- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
Isu Pencopotan Dirut Pertamina Pasca Ledakan Depo Plumpang, Erick Bilang Bukan Solusi

Keterangan Gambar : Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.xom (IMN) JAKARTA: Desakan pencopotan jajaran Direkdi PT Pertamina pasca kebakaran Depo Plumpang yang menewaskan 17 keluarga, terus merebak. Menteri BUMN Erick Thohir pun angkat bicara.
Seperti diketahui, kebakaran hebat diserdai ledakan melanda Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara, pada Jumat (3/3) malam mengakibatkan 17 warga tewas, puluhan orangbluka bakar dan puluhan bangunan serta mobil rusak.
Erick Thohir mengatakan bosa saja dia mencopot Direksi Pertamina. "Kalau saya selalu bilang, kan saya sudah pernah copot Direksi Pertamina. Kalau saya mau copot lagi, ya copot lagi," kata Erick pada Sabtu (4/3/2023).
Baca Lainnya :
- Bangga, Sukses di Latma Multinasional, Kasal Sambut Kedatangan KRI REM-3310
- Kolinlamil Siapkan Lokasi Pengungsi Kebakaran Pertamina Plumpang di KRI 593 Banda Aceh 0
- Panglima Kolinlamil: Koordinatif Lintas Sektoral, Dikedepankan Melindungi Maritim Indonesia 0
- Pelajar Antusias Lihat Kapal Perang, Upaya Kolinlamil Menanamkan Jiwa Kemaritiman Generasi Muda0
- Kasus Mario Dandy Aniaya David Ditarik ke Polda Metro, Status Hukum Pacar Dinaikkan0
Hanya saja menurut Erick, pencopotan jabatan Direksi Pertamina bukan jaminan kejadian serupa terulang lagi. Karena yang paling penting adalah perbaikan sistem operasional secara menyeluruh.
"Percuma kita copot orang, tapi tidak memberikan solusi secara menyeluruh. Tinggal bagaimana konteksnya ini ada sistem terpadu yang menyelesaikan isu," jelasnya.
Erick menilai, perbaikan sistem operasional secara menyeluruh justru lebih penting daripada tindakan pencopotan kursi direksi. Dia meminta perusahaan plat merah itu membuat sistem bisnis risiko guna memastikan kegiatan operasional bisnis berjalan lancar.
"Seperti MIND ID, Pertamina, PLN harus membentuk yang namanya tim resiko bisnis. Tidak hanya keuangan tapi di operasional secara menyeluruh," ucapnya.
Dengan demikian perusahaan negara itu tidak hanya fokus untuk sekadar memperkuat risiko keuangan. (Fat/Arry/Oryza)











