- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Upaya Transformasi KAI Terapkan 5 Pilar Struktur INDI 4.0

Keterangan Gambar : Stasiun Gambir. Foto: Indonesiamaritimenews.com/Oriz
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: PT Kereta Api Indonesia (Persero) berupaya menerapkan 5 pilar dalam struktur INDI 4.0 sebagai implementasi melaksanakan Asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dalam rangka mengukur tingkat kesiapan perusahaan guna bertrasformasi menuju era industri 4.0.
Asesmen INDI 4.0 dilaksanakan di seluruh area kerja KAI dengan tim asesor dari dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) sebagai unit kerja di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian. Proses verifikasi berlangsung sejak 22 Februari s.d 4 Maret 2022, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion. Asesmen dilakukan terhadap penerapan 5 pilar dalam struktur INDI 4.0 pada KAI yaitu Pilar Manajemen dan Organisasi, Orang dan Budaya, Produk dan Layanan, Teknologi, dan Operasi.
Asesmen tersebut dilakukan menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian tentang Pelaksanaan Asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk BUMN.
“KAI berkomitmen untuk mendukung program pemerintah Making Indonesia 4.0. Melalui Asesmen INDI 4.0, KAI berupaya untuk mencapai nilai yang ditetapkan oleh pemegang saham dengan berbagai inovasi yang telah dan akan dilakukan oleh perusahaan,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.
Baca Lainnya :
- Ini 3 Strategi Angkasa Pura II Memanfaatkan Aset Meningkatkan Bisnis dan Pendapatan 0
- 86 Calon Pekerja Migran Diselundupkan ke Malaysia, Digagalkan Ditpolairud Sumut0
- Waspada Gelombang Tinggi 4-6 Maret 2022 Mencapai 4 Meter0
- Petilasan Sunan Geseng Murid Sunan Kalijaga. Mengapa dikatakan Geseng?0
- Masjid Sunan Geseng Berdiri Kokoh dan Unik Menambah Rindu Bulan Ramadhan0
Joni mengatakan, komitmen KAI dalam menyambut era industri 4.0 juga terwujud Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). Pada RJPP tersebut, visi KAI yaitu Menjadi Solusi Ekosistem Transportasi Terbaik untuk Indonesia dengan terus mengembangkan digitalisasi serta investasi di bidang teknologi. KAI telah mengembangkan strategi kompetitif berbasis digital hampir di seluruh aspek perusahaan seperti angkutan penumpang dan barang, operasional kereta api, dan pengembangan SDM.
KAI telah menyusun Roadmap SDM dalam rangka penjabaran program strategis untuk pengembangan SDM yang selaras dengan RJPP. KAI juga mengembangkan aplikasi kepegawaian yaitu Raileo untuk memudahkan pegawai dalam melakukan tugasnya saat Work From Home serta meningkatkan kedisiplinan bekerja.
Berbagai produk dan layanan KAI dapat diakses langsung oleh pelanggan secara digital seperti aplikasi KAI Access, website kai.id, serta layanan Contact Center KAI121. Adapun bagi mitra, KAI telah menyediakan Rail Ticketing System dan Rail Cargo System untuk angkutan penumpang dan barang. Sedangkan bagi masyarakat umum, KAI telah menghadirkan aplikasi mobile PPID dan website ppid.kai.id untuk mendapatkan informasi publik terkait perusahaan.
Saat ini, teknologi informasi (TI) di KAI sudah mampu berperan sebagai enabler bisnis dan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kegiatan bisnis perusahaan. Tata kelolanya selaras dengan bisnis perusahaan seperti IT Master Plan,.Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), serta IT Maturity Level dengan nilai 3.31 pada tahun 2021 berdasarkan COBIT 2019
KAI telah melakukan penyimpanan data pada data center dan cloud computing, melakukan konektivitas antar sistem KAI dengan eksternal perusahaan untuk peningkatan pelayanan seperti aplikasi PeduliLindungi dan Disdukcapil Kemendagri. Digitalisasi juga dilakukan pada supply chain management, logistik, operasional kereta api, serta perawatan sarana dan prasarana kereta api sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.
“Dengan berbagai inovasi dan digitalisasi yang telah KAI lakukan dalam berbagai aspek, KAI siap menyambut Industri 4.0 sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” kata Joni mengakhiri.
Data yang dihimpun indonesiamaritimenews.com Kementerian BUMN sudah mengedarkan surat No. S949/MBU/10/2020 Perihal Aspirasi Pemegang Saham/Pemilik Modal untuk Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2021. Kementerian BUMN menargetkan seluruh BUMN memiliki kesiapan matang dalam penerapan Industri 4.0 pada tahun 2024, dengan nilai INDI 4.0 minimal 3.5. (HKAI/Arry/Oriz)











