- Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal
- Penyelundupan 30.789 Ekor Benih Bening Lobster Digagalkan di Bandara Juanda, Pelaku Kabur
- Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Menggeliat, Sudah Pasarkan 273 Ton Ikan
- Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran, Safety Training di Atas Kapal PELNI
- Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 2 Angkatan II Mulai Dibuka, Ini Syaratnya
- Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan
- Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi
- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
TNI AL Gagalkan Upaya Pengiriman Airsoft Gun di Bandara Juanda

Keterangan Gambar : TNI Angkatan Laut melalui Satgaspam Bandara Internasional Juanda, berhasil menggagalkan upaya pengiriman senjata Airsoft Gun.Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com ( IMN), SURABAYA: TNI Angkatan Laut melalui Satgaspam Bandara Internasional Juanda, berhasil menggagalkan upaya pengiriman senjata Airsoft Gun, di Gudang RA PT. Angkasa Pura Logistik Cargo Bandara Internasional Juanda Terminal 1, Surabaya, Sabtu (6/5/2023).
Barang itu rencananya akan dikirimkan dari Surabaya dengan tujuan Palangkaraya. Namun upaya pengiriman senjata tersebut digagalkan.
Kronologis kejadian, bermula ketika pegawai Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) PT. Adya Avia Prima menerima kargo udara dari ekspedisi JNE. Kemudian dilakukan penginputan dengan nomor Surat Muatan Udara (SMU) 990-38298470 Via Lion Air tujuan Palangkaraya dengan isi 11 koli berat 66 kg yang tergabung dalam paket dokumen Pemberitahuan Tentang Isi (PTI).
Baca Lainnya :
- Kapal KMP ROYCE 1 Menuju Lampung Terbakar di Perairan Merak0
- Tegas, KKP Stop Proyek Reklamasi Galangan Kapal di Batam0
- Kunjungi Chief of Italian Navy, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali Bahas Kerjasama 0
- Tak Berhenti Berlatih, Prajurit Kolinlamil Bakal Siapkan Atraksi Memukau0
- TNI AL Mengambil Peran Penting di Forum Hidrooseanografi Dunia0
Saat dilakukan pemeriksaan X-ray oleh petugas Avsec AP Log, terdeteksi barang berbentuk mirip senjata api berbahan dasar besi yang dibungkus kardus. selanjutnya petugas tersebut memanggil pihak EMPU PT. Adya Avia Prima untuk melakukan pengecekan manual.
Setelah dilakukan pengecekan barang tersebut merupakan senjata Airsoft Gun yang kemudian dilaporkan kepada SPV AP Log untuk selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Satgaspam Bandara Internasional Juanda.
Mendengar laporan tersebut, Mayor Laut (PM) Suprapto selaku Kasigakkumtatibplin Satgaspam Bandara Internasional Juanda dan Avsec AP 1 tiba di RA PT. Angkasa Pura Logistik melakukan pemeriksaan fisik. Hasilnya, barang tersebut merupakan Airsoft Gun berjenis M4 dengan merk MAGPUL buatan Taiwan. Selain itu pada dokumen pengiriman barang menyebutkan bahwa barang tersebut berisi mainan.
Karena ketidaksesuaian dokumen pengiriman dengan isi barang, maka pihak RA PT. Angkasa Pura Logistik menyerahkan barang bukti kepada Satgaspam Bandara Internasional Juanda untuk selanjutnya diserahkan kepada Denpomal Lanudal Juanda guna proses lebih lanjut.
Upaya penggagalan pengiriman Airsoft Gun oleh prajurit TNI AL di Bandara Juanda merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menekankan kepada seluruh personel TNI AL untuk selalu waspada dan merespon cepat segala informasi mengenai kegiatan penyelundupan. (Bow/Oryza)











