- Satgas ORRUDA 2026 Dilepas ke Rusia, Asah Kemampuan dengan Russian Navy
- KKP Siapkan 573 Pelatih Manajerial Pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih
- Wamenaker: Kepercayaan Publik Dibangun Melalui Pelayanan Cepat dan Transparan
- Baksos di KRI Panah-626, Nelayan Kota Tual Berobat Gratis dan Dibagi Sembako
- Uji Naskah Doktrin TNI AL, Perkuat Landasan Operasi Maritim Adaptif dan Modern
- KRI Siwar-646 Berbagi Kasih di Panti Asuhan Muhammadiyah Lhokseumawe
- Goodbye Manila.. KRI Bima Suci Satlak KJK 2026 Otewe Tanah Air, Pelayaran Muhibah 124 Hari Berakhir
- Ini Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Menandatangani Maklumat Standar Pelayanan
- Gerakan Brebes ASRI, Danlanal Tegal Tanam Mangrove Bersama Menteri Lingkungan Hidup
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat, KRI Beladau-643 Sambangi 5 Pulau Terpencil
Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi, Pelabuhan Merak-Bakauheni Ditutup Lagi

Keterangan Gambar : Ilustrasi.Foto: Property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.xom (IMN),JAKARTA: Cuaca ekstem dan gelombang tinggi melanda Selat Sunda dan perairan Merak, Banten. Otoritas pelabuhan memutuskan menutup kembali penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni, Rabu (28/1/2022) pukul 22.30 WIB.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan, berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Rabu malam pukul 22.30 tidak kondusif untuk pelayaran.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin menyatakan pihaknya menunda keberangkatan kapal karena kondisi tidak aman.
Baca Lainnya :
- Peduli Disabilitas, Pelindo Solusi Logistik Bagikan AFO dan Kaki Palsu 0
- Lantik KSAL, Presiden Jokowi Tekankan Penegakan Kedaulatan di Laut0
- BRIN Sebut 28 Desember Ada Badai Dahsyat, BMKG Bilang Hanya Hujan, Kok Beda ?0
- Bapak Infrastruktur TNI AL Resmikan Sederet Fasilitas Strategis di Penghujung Tahun0
- Diberi Penghargaan Baret Merah Kopassus, Panglima TNI dan Kapolri0
"Sehubungan dengan hal tersebut, pihak Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VIII Provinsi Banten selaku otoritas meminta pihak ASDP untuk menunda keberangkatan kapal hingga cuaca dinyatakan aman untuk kapal berlayar," kata Shelvy dalam keterangan tertulis.
Pihak ASDP terus melakukan koordinasi intensif dengan BMKG, kepolisian/TNI, dan otoritas pelabuhan setiap kali sebelum kapal ferry berlayar agar perjalanannya aman dan lancar.
"Manajemen secara aktif dan berkelanjutan menyampaikan informasi kepada pengguna jasa jika terdapat keterlambatan pelayanan yang timbul dikarenakan cuaca ekstrim," sambung Shelvy.
Sebelumnya pihak ASDP juga menutup aktivitas penyerangan dari Pelabuhan Merak-Bakauheni dan sebaliknya pada Kamis (21/12/2022) malam akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Seperti diketahui, BMKG menyatakan ancaman cuaca ekstrem melanda wilayah Indonesia hingga 2 Januari 2023 mendatang. Hujan deras disertai angun kencang serta gelombang tunggi berpotensi mengancam keselamatan warga yang beraktivitas baik di darat maupun di perairan. Masyarakat diimbau untuk waspada. (Arry/Oryza)











