- Pelindo: Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
- Pelayaran Widya Wisata Serdik P3MD Batch 1, Bangun Karakter Jiwa Kepemimpinan
- GM Pelindo Regional 2 Banten MoU Kejari, Gandeng Kejati Tarik Pembayaran Cash Costumer Miliaran Rupiah
- Lagi, Penyelundupan Pasir dan Balok Timah Rp4 M Digagalkan TNI AL
- Latma Orruda 2026 di Rusia Dimulai, Uji Ketangguhan dan Kesiapan Tempur Prajurit Jalasena
- Edukasi Maritim, PELNI Gelar Lomba Menggambar dan Mewarnai Diikuti 250 Anak-anak
- Perkuat Diplomasi Maritim, Kasal Tinjau Exercise Orruda 2026 di Rusia
- KKP dan BP Batam Kawal Mutu Perikanan di Zona Perdagangan Bebas
- Pelaut Meninggal Dunia di Singapura, Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi ke Ahli Waris
- KKP Pamerkan Kampung Nelayan Merah Putih Lateng ke Delegasi ASEAN-ID Blue
260 Pelabuhan Diteropong KPK, Pelaku Pungli dan Korupsi Bakal Panas Dingin

Keterangan Gambar : Ilustrasi. Tumpukan kontainer. Foto: Property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Sistem digitalisasi akan diberlalukan di 260 pelabuhan di Indonesia guna menutup celah korupsi. Dari ratusan pelabuhan tersebut baru 14 pelabuhan yang sudah menerapkan digitalisasi.
Pahala Nainggolan, Koordinator Pelaksana Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) mengatakan, digitalisasi dapat menutup celah korupsi di pelabuhan. Karena birokrasi di pelabuhan bisa dipangkas.
"Semakin lama dia (kapal) di pelabuhan, semakin berbelit, kita percaya korupsinya ada di situ," kata Nainggolan dalam acara peluncuran kanal Jaga Pelabuhan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (2/1/2023),
Baca Lainnya :
- Ajang F1 Powerboat Word Championship Danau Toba Ditargetkan Raup Rp250 Miliar0
- Jamin Keamanan Laut, TNI AL Amankan Jalur Pelayaran Komersial0
- Nelayan Banten 5 Hari Hilang, Ditemukan TNI AL Terdampar di Tasikmalaya0
- Ini 15 Perusahaan yang melakukan Perjanjian Jual Beli Minyak Mentah dengan Pertamina.0
- Teddy Minahasa Dituduh Dapat Rp300 Juta dari Jual BB Sabu, Ini Dakwaan Lengkap Jaksa0
Nantinya pihak terkait di pelabuhan digabung dalam satu sistem untuk mempermudah pelayanan kepada pengguna pelabuhan. Karena birokrasi yang berbelit membuat kapal-kapal besar enggan sandar di Indonesia.
"Kapal-kapal yang gede-gede nggak mau mendarat ke Indonesia karena nggak jelas perginya kapan," ungkap Pahala.
Deputi Pencegahan KPK ini juga mengungkapkan, salah satu tantangan digitalisasi adalah ada 16 lembaga yang punya wewenang di pelabuhan.
"Jam pulangnya saja beda-beda. Memang kita bisa suruh itu kapal harus berlabuh jam berapa, kan nggak. Kalau berlabuh jam 6, badan karantina pulang jam 5, besok baru diperiksa. Semakin lama kapal sandar, semakin mahal tarifnya. Semakin ogah orang datang ke Indonesia," cetus Pahala.
Karrna itu sistem digital selain akan memangkas birokrasi juga menutup celah terjadinya pungli dan korupsi. Sebanyak 260 pelabuhan yang ditargetkan menerapkan digitalisasi, termasuk pelabuhan yang tidak resmi.
Diharapkan seluruh Indonesia ini semua pergerakan kapal akan digital. "Ketahuan dia bikin apa, berapa banyak. Karena pelabuhan ini bukan hanya pelabuhan resmi kayak Tanjung Priok dan lainnya," tandas Pahala. Pelaku pungli korupsi bakal panas dingin bila tidak berhenti berbuat curang. (Arry/Oryza)











