- ASDP Peduli Desa Adat dan Budaya Bali, Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar
- Pelindo Hadir Restorasi Terumbu Karang dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Labuan Bajo
- Moncer Trafik Petikemas IPC TPK Tembus 1,49 Juta TEUs
- Sebagai Kekuatan Sosial dan Budaya, Ketua IKANAS Erwan Rozadi Ajak Keluarga Besar Nasution Bangun Sumut
- Hanyut ke Kalbar, Kapal Ikan Malaysia Dikawal Kodaeral XII Pulang Disambut APPM di Perbatasan
- Dampak Pemadaman Listrik di Sumut, Bobby Nasution Desak PLN Beri Kompensasi
- Kadet AAL Tampil di Hari Besar Rusia 2026, Genderang Sulung Gita Jala Taruna Memukau
- KKP Bawa Kembali Produk Perikanan Budi Daya Masuk Pasar Uni Eropa
- Ketika Kekuasaan Tidak Terawasi maka Kemanusiaan akan Menjadi Korban
- Operasi Gugus Tempur Laut, KRI Imam Bonjol Amankan 10 ABK Kapal Ikan Diduga Pakai Sabu
Tinjau Implementasi NLE di Tanjung Priok, Menhub Minta Pelindo Genjot Ekspor

Keterangan Gambar : Menhub Budi Karya Sumadi meninjau implementasi program NLE di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau implementasi program National Logistic Ecosystem (NLE) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (26/12/2023). Ia meminta Pelindo bersama unsur terkait untuk meneliti kembali bagaimana meningkatkan ekspor. Titik-titik pergerakan yang mendukung ekspor juga harus diawasi.
NLE merupakan platform digital layanan logistik yang terintegrasi mulai dari kedatangan kapal hingga ke pabrik. Sistem ini melibatkan sejumlah pihak yakni Kementerian/Lembaga, perusahaan, serta pelaku logistik.
Baca Lainnya :
- Kampanye Keselamatan Pelayaran Ditjen Hubla Serahkan 200 Life Jacket di Jepara 0
- Pastikan Keandalan SBNP, Distrik Navigasi Teluk Bayur Turunkan KN Sibaru Baru0
- Nataru 2023-2024, KSOP Kelas I Banten Pastikan Kesiapan Pelabuhan dan Armada Kapal0
- Bangun Pelabuhan Penyeberangan di 71 Lokasi, Menhub: Ciptakan Konektivitas dan Indonesia Sentris.0
- Sukses Kelola Manajemen Risiko, Terminal Petikemas Surabaya Kembali Borong Penghargaan0
Menhub menjelaskan, NLE dibangun untuk melancarkan pergerakan arus barang ekspor dan impor, maupun domestik antar wilayah. Sehingga diharapkan dapat memenuhi target peningkatan ekspor yang dapat mengerek pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5%.
“Presiden selalu menginstruksikan kepada kami untuk meningkatkan ekspor. Untuk itu, titik-titik pergerakan yang mendukung ekspor harus kita awasi. Oleh karenanya pemerintah membentuk NLE yang diinisiasi oleh Kemenkeu,” ujar Menhub.
Ia mengungkapkan, saat ini jumlah ekspor nasional relatif meningkat tetapi belum signifikan. Untuk itu menurutnya, berbagai pihak harus menyempurnakan lagi proses bisnis dari layanan di pelabuhan.
“Saya meminta Pelindo bersama unsur terkait seperti Custom, dan unsur terkait lainnya untuk meneliti kembali bagaimana ekspor bisa lebih ditingkatkan," kata Budi Karya.
"Tidak hanya mengatur bagaimana kedatangan dan keberangkatan kapalnya saja tetapi juga pergerakan barang yang datang dan keluar harus dikelola dengan baik,” sambung dia.
Dijelaskannya, sebagai bentuk dukungan terhadap sistem NLE, Kemenhub telah mengintegrasikan layanan NLE di 46 pelabuhan dan 6 bandara. Menhub mendorong penerapan NLE terus diawasi dengan baik, dengan Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat dapat dijadikan percontohan bagi pelabuhan lainnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antoni Arif Priadi; Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Hendri Ginting; Wakil Direktur Utama PT Pelindo II, Hambra; dan Direktur Utama PT Jakarta International Container Terminal, Ade Hartono. (Arry/Oryza)











