Trauma Healing ala Brimob, Anak-anak Korban Bencana Diajak Main Wahana Flying Fox

By Indonesia Maritime News 04 Jan 2026, 19:16:04 WIB Edukasi
Trauma Healing ala Brimob, Anak-anak Korban Bencana Diajak Main Wahana Flying Fox

Keterangan Gambar : Korps Brimob Polri menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (3/1/2026). Foto: ist



Indonesiamaritimenews.com (IMN), AGAM: Personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor dari Korps Brimob Polri menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam, terutama anak-anak. Sebanyak 50 personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor yang tergabung dalam BKO Operasi Aman Nusa II dilibatkan dalam kegiatan ini.

Personel Brimob memanfaatkan peralatan SAR untuk menghadirkan wahana flying fox mini. Peralatan SAR pun beralih fungsi menjadi alat berpetualang, meluncur dan bermain bagi anak-anak.

Baca Lainnya :

Kegiatan ini menjadi sarana bermain sekaligus terapi pemulihan psikologis bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak berinteraksi dan bermain dalam suasana yang aman dan menyenangkan.

Bangkitkan Percaya Diri

Trauma healing yang digelar personel Brimob bertujuan untuk membantu memulihkan keseimbangan emosional dan mental anak-anak pascabencana, sekaligus membangun kembali rasa aman, keberanian, serta kepercayaan diri agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.

Iptu Herman Agustinus Marini yang memimpin kegiatan ini menyampaikan, perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kegiatan trauma healing ini kami laksanakan untuk membantu anak-anak agar tidak berlarut-larut dalam trauma akibat bencana. Kami ingin menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan, sehingga mereka dapat kembali ceria dan optimis,” ujarnya.

Aksi kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran negara melalui Korps Brimob Polri dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, tidak hanya dalam penanganan darurat dan SAR, tetapi juga pada aspek pemulihan psikososial.

Diharapkan, di tahun 2026 proses pemulihan dan pembangunan kembali di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Agam, dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat segera bangkit dan menjalani aktivitas kehidupan secara normal.

Seperti diketahui, banjir bandang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara pada 22-26 November 2025 lalu. Bencana alam ini mengakibatkan lebih dari 1000 warga meninggal dunia. (rls/*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook