Jakarta Kota Maritim Dunia, Wilayah Pesisir, Etalase, Menunggu Digarap Serius
Oleh: Redaksi

By Indonesia Maritime News 30 Mei 2024, 18:59:05 WIB Editorial
Jakarta Kota Maritim Dunia, Wilayah Pesisir, Etalase, Menunggu Digarap Serius

Keterangan Gambar : Wilayah pesisir Jakarta, tepatnya di Muara Angke, Jakarta Utara, kontradiktif dengan pembangunan gedung tinggi di belakangnya. Foto: property of indonesiamaritimenews.com



Indonesiamaritimenews.com (IMN): JAKARTA masuk ke dalam daftar jajaran 50 Kota Maritim Terkemuka di Dunia. Jakarta bahkan menempati peringkat pertama sebagai Kota dengan Kantor Pusat Perusahaan Pelayaran terbanyak di dunia. Jumlahnya mencapai 261 perusahaan pelayaran yang terdaftar.

Data tersebut berdasarkan jurnal berjudul Leading Maritime Cities 2024 yang dirilis oleh Perusahaan Manajemen Risiko DNV GL dan Konsultan Menon Economis dengan sumber datanya berasal dari Clarkson Research.

Baca Lainnya :

    Mengutip penjelasan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, Jakarta juga masuk ke dalam 15 besar kota yang menjadi Pusat Pelayaran Utama di dunia. Jakarta masuk 15 besar bersama Singapura, Athena, Tokyo, Shanghai, Hamburg, London, Copenhagen, Rotterdam, Hongkong, Oslo, Seoul, Dubai, Beijing dan Maseille.

    Masuknya Jakarta dalam daftar Kota Maritim Terkemuka di Dunia dari 15.000 kota yang diseleksi, tentu ada indikatornya. Model pemeringkatan terdiri dari indikator obyektif dan subyektif untuk 50 kota maritim teratas, yakni 5 pilar.

    Masing-masing pilar diberi bobot yang sama (20 persen) dalam peringkat 50 kota teratas dunia. Kelima pilar tersebut adalah: pelayaran; keuangan dan hukum maritim; pelabuhan dan logistik; daya tarik dan daya saing; serta teknologi maritim. Dari 5 pilar tersebut, Kota Jakarta dinilai memenuhi kriteria masuk dalam daftar 50 besar Kota Maritim Terkemuka di Dunia.

    Peringkat Indonesia memang masih di bawah Singapura, Korea Selatan dan negara lainnya. Sebagai catatan, Kota Pelabuhan Busan di Korea Selatan dan Singapura  masih menduduki peringkat teratas dalam kategori Kota Maritim Terkemuka di Dunia. Meski demikian, kita tetap optimis bukan berarti kita tidak bisa memposisikan diri sebagai yang terbaik.

    Kita harus optimistis mampu mengejar ketertinggalan tersebut. Kita punya modal trust atau kepercayaan yang tinggi dari para investor, sumber daya alam (SDA) yang indah untuk digarap sebagai obyek wisata, SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni serta potensi lainnya yang bisa dikelola menjadi kekuatan dahsyat untuk membangun ekonomi maritim.

    Tengok saja, dari sisi banyaknya perusahaan pelayaran yang membuka kantor perwakilannya, Jakarta unggul menduduki urutan pertama dengan jumlah 261 perusahaan. Artinya apa? Ini menjadi indikator bahwa kepercayaan investor cukup tinggi untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di Jakarta. Kepercayaan itu baik dari segi kemananan, pelayanan pelabuhan sesuai standar IMO (International Maritime Organization) dan keunggulan-keunggulan lainnya.

    Trust adalah faktor yang sangat penting dalam mengembangkan bisnis jangka panjang. Membangun trust tidak tidak semudah membalik telapak tangan. Karenanya ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Indonesia khususnya Jakarta, dan ini menjadi kesempatan emas bagi Pemerintah Provinsi untuk mengembangkan Kota Jakarta lebih mendunia.

    Kota Jakarta memiliki wilayah pesisir utara yang menjadi pusat bisnis pelayaran, ekspor impor, logistik, pelabuhan perikanan maupun pariwisata. Itulah sebabnya Jakarta Utara disebut sebagai etalase Jakarta.

    Di utara Jakarta, ada Port of Tanjung Priok yang menjadi pelabuhan internasional terbesar di Indonesia. Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola oleh PT Pelindo (Persero) bahkan siap bersaing dengan Pelabuhan Singapura. Geliat di pelabuhan Tanjung Priok ini  memberi sumbangan yang tidak sedikit bagi perekonomian nasional maupun Kota Jakarta sendiri.

    Kadang di sini,  kemacetan menjadi penghias pemandangan. Solusi yang telah lama muncul dalam diskusi dan ruang rapat, untuk memecahkan kemacetan di Jakarta Utara dan melancarkan logistik segera dibuat  jalan di atas laut.

    Dari sektor pariwisata, pesisir utara Jakarta juga memiliki destinasi wisata bahari juga seperti Ancol dan gugus Kepulauan Seribu. Obyek wisata di pesisir Jakarta ini jadi magnit wisatawan dan memiliki nilai jual yang bisa mendongkrak perekonomian rakyat Jakarta dan ekonomi nasional. Jakarta juga punya nilai historis maritim dengan adanya Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan tua yang usianya sudah berabad-abad yang menarik bagi wisatawan. Kedekatannya begitu kuat dengan Kota Tua di Jakarta yang diminati wisatawan asing maupun lokal.

    Sebagai catatan, Provinsi DKI Jakarta mempunyai luas daratan 661,52 km2 dan lautan seluas 6.977,5 km2. Provinsi DKI Jakarta memiliki sekitar 110 pulau yang tersebar di Kepulauan Seribu, yang menjadi 'tambang emas' bila digarap serius.

    Predikat Kota Jakarta sebagai salah satu Kota Maritim Terkemuka di Dunia, harus disambut positif oleh semua pemangku kepentingan.  Kolaborasi yang kuat antara para stakelholder seperti BUMN pengelola pelabuhan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata, Pemprov DKI Jakarta dan pihak lainnya sangat dibutuhkan.

    Peran Pemprov DKI salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Perlu digarisbawahi, pembangunan di Jakarta jangan hanya terpusat di tengah kota. Wilayah pinggiran, khususnya pesisir Jakarta sangat penting, jangan terabaikan, sehingga menepis  kesan berjalan seadanya. Dibangun untuk kepentingan dan kesejahteraan anak negeri.

    Langkah itu perlu dilakukan mengingat salah satu kekuatan utama dalam membangun ekonomi maritim adalah infrastruktur diikuti peningkatan kualitas SDM dan penguasaan teknologi.

    Predikat sebagai Kota Maritim Terkemuka di Dunia adalah sebuah pembuktian bahwa wilayah pesisir  penting untuk digarap. Di sana ada permukiman rakyat pesisir, jangan dibiarkan menjadi lukisan  miris, paradoks siang dan malam, dalamnya jurang  kehidupan yang kaya dan miskin.

    Penting untuk dibenahi supaya tidak kumuh. Saat ini masih terlihat kontradiktif antara pembangunan wilayah pesisir dengan di wilayah pusat kota.

    Jakarta sebagai salah satu Kota Maritim Terkemuka di Dunia, tentu harus mendukung pembangunan ekonomi maritim sebagai salah satu kebijakan pemerintah pusat. Dengan demikian, visi misi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia bisa terealisasi. (****)





    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook