Breaking News
- Upaya Penyelundupan Benih Bening Lobster Rp1,6 M di Bandara Juanda Digagalkan
- Navy Fair 2026 di Monas: Kopaska, Marinir hingga Dapur Lapangan Makan Gratis Dipadati Pengunjung
- Komisi V DPR RI Cek Kualitas Pelayanan dan Keamanan Pelabuhan Makassar
- Kasal Tinjau Kegiatan Kemaritiman di Tanjung Pinang, Marathon Layar Kasal Cup 2026 hingga Surya Bhaskara Jaya
- Ikan Bersertifikat KKP Dorong Peningkatan Ekspor ke Negara Tetangga
- Workshop Safety Training PT PELNI, Kemenhub Bekali Keselamatan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Syukuran 100 Tahun Perjalanan Gontor, Presiden Prabowo Cium Mushaf Al-Quran Gontor
- Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja
- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 100
1.000 Ton Beras Dikirim Kemenhub ke NTT Menggunakan Kapal Tol Laut

Keterangan Gambar : Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bekerjasama dengan Badan Pangan Nasional melalui Perum BULOG, mengirim 1.000 ton beras dari Surabaya, Jawa Timur ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Indonesiamaritimenews.com Jakarta ( IMN), JAKARTA: Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bekerjasama dengan Badan Pangan Nasional melalui Perum BULOG, mengirim 1.000 ton beras dari Surabaya, Jawa Timur ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pendistribusian beras ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan nasional, khususnya di wilayah NTT.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha mengungkapkan, pasokan beras tersebut telah diberangkatkan menggunakan Kapal Tol Laut KM. Kendhaga Nusantara 7 yang dioperasikan oleh PT. PELNI (Persero).
"Pengiriman pasokan beras ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan beras di wilayah NTT," ujar Arif dalam keterangan tertulis, Kamis (18/5/2023).
Arif menegaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bersama instansi dan stakeholder terkait lainnya berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pangan nasional serta menjaga stabilitas harga di wilayah NTT melalui Tol Laut.
"Kami percaya bahwa kerjasama yang erat antara instansi pemerintah dan stakeholder terkait akan membawa manfaat yang positif bagi masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi," sambung Arif.
KE BERBAGAI LOKASI
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting mengungkapkan, 1.000 Ton beras diangkut dan didistribusikan ke berbagai lokasi di Provinsi NTT menggunakan KM. Kendhaga Nusantara 7.
"Kapal Tol Laut KM. Kendhaga Nusantara 7 telah berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada tanggal 13 Mei 2023," ungkap Capt. Hendri.
Ditambahkannya, dalam perjalanan distribusi beras melalui Tol Laut ini, kapal mengangkut muatan seberat 120 Ton beras atau setara dengan 6 TEUs (Twenty-Foot Equivalent Units) dengan tujuan Labuan Bajo; 200 Ton atau 10 TEUs dengan tujuan Ende; sebanyak 280 Ton atau 14 TEUs dengan tujuan Larantuka; dan 400 Ton atau 20 TEUstujuan Waingapu.
"Kami mengharapkan agar pasokan beras melalui Tol Laut ini dapat tiba dengan aman dan tepat waktu di berbagai destinasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur," tutupnya. (RIZ/Oryza)
Write a Facebook Comment











