ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas

By Indonesia Maritime News 14 Agu 2026, 13:23:39 WIB BUMN
ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas

Keterangan Gambar : Pelabuhan Batam. Foto: ASDP


Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal mengembangkan layanan Roll-on/Roll-off (RoRo) Batam–Johor. Rute ini menghubungkan Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam dengan Terminal Feri Tanjung Belungkor, Johor, Malaysia.

Koridor ini memiliki posisi strategis  mendukung pergerakan penumpang, kendaraan, dan angkutan kargo secara lebih terintegrasi mengingat jaraknya hanya 27 mil laut. Kedekatan geografis Batam dan Johor membuka peluang strategis untuk memperkuat konektivitas Indonesia–Malaysia.

Konektivitas yang dibangun bukan hanya hanya mobilitas masyarakat saja, melainkan juga pengembangan bisnis perdagangan, investasi, dan logistik lintas batas.

Baca Lainnya :

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, mengatakan berbagai persiapan dan koordinasi terus dilakukan dengan para pemangku kepentingan. Layanan tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2027.

“Kami berharap layanan RoRo Batam–Johor dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan. Namun, realisasinya tentu membutuhkan kesiapan dan kolaborasi seluruh pihak, khususnya terkait regulasi, infrastruktur, serta penyelarasan proses lintas batas kedua negara,” ujar Rio dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Faktor kesiapan infrastruktur, pemenuhan regulasi, serta persetujuan pemerintah Indonesia dan Malaysia tetap menjadi perhatian. Fasilitas Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam telah tersedia, sedangkan fasilitas di Tanjung Belungkor masih memerlukan sejumlah peningkatan guna mendukung rencana pengoperasian layanan RoRo.

Kehadiran layanan RoRo menawarkan proses logistik yang lebih sederhana karena kendaraan beserta muatannya dapat langsung masuk ke kapal (roll-on), diangkut melalui laut, kemudian keluar di pelabuhan tujuan (roll-off). Proses ini berpotensi mengurangi proses penanganan barang, memperpendek waktu layanan, serta meningkatkan efisiensi rantai logistik lintas batas.

Mobilitas Tinggi

Koridor Batam–Johor berpotensi dikembangkan karena didukung oleh tingginya mobilitas antara kedua wilayah. ASDP mencatat sekitar 193 ribu wisatawan asal Malaysia berkunjung ke Batam sepanjang 2024. Sementara dari segi logistik, Batam juga memiliki sejumlah komoditas ekspor potensial seperti produk hewani dan nabati, kakao, serta produk kimia.

Berdasarkan asesmen awal, potensi angkutan pada tahap awal diperkirakan masih berada di bawah 50 truk. Karena itu, kapasitas dan pola layanan akan dikembangkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan pasar, dengan turut mempertimbangkan keseimbangan muatan (balanced cargo) pada perjalanan pergi dan kembali guna menjaga keberlanjutan operasional dan keekonomian layanan.

ASDP bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru lalu menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Strategic Discussion on Cross-Border RoRo Connectivity and Bilateral Collaboration" pada Rabu (12/8/2026).

FGD tersebut membahas potensi pasar, kebutuhan logistik, kesiapan operasional, regulasi dan prosedur lintas batas, kesiapan infrastruktur, serta peluang komersial pengembangan koridor Batam–Johor.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, mengatakan layanan RoRo Batam–Johor tidak hanya membuka konektivitas transportasi baru, tetapi juga berpotensi menghubungkan secara lebih langsung dua kawasan pertumbuhan ekonomi di Batam dan Johor.

Meski secara geografis keduanya berdekatan, menurut Sigit masih terdapat ruang yang besar untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Batam dan Johor. "Kehadiran layanan ini nantinya diharapkan dapat memperkuat jaringan logistik lintas batas, mendorong hubungan bisnis, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi Indonesia dan Malaysia,” ujar Sigit.

Melalui pengembangan RoRo Batam–Johor, ASDP berharap koridor tersebut dapat menjadi jalur maritim baru yang bukan hanya memperlancar mobilitas, tapi juga memperkuat rantai logistik lintas batas, serta membuka peluang perdagangan dan investasi antara kedua negara. (Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook