- Update Gempa M 7,7 di NTT: Meninggal Dunia 103 Orang, 1.666 Luka-luka
- Komisi VIII DPR Tinjau KRI dr. Soeharso-990, Lihat Langsung Pengobatan Korban Gempa NTT
- KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Darurat Layani Korban Gempa Bumi NTT
- Sidak Malam, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Bio Solar dan Pertalite Lancar
- Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Angkut Genset, Beras hingga Rendang, Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Relawan Bakti BUMN Batch IX, Pelindo Semai Harapan di Langowan
- Forum ASEAN di Bangkok, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Perlindungan Pekerja
- KKP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT
- Pelindo Regional 2 dan BNN Jakut Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 13 Jakarta
- Cegah Karhutla, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
Budayakan Keselamatan Kerja, Terminal Teluk Lamong Galakkan Transformasi HSSE

Keterangan Gambar : PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kini tengah menggalakkan program transformasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui implementasi Safety Induction, Sterilisasi Terminal dan Minimum Requirement for Safety.Foto: Humas TTL
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kini tengah menggalakkan program transformasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui implementasi Safety Induction, Sterilisasi Terminal dan Minimum Requirement for Safety. TTL juga menggelar beberapa kali kegiatan sosialisasi terkait proses transformasi HSSE ini.
Transformasi HSSE ini dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh perusahaan di bawah Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas, dalam rangka penanggulangan kecelakaan kerja dan mewujudkan lingkungan kerja yang aman guna mendukung produktivitas dan pencapaian kinerja perusahaan.
Baca Lainnya :
- Gandeng Rumah Zakat, Pelindo Multi Terminal Genjot Pelaku UMKM Belawan Naik Kelas0
- FGD SP TPK Koja Strategi Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan, Manajemen Memfasilitasi0
- Pelindo Regional 2 Tutup Tahun 2023 dengan Kinerja Positif0
- SP TPK Koja Akan Mengadakan FGD Berkaitan Produktivitas dan Sinergitas Pelabuhan0
- Kunjungi Terminal Teluk Lamong, Wamen Ketenagakerjaan Tekankan Soal Hubungan Industrial0
TTL telah membuktikan bahwa komitmen dan konsistensi terhadap penerapan HSSE dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman. Berdasarkan data, jam kerja aman atau no lost time injury (NLTI) di TTL saat ini telah mencapai 18.282.613 jam. Di tahun 2023 TTL menerima penghargaan zero accident hingga tingkat nasional untuk pencapaian tersebut.
David Pandapotan Sirait, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong mengajak seluruh pegawai dan mitra kerja untuk melakukan transformasi HSSE demi terciptanya High Performance dan Zero Accident.
"TTL memiliki komitmen yang tinggi terhadap program transformasi HSSE ini, dimana saat ini kami telah membentuk tim task force yang akan menggawangi program ini secara serius", ujar David dalam keterangan tertulis, Rabu (17/1/2024).
Langkah awal transformasi HSSE ini dilakukan dengan peningkatan awareness dan perilaku pegawai melalui sharing session dan focus group discussion (FGD). Kegiatan ini telah dimulai sejak Desember 2023 hingga berakhir di bulan Maret 2024 nanti.
Total peserta mencapai 1.156 orang terdiri dari pegawai dan mitra kerja yang beraktivitas di lingkungan TTL. Selain itu dilakukan juga safety induction sehingga seluruh orang yang beraktivitas di area terminal memiliki pengetahuan HSSE yang baik.
Selanjutnya TTL juga melakukan sterilisasi terminal dengan mendata seluruh orang dan kendaraan yang berkegiatan di area terminal, serta meminimalkan jumlah orang dan kendaraan non-operasional terutama yang tidak berkepentingan untuk memasuki area terminal. Penerapan standar/persyaratan HSSE minimum terhadap fasilitas maupun peralatan terminal serta standarisasi prosedur juga merupakan bagian dari transformasi HSSE
"Implementasi elemen-elemen Transformasi HSSE ini sangat penting dalam membentuk budaya keselamatan dan kesehatan kerja. Kedepannya TTL akan terus mengembangkan program ini melalui digitalisasi HSSE untuk meningkatkan daya saing TTL di kelas global" tutup David. (Fat/Oryza)











