- Ladokgi TNI AL Peduli Kesehatan Lansia
- Setetes Darah untuk Kehidupan, Bakes Lanudal Jakarta di HUT ke-70 Penerbangan TNI AL
- Atraksi Budaya Nusantara Tim KJK 2026 di KRI Bima Suci Memukau Pejabat di Busan Korea Selatan
- 6 Pati TNI AL Berganti Jabatan
- Hari Lingkungan Hidup, PELNI Gelar Penghijauan dan Daur Ulang Limbah
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL Tiba di Busan, Bawa Misi Diplomasi Maritim Indonesia
- KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
- KKP Sergap Kapal Asing MV Silver Island, Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
- Jelang Libur Sekolah 2026 Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate
- Amanah Jabatan dan Rasa Malu
Kapal Perang TNI AL dan Royal Brunei Navy Maneuvering Exercise di Laut Jawa

Keterangan Gambar : TNI AL dan Royal Brunei Navy (RBN) melakukan manuber di Laut Jawa.Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com( IMN),JAKARTA: Kekuatan Angkatan Laut RI dalam hal ini TNI AL dan Royal Brunei Navy (RBN) melakukan manuber di Laut Jawa. Kedua Angkatan Laut dari dua negara tersebut mengerahkan kapal perang dan melakukan berbagai taktik militer lainnya.
Baca Lainnya :
- Kapal Perang Indonesia dan Filipina Patroli di Tapal Batas, Ada Apa?0
- Misi Diplomasi ke Pasific Selatan Selesai, Satgas Port Visit 2024 Kembali ke Indonesia0
- Kerahkan Kapal Perang, TNI AL Himpun Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki0
- Bantu Pengungsi Letusan Gunung Lewotobi, KKP Kirim 1,8 Ton Ikan, Makanan dan Pakaian 0
- Dipimpin Kasal, Athan Negara Sahabat Olahraga Menembak Eksekutif0
Manuver tersebut adalah bagian dari Latihan Bersama (Latma) Helang Laut 21B/24 antara TNI AL dan Royal Brunei Navy (RBN). Latma kini telah menuntaskan tahap laut (Sea Phase). Latihan yang berlangsung di perairan Laut Jawa ini melibatkan sejumlah kapal perang dari kedua angkatan laut pada Rabu (20/11/2024).
Dari TNI AL, dikerahkan KRI Frans Kaisiepo-368 dari jajaran Satkor Koarmada II dan KRI Tombak-629 dari jajaran Satkat Koarmada II. Sementara itu, RBN mengerahkan dua kapal perangnya, yakni KDB Darulaman-08 dan KDB Syafaat-19.
Dalam tahap Sea Phase ini, dilaksanakan berbagai serial latihan seperti Officer of the Watch Maneuvering Exercise (OOW MANEX), Photo Exercise (PHOTOEX), Gunnery Exercise (GUNNEX), Screening Exercise (SCREENEX), Flashing Light Exercise (FLASHEX), dan Publication Exercise (PUBEX). Serial latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan interoperabilitas dan koordinasi antar kedua angkatan laut.
Selain melibatkan kapal perang, TNI AL juga mengerahkan Heli Panther HS-1311 dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut. Kehadiran helikopter ini memberikan dimensi strategis tambahan pada latihan, terutama dalam mendukung skenario yang membutuhkan elemen udara.
Pangkoarmada II, Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo menjelaskan latihan ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama bilateral antara TNI AL dan RBN. “Tahap Sea Phase dalam Latma Helang Laut 21B/24 mencerminkan komitmen kedua angkatan laut untuk terus memperkuat hubungan kerja sama sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi tantangan keamanan maritim,” ujar Laksda Ariantyo Condrowibowo.
Latma Helang Laut 21 B/24 menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan kedua negara sekaligus menjaga stabilitas dan keamanan maritim di kawasan regional.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL agar senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan, serta menjalin hubungan diplomasi dan kerjasama yang baik dengan negara-negara sahabat guna mencapai kejayaan Angkatan Laut. (Bow/Oryza)











