- Cetak Instruktur Kompeten Generasi Muda Maritim, Pusteral Gelar Kursus Instruktur Saka Bahari Nasional
- Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026
- Pelindo Regional 4 Peduli Korban Kebakaran di Makassar, Salurkan Bantuan
- Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
- KRI Alamang-644 Tebar Kebaikan, Nelayan Tanjung Balai Asahan Dibagi Sembako dan Cek Kesehatan
- TNI AL dan Tentara Australia Asah Kemampuan, Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo
- Senangnya Bocah-bocah TK Dewi Sartika Wonokromo Naik Tank Amfibi 2 Marinir
- Kapolri Suyudi Temui Panglima TNI di Mabes Cilangkap, Ini yang Dibahas
- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T
Top! Inovasi Pegawai, Limbah Cair Terminal Teluk Lamong Bisa Diolah Jadi Air Bersih

Keterangan Gambar : Inovasi PT Terminal Teluk Lamong, air limbah didaur ulang jadi air bersih. Foto: Humas TTL
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Terminal Teluk Lamong (TTL) sebagai terminal yang menerapkan konsep Green Port, terus berkomitmen dalam pelestarian lingkungan dalam mendukung business sustainability, dengan mengembangkan inovasi dan program-program lingkungan yang berkelanjutan. Salah satunya inovasi konservasi air melalui pemanfaatan limbah cair menjadi air bersih.
Sebagai langkah konservasi air melalui inovasi tersebut, yakni dengan memanfaatkan air daur ulang bekas wudhu yang digunakan untuk flushing water toilet masjid serta penyiraman taman di area TTL.
Pengolahan air limbah adalah keniscayaan yang harus dilakukan, agar tidak melampaui baku mutu untuk dapat dimanfaatkan kembali. Hal ini seperti yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Inovasi ini dilakukan oleh Tirta Wijaya, Ratna Gumilang, dan Idha Rubiyantoro. Inovasi ini diaplikasikan langsung oleh manajemen TTL dengan memasang instalasi daur ulang air bekas wudhu dengan 2 step filtrasi menggunakan tabung filter yang berisi Karbon Aktif, Pasir Silika dan Pasir Zeolit.
Sistem ini mampu memproduksi air daur ulang rata-rata sebesar 40 m3 per bulan yang bisa dimanfaatkan sebagai air penyiraman taman di area kantor TTL. Jumlah tersebut dapat menghasilkan efisiensi biaya operasional penggunaan air PDAM untuk penyiraman taman sampai sebesar Rp600 ribu per bulannya.
"Inovasi akan terus didorong oleh manajemen karena kami yakin hal tersebut akan berkontribusi bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan" terang Kalbar Yanto, Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong.
Baca Lainnya :
- Berangus Pungli, 45 Pelabuhan Terapkan Inaported, Ini Daftarnya0
- Ajak Masyarakat Bersih, Forum CSR Sulsel dan Pelindo Regional 4 Bantu 2 Motor Sampah0
- Teranyar...Aplikasi PTOS-M Satukan Standarisasi Pelayanan di Pelabuhan Makassar0
- Transaksi Bisnis Transportasi Laut dan Perusahaan Pelayaran Wajib Gunakan Rupiah0
- Semarak Hari Pelanggan Nasional, Pelindo Solusi Logistik Menyapa Pengguna Jasa0
Visi PT Terminal Teluk Lamong sebagai green & smart port yang terbaik harus terintenalisasi pada perilaku dan budaya kerja pada setiap insan di perusahaan. (Arry/Oryza)











