- KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Darurat Layani Korban Gempa Bumi NTT
- Sidak Malam, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Bio Solar dan Pertalite Lancar
- Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Angkut Genset, Beras hingga Rendang, Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Relawan Bakti BUMN Batch IX, Pelindo Semai Harapan di Langowan
- Forum ASEAN di Bangkok, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Perlindungan Pekerja
- KKP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT
- Pelindo Regional 2 dan BNN Jakut Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 13 Jakarta
- Cegah Karhutla, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
- Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal
- Penyelundupan 30.789 Ekor Benih Bening Lobster Digagalkan di Bandara Juanda, Pelaku Kabur
Kapal Pompong Ditabrak Trol, Nelayan Tewas, Jenazah Dievakuasi Prajurit Lantamal III dan Tim SAR

Keterangan Gambar : Nelayan yang hilang tenggelam setelah kapal pompong yang ditumpangi ditabrak kapal trol di Jambi, ditemukan meninggal dunia. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAMBI: Nelayan yang hilang setelah kapal pompong yang ditumpangi ditabrak kapal trol, ditemukan sudah tak bernyawa di perairan Kuala Tungkal, Jambi.
Korban, Khoirudin (35) ditemukan oleh prajurit Lantamal III yang tergabung dalam Tim Search and Rescue (SAR) pada Kamis (24/4/2025) atau hari ke tiga ia hilang tenggelam.
Baca Lainnya :
- Nelayan Tolak VMS, KKP: Banyak Manfaat, Pemilik Bisa Pantau Kapalnya Sendiri di Laut0
- Kapal KM Lombok Tabrak Karang di Pulau Deli Banten, 11 ABK Diselamatkan Satgas Marinir 0
- Jelajahi Sungai Kapuas Naik Kapal Perang, Anak Muda Diajak Kenal Dunia Maritim0
- Bawa 177 Wisman, Kapal Pesiar Raksasa Scenic Eclipse 2 Singgah di Makassar0
- Bangkitkan Geliat Budidaya Rumput Laut di Kepulauan Seribu, Ini Strategi KKP0
Sebelumnya, korban diketahui hilang setelah kapal pompong yang ditumpanginya bersama 4 rekannya ditabrak kapal trol di laut pada Selasa (22/4). Khoirudin terlempar ke laut lalu tenggelam, sedangkan 4 temannya bisa diselamatkan.
Berdasarkan laporan Pos TNI AL (Posal) Kuala Tungkal, setelah tiga hari pencarian, sekitar pukul 11.15 WIB, korban ditemukan di sekitar Parit 9 Pangkal Babu dalam kondisi meninggal dunia.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) dari lokasi penemuan ke pelabuhan Water Front City (WFC) Kuala Tungkal. Jenazah korban kemudian diserahkan ke kediaman keluarga untuk proses pemakaman.
Ditempat yang berbeda, Komandan Lantamal III, Brigjen TNI Marinir Harry Indarto, menyampaikan bahwa ini merupakan respon dari jajaran TNI AL dalam hal ini Lantamal III, dalam membantu tugas kemanusiaan serta bentuk kepedulian sosial.
"Prajurit Lantamal III harus terus berperan aktif dalam mendukung operasi kemanusiaan dan menjamin keselamatan di wilayah perairan nusantara, selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali," ungkap Brigjen Harry Indarto. (Bow/Oryza)











