Kapalnya Sendiri di Laut0
- Kapal KM Lombok Tabrak Karang di Pulau Deli Banten, 11 ABK Diselamatkan Satgas Marinir 0
- Jelajahi Sungai Kapuas Naik Kapal Perang, Anak Muda Diajak Kenal Dunia Maritim0
- Bawa 177 Wisman, Kapal Pesiar Raksasa Scenic Eclipse 2 Singgah di Makassar0
- Bangkitkan Geliat Budidaya Rumput Laut di Kepulauan Seribu, Ini Strategi KKP0
Sebelumnya, korban diketahui hilang setelah kapal pompong yang ditumpanginya bersama 4 rekannya ditabrak kapal trol di laut pada Selasa (22/4). Khoirudin terlempar ke laut lalu tenggelam, sedangkan 4 temannya bisa diselamatkan.
Berdasarkan laporan Pos TNI AL (Posal) Kuala Tungkal, setelah tiga hari pencarian, sekitar pukul 11.15 WIB, korban ditemukan di sekitar Parit 9 Pangkal Babu dalam kondisi meninggal dunia.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) dari lokasi penemuan ke pelabuhan Water Front City (WFC) Kuala Tungkal. Jenazah korban kemudian diserahkan ke kediaman keluarga untuk proses pemakaman.
Ditempat yang berbeda, Komandan Lantamal III, Brigjen TNI Marinir Harry Indarto, menyampaikan bahwa ini merupakan respon dari jajaran TNI AL dalam hal ini Lantamal III, dalam membantu tugas kemanusiaan serta bentuk kepedulian sosial.
"Prajurit Lantamal III harus terus berperan aktif dalam mendukung operasi kemanusiaan dan menjamin keselamatan di wilayah perairan nusantara, selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali," ungkap Brigjen Harry Indarto. (Bow/Oryza)











