Canangkan HUT Ke-499 Jakarta, Gubernur DKI Pramono Anung Deklarasi Gerakan Pilah Sampah

By Indonesia Maritime News 10 Mei 2026, 14:24:42 WIB News
Canangkan HUT Ke-499 Jakarta, Gubernur DKI Pramono Anung Deklarasi Gerakan Pilah Sampah

Keterangan Gambar : Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mencanangkan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah dengan tema “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”. Acara ini dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Foto: Pemprov DKI


Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi mencanangkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah yang mengangkat tema  “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”.

Deklarasi ini dicanangkan saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) perdana di Plaza Festival Pedestrian, Jalan HR Rasuna Said, Minggu (10/5/2026). 

Pemilihan lokasi pencanangan dan deklarasi tersebut menandai rencana Pemprov DKI untuk menjadikan Jalan HR Rasuna Said sebagai ikon baru kota Jakarta dan lokasi baru car free day selain Jalan Sudirman-Thamrin. Hadir dalam acara tersebut Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan.

Baca Lainnya :

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Minggu tanggal 10 Mei tahun 2026, Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sekaligus Pencanangan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta dimulai. Jaga Jakarta Bersih Pilah Sampah, secara resmi saya nyatakan dimulai," kata Pramono Anung.

Gerakan Pilah Sampah ini diharapkan dapat menjadi gaya hidup baru bagi warga Jakarta. Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) era Presiden Jokowi ini menyoroti pentingnya memilah sampah sejak dari rumah untuk mengurangi beban pembuangan akhir yang semakin mengkhawatirkan.

Ia juga menekankan bahwa membangun Jakarta tidak bisa dilakukan sendirian. Kolaborasi lintas sektoral serta peran sert masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan masalah sampah.  Melalui Deklarasi Gerakan Pilah Sampah, ia mengajak seluruh warga memilah sampah dari rumah untuk membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

"Ini bahwa membangun Jakarta tidak bisa sendirian. Persoalan sampah salah satunya. Maka hari ini sesuai dengan instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah," ujar Pramono.

Ia juga mengatakan pencanangan HUT ke-499 Jakarta sengaja diadakan di kkawsan Rasuna Said sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah. "Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujarnya.

Pemilihan koridor Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan, sambung Pramono, bukan tanpa alasan. Pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said yang terbengkalai selama hampir 20 tahun menjadi simbol transformasi Jakarta menuju kota global yang terus berbenah.

“Di jalan ini dulu ada 109 tiang monorel. Monorel itu cukup mengganggu dan hampir 20 tahun tidak tersentuh. Alhamdulillah, berkat dukungan aparat penegak hukum, Pangdam, Kapolda, Kejaksaan, dan KPK, persoalan sengketa monorel terselesaikan. Sekarang kawasan ini dibangun menjadi ikon baru Jakarta,” jelas Paramono.

Penataan kawasan Rasuna Said sejalan dengan perbaikan badan jalan dan saluran air, pembangunan halte, jalur sepeda, pembaruan penerangan jalan umum, serta pelebaran trotoar dengan konsep complete street yang ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Gubernur Pramono menargetkan penataan kawasan Rasuna Said rampung bulan depan.

“Saya sengaja mengundang ketika pengerjaan belum selesai. Sebab, kalau sudah selesai, semuanya pasti terlihat bagus. Tapi saya meyakini bulan depan wajah Jalan Rasuna Said akan jauh berbeda. Penataan ini juga terinspirasi dari sosok Hajjah Rangkayo Rasuna Said, tokoh asal Padang dan pahlawan nasional. Saya berharap jalan ini nantinya menjadi ikon baru Jakarta,” tandasnya.

Ia optimistis di bawah koordinasi bersama Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, Jakarta akan memiliki pola baru dalam pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. 

Jakarta Bisa Jadi Contoh

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat mengapresiasi dan mendukung penuh Gerakan Pilah Sampah yang diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta sehingga bisa menjadi contoh daerah lain.

“Sesuai arahan Presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah agar dalam dua tahun selesai di seluruh Indonesia. Jakarta mendahului langkah itu. Alhamdulillah, beberapa gagasan dan pemikiran dari Jakarta bisa kita adopsi dan disinkronkan,” kata Jumhur.

Ia menegaskan, Gerakan Pilah Sampah harus menjadi gerakan bagi seluruh warga dan menjadi gerakan nasional. Sampah yang tadinya dianggap musuh harus berubah menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat,” kata Jumhur.

Sedangkan  Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga mendukung penuh Deklarasi Gerakan Pilah Sampah. Program ini sejalan dengan arahan Presiden yang memberi perhatian serius terhadap persoalan sampah.

“Saya senang sekali dan memberikan apresiasi tinggi karena gerakan pilah sampah ini dipelopori Gubernur Jakarta. Itu problem pokok kita, terutama sampah rumah tangga. Sampai 2029, pemilahan sampah di kantor harus selesai di kantor, di pasar selesai di pasar, di restoran selesai di restoran, di toko selesai di toko, dan di mal selesai di mal. Untuk masyarakat, kuncinya adalah memilah sampah,” urai Zulhas.

Ia menjelaskan, pemerintah kini telah menetapkan tarif tunggal untuk percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna menyederhanakan birokrasi yang sebelumnya dinilai rumit bagi pengembang.

Dalam roadmap diuraikan bahwa pemerintah menargetkan penanganan darurat sampah di 71 kota, termasuk Jakarta, melalui teknologi insinerator dan waste to energy. Tahun 2027 targetnya 50 persen. Pada Mei 2028, termasuk Bantar Gebang ditargetkan selesai. (Riz/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook