- Disandera Militer Israel, 9 WNI Ditendang, Dipukul, Disetrum
- 9 WNI Disandera Israel Akhirnya Dibebaskan, Menlu Sugiono: Pemerintah Mengecam Perlakuan Tidak Manusiawi
- Bagaimana Keterlambatan Kecil Menjelma Menjadi Pengeluaran Nasional?
- Diwisuda Kasal, 240 Perwira Remaja AAL Calon Pemimpin Masa Depan Siap Mengabdi
- Dibawa Naik Kapal Perang KRI Marlin-877 di Kepulauan Selayar, Bocah TK Kepingin Jadi Tentara
- Awal Triwulan II 2026, IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif
- PELNI Sabet CSR Award 2026: Sukses Berdayakan Warga Desa dan Dorong Ekonomi Masyarakat di Cianjur
- Perkuat Kerja Sama Maritim, Petinggi Angkatan Laut Singapura Temui Wakasal
- Jelang Iduladha 2026, Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Pastikan Hewan Kurban Sehat
- PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan
Aset Potensi throughput 18.000 TEUs, SPSL Garap Depo Petikemas Pelabuhan Panjang
.jpg)
Keterangan Gambar : : PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) melakukan optimalisasi pemanfaatan aset Depo Petikemas di Pelabuhan Panjang, Lampung
Indonediamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) melakukan optimalisasi pemanfaatan aset Depo Petikemas di Pelabuhan Panjang, Lampung yang berpotensi throughput 18 ribu TEUs/ year.
SPSL, subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo, brupaya mengeksplorasi potensi bisnis perusahaan di tahun kedua pasca penggabungan (merger).
Pelaksanaan optimalisasi pemanfaatan aset ini, SPSL melalui Anak Perusahaan PT Prima Indonesia Logistik, menjalin kerjasama dengan PT Intercon Terminal Indonesia. Kerjasama ini dalam pengelolaan Depo Petikemas di Pelabuhan Panjang, pelabuhan yang berada pada titik persilangan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa yang terhubung oleh Selat Sunda.
Baca Lainnya :
- IPC TPK Layanani Sea Horse Service dan Lang Co Service, Tumbuhkan Ekspor Impor ke China & Vietnam.0
- Sindo Pindahkan Kapal ke TPK Koja, General Manager Indra H Sani: Genjot dengan Transshipment0
- 1.000 Ton Beras Dikirim Kemenhub ke NTT Menggunakan Kapal Tol Laut0
- Biaya Logistik Indonesia Mahal, Berada Peringkat 61 di Bawah Vetnam, ini Solusi Aplikasi TITIP0
Direktur Utama SPSL, Joko Noerhudha mengatakan depo petikemas yang digarap ini sebelumnya merupakan aset idle dengan luas total 15.900 m2, berupa lapangan paving block seluas 8.817 m2. Sisanya seluas 7.083 m2 dalam proses pematangan lahan serta clearing area.
"Optimalisasi aset ini merupakan salah satu langkah SPSL untuk mendukung kegiatan logistik yang lebih efektif dan efisien. Hal ini juga sejalan dengan staging dalam roadmap SPSL tahun 2023-2024 yakni fase ekspansi ekosistem,” jelas Joko Noerhudha dalam keterangan yang diterima indonesiamaritimenews.com Jumat (28/7/2023).
Kolaborasi pengelolaan Depo Petikemas seluas 8.817 m2 ini berpotensi menghasilkan throughput sekitar 18.000 TEUs/year. Dalam kolaborasi ini, SPSL Group memberikan layanan berupa lift on / lift off, penumpukan, cleaning petikemas, repairing petikemas, dan trucking (haulage) dari dan ke Terminal Petikemas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2023 mencapai US$21,72 miliar. Angka ini naik sebesar 12,61 persen dibanding ekspor April 2023, dan naik sebesar 0,96 persen dibandingkan dengan Mei tahun 2022.
Sedangkan, nilai impor Indonesia pada bulan Mei 2023 mencapai US$21,28 miliar atau naik 38,65 persen dibandingkan bulan April 2023 atau naik 14,35 persen dibandingkan Mei 2022.
Menurut Joko Noerhudha, kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan potensi kegiatan ekspor serta terciptanya efisiensi rantai pasok produk-produk nasional khususnya di wilayah Panjang kota Bandar Lampung.
"Ke depan dapat menciptakan integrasi ekosistem dan efisiensi rantai logistik sehingga secara bertahap guna menurunkan biaya logistik dan meningkatkan pertumbuhan perdagangan maupun perekonomian nasional,” tandas Joko Noerhudha. (Fat/Oryza)











