- Kemenhub: Utamakan Penyelamatan Penumpang, Kebakaran Ditangani Terkoordinasi
- Ini Penjelasan ASDP, Seluruh Penumpang dan Awak Kapal KMP Batumandi berhasil Dievakuasi
- Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Berlayar ke Pulau 3T Papua Barat Daya
- Makan Bareng, Potret Kedekatan Masyarakat Kepulauan Solomon dengan Satgas Port Visit 2026
- Bareskrim Bongkar jaringan Internasional Penyelundupan 12 Boks Benih Bening Lobster, Nilainya Rp5,8 Miliar
- Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Jumlah Alumni Terserap di Pasar Kerja
- Tangkapan TNI AL di Lampung, Ribuan Cartridge Liquid Vape Yakuza dan Batman Dimusnahkan
- Marinir Indonesia dan Militer Australia Sama-sama Asah Kemampuan Tempur
- KRI SIM-367 dan 3 Kapal Perang Australian Defence Force Uji Ketangguhan di Bali
- Catat, KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala 31 Oktober 2026
Top! Inovasi Pegawai, Limbah Cair Terminal Teluk Lamong Bisa Diolah Jadi Air Bersih

Keterangan Gambar : Inovasi PT Terminal Teluk Lamong, air limbah didaur ulang jadi air bersih. Foto: Humas TTL
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Terminal Teluk Lamong (TTL) sebagai terminal yang menerapkan konsep Green Port, terus berkomitmen dalam pelestarian lingkungan dalam mendukung business sustainability, dengan mengembangkan inovasi dan program-program lingkungan yang berkelanjutan. Salah satunya inovasi konservasi air melalui pemanfaatan limbah cair menjadi air bersih.
Sebagai langkah konservasi air melalui inovasi tersebut, yakni dengan memanfaatkan air daur ulang bekas wudhu yang digunakan untuk flushing water toilet masjid serta penyiraman taman di area TTL.
Pengolahan air limbah adalah keniscayaan yang harus dilakukan, agar tidak melampaui baku mutu untuk dapat dimanfaatkan kembali. Hal ini seperti yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Inovasi ini dilakukan oleh Tirta Wijaya, Ratna Gumilang, dan Idha Rubiyantoro. Inovasi ini diaplikasikan langsung oleh manajemen TTL dengan memasang instalasi daur ulang air bekas wudhu dengan 2 step filtrasi menggunakan tabung filter yang berisi Karbon Aktif, Pasir Silika dan Pasir Zeolit.
Sistem ini mampu memproduksi air daur ulang rata-rata sebesar 40 m3 per bulan yang bisa dimanfaatkan sebagai air penyiraman taman di area kantor TTL. Jumlah tersebut dapat menghasilkan efisiensi biaya operasional penggunaan air PDAM untuk penyiraman taman sampai sebesar Rp600 ribu per bulannya.
"Inovasi akan terus didorong oleh manajemen karena kami yakin hal tersebut akan berkontribusi bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan" terang Kalbar Yanto, Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong.
Baca Lainnya :
- Berangus Pungli, 45 Pelabuhan Terapkan Inaported, Ini Daftarnya0
- Ajak Masyarakat Bersih, Forum CSR Sulsel dan Pelindo Regional 4 Bantu 2 Motor Sampah0
- Teranyar...Aplikasi PTOS-M Satukan Standarisasi Pelayanan di Pelabuhan Makassar0
- Transaksi Bisnis Transportasi Laut dan Perusahaan Pelayaran Wajib Gunakan Rupiah0
- Semarak Hari Pelanggan Nasional, Pelindo Solusi Logistik Menyapa Pengguna Jasa0
Visi PT Terminal Teluk Lamong sebagai green & smart port yang terbaik harus terintenalisasi pada perilaku dan budaya kerja pada setiap insan di perusahaan. (Arry/Oryza)











