- Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat
- KRI Bung Hatta-370 Salurkan 1,3 Ton Paket Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan Section 3 di AS
- Kampung Nelayan Merah Putih di Konawe Mulai Produktif, Kirim 8 Ton Ikan Kualitas Ekspor
- Keren! 17 Penyelam KKP, POSSI dan KABL Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Teluk Banten
- TNI AL Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan Narkoba di Perairan Kepri
- Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, Kapal Berbendera Tanzania Dikepung Tim BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri
- PELNI dan Pelindo Buka Posko Bersama di Tanjung Priok, Gratis Kirim Bantuan Bencana NTT
Harga Minyak Goreng Rp24000/liter Emak- Emak Naik Darah

Keterangan Gambar : Minyak goreng kemasan.Foto: Dok.indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com ( (IMM),JAKARTA: Pemerintah mencabut aturan HET (Harga Eceran Tertinggi) minyak goreng (migor) dan menyerahkan pada mekanisme pasar. Harga migor kemasan yang semula Rp14000/liter, kini menjadi Rp23.000-Rp24.000/liter. Mahalnya migor membuat emak-emak naik darah.
"Gimana sih, naiknya kok gila-gilaan, tinggi sekali. Sudah betul harga Rp14.000 per liter. Kenapa malah naik lagi," kata Ny. Rita (50) tahun, warga Grogol, Jakarta Barat, Kamis (17/3/2022) dengan nada kesal.
Seperti diketahui, Rabu 16 Maret kemarin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan HET minyak curah yang semula Rp11.500 per liter, kini menjadi Rp14.000. Sedangkan minyak goreng kemasan yang semula Rp13.500-Rp14.000 per liter sesuai HET, harga baru menyesuaikan ke harga keekonomian atau diserahkan ke mekanisme pasar.
Baca Lainnya :
- Malam Nisfu Syaban dan Amalannya, Ini Kata Ustad Abdul Somad 0
- 1 Ton Sabu Diselundupkan Lewat Pangandaran, Bukti Pantai Indonesia Terbuka0
- Konvoi 20 Pembalap MotoGP, Marquez Disambut Antusias Warga Jakarta0
- Upaya Tingkatkan Daya Saing Logistik Global, Shipowner Didorong Buka Rute Internasional0
- Perlu Sinergi Antara Regulator & Telkom Menata Sistem Komunikasi Kabel Laut Yang Berkualitas 0
Pemerintah hanya mensubsidi minyak curah dengan HET Rp14.000 per liter. Dengan harga baru ini, warga khawatir minyak curah menghilang dari pasaran seperti minyak kemasan ketika harga resminya masih Rp14.000.
"Jangan-jangan menghilang juga nih minyak curah. Kemarin-kemarin kita antri beli minyak kemasan, apa besok-besok ngantri juga minyak curah ? Sama dong sengsaranya," kata Susiati (52) tahun, warga Tebet, Jaksel, saat diminta komentar.
Kekhawatiran Susiati agaknya benar. Minyak curah mulai menghilang dari pasaran. Kondisi ini dibuktikan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat sidak ke Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022). Mendag melihat, minyak goreng kemasan dua liter dijual Rp40.000. Sedangkan minyak curah langka.
Warga berharap pemerintah segera bisa menornalkan kembali harga minyak goreng, serta menjaga harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Terlebih menjelang bukan Ramadhan, biasanya harga-harga 'latah' naik.
"Tempohari alasannya pandemi Covid. Sekarang Covid sudah pergi, alasannya apa lagi. Apa perang Rusia jadi alasan juga ?" Ucap Yanti (30) tahun kepada Indonesiamaritimenews com, ibu muda warga Serpong, Tangsel, saat dimintai tanggapan. ( Fat/Oriz)











