- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum
- Dirut Pelindo Sambangi Mabes TNI AL, Ada Apa ?
- IPC TPK Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan Kacamata untuk 150 Sopir Truk Peti Kemas
- Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat: Jaga Integritas Profesi Wartawan
- Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Wali Kota Jakpus: Pemprov dan Pers Bergandengan
- RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II
Diterjang Gelombang Besar, Kapal Bawa 60 Ton Kelapa Diselamatkan Kapal Perang TNI AL

Keterangan Gambar : Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),RIAU: Kapal Perang TNI AL KRI Bubara-886 menyelamatkan Kapal Motor (KM) Nuraini Jaya 01 yang diterjang gelombang besar di wilayah barat Pulau Durian Besar, Riau. Kapal itu sempat terombang-ambing sebelum diselamatkan.
Peristiwa terjadi pada Kamis (26/01) lalu. KM. Nuraini Jaya 01 membawa 60 ton Kelapa Jambul, rencananya akan berangkat dari Sungai Guntung menuju Sekupang Batam.
Namun saat berada di perairan sebelah barat Pulau Moro, kapal motor tersebut diterjang gelombang. Akibatnya kapal mengalami kerusakan patah kemudi dan kerusakan radio ssetelah diterjang gelombang yang cukup besar.
Baca Lainnya :
- BPK Awasi Pengelolaan Anggaran Pertahanan TNI AL 0
- Alhamdulillah... TNI AL Salurkan Zakat dan Infak Kepada Mustahik0
- Kapolda Gorontalo Raih Penghagaan Presisi Award dari Lemkapi0
- Wisuda 1.227 Perwira Transportasi Kapal Niaga, Ini Pesan Menhub0
- Tugas KPLP Bagian Upaya Indonesia Wujudkan Poros Maritim Dunia.0
Mengetahui hal tersebut, unsur TNI AL KRI Bubara-886 yang tengah melaksanakan operasi Rakata Jaya 23 BKO Koarmada I, melaksanakan perbantuan.
Kapal motor itu digandeng menuju pelabuhan tradisional di Pulau Moro yang berjarak 5 Nautical Mile, dan akhirnya dapat diselamatkan.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL harus memiliki kesiagaan dan kesiapan tinggi dalam merespon segala kedaruratan yang terjadi pada misi perang maupun misi kemanusiaan yang terjadi di masyarakat. “Jika perlu hitungan jam, TNI AL harus hadir saat masyarakat membutuhkan pertolongan,” ungkap Kasal. (Arry/Oryza)











