- ASDP Hadir di Tengah Korban Bencana, Bergerak Bersama untuk Pulihkan Asa
- ASDP Resmi Operasikan Layanan Kapal Express II di Lintasan Merak-Bakauheni
- Kunjungi Korban Bencana di Padang, Titiek Soeharto: Mudah-mudahan Cobaan ini Cepat Berlalu..
- Kunjungan Presiden Prabowo Obati Kesedihan Korban Bencana: Negara Hadir Lindungi Rakyat
- Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Tanggap Bencana
- Operasi Kemanusiaan di Daerah Bencana, TNI AL Kerahkan Rumah Sakit Lapangan dan Tim Medis
- Koarmada I Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Aceh
- Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar dan Aceh: 442 Warga Meninggal, 402 Hilang
- Kasal Lepas Keberangkatan Kapal Perang Bawa Bantuan Medis dan Logistik
- Polri Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumut
Top! Inovasi Pegawai, Limbah Cair Terminal Teluk Lamong Bisa Diolah Jadi Air Bersih

Keterangan Gambar : Inovasi PT Terminal Teluk Lamong, air limbah didaur ulang jadi air bersih. Foto: Humas TTL
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Terminal Teluk Lamong (TTL) sebagai terminal yang menerapkan konsep Green Port, terus berkomitmen dalam pelestarian lingkungan dalam mendukung business sustainability, dengan mengembangkan inovasi dan program-program lingkungan yang berkelanjutan. Salah satunya inovasi konservasi air melalui pemanfaatan limbah cair menjadi air bersih.
Sebagai langkah konservasi air melalui inovasi tersebut, yakni dengan memanfaatkan air daur ulang bekas wudhu yang digunakan untuk flushing water toilet masjid serta penyiraman taman di area TTL.
Pengolahan air limbah adalah keniscayaan yang harus dilakukan, agar tidak melampaui baku mutu untuk dapat dimanfaatkan kembali. Hal ini seperti yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Inovasi ini dilakukan oleh Tirta Wijaya, Ratna Gumilang, dan Idha Rubiyantoro. Inovasi ini diaplikasikan langsung oleh manajemen TTL dengan memasang instalasi daur ulang air bekas wudhu dengan 2 step filtrasi menggunakan tabung filter yang berisi Karbon Aktif, Pasir Silika dan Pasir Zeolit.
Sistem ini mampu memproduksi air daur ulang rata-rata sebesar 40 m3 per bulan yang bisa dimanfaatkan sebagai air penyiraman taman di area kantor TTL. Jumlah tersebut dapat menghasilkan efisiensi biaya operasional penggunaan air PDAM untuk penyiraman taman sampai sebesar Rp600 ribu per bulannya.
"Inovasi akan terus didorong oleh manajemen karena kami yakin hal tersebut akan berkontribusi bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan" terang Kalbar Yanto, Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong.
Baca Lainnya :
- Berangus Pungli, 45 Pelabuhan Terapkan Inaported, Ini Daftarnya0
- Ajak Masyarakat Bersih, Forum CSR Sulsel dan Pelindo Regional 4 Bantu 2 Motor Sampah0
- Teranyar...Aplikasi PTOS-M Satukan Standarisasi Pelayanan di Pelabuhan Makassar0
- Transaksi Bisnis Transportasi Laut dan Perusahaan Pelayaran Wajib Gunakan Rupiah0
- Semarak Hari Pelanggan Nasional, Pelindo Solusi Logistik Menyapa Pengguna Jasa0
Visi PT Terminal Teluk Lamong sebagai green & smart port yang terbaik harus terintenalisasi pada perilaku dan budaya kerja pada setiap insan di perusahaan. (Arry/Oryza)











