- Tol Laut Dinilai Belum Berhasil,Muatan Tak Seimbang Kapal Balik Muatan Minim
- Dua Kapal Perang TNI AL Perkuat Keamanan Laut Timur Indonesia
- Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang, KKP Siap Fasilitasi Unit Pengolah Ikan, Ini Tata Caranya
- Tugboat Equator 10 Bocor di Laut Jawa, KM Kelimutu Bantu Evakuasi 8 Awak Kapal
- Kecelakaan di Laut Arafuru, KRI Banjarmasin-592 Selamatkan 12 ABK KM Putra Kwantan
- Timba Ilmu Bahari: Taruna TNI, Akpol dan Mahasiswa Unhan Berlayar Naik KRI Radjiman Wedyodiningrat
- Hari Dharma Samudera, Tabur Bunga dan Bakti Sosial di Bangka Belitung
- Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris
- IPC TPK Mantapkan Arah Strategis 2026, Ini Strateginya
- TPK Bagendang Catatkan Kinerja Solid, Arus Peti Kemas Tumbuh Positif
Tinjau Implementasi NLE di Tanjung Priok, Menhub Minta Pelindo Genjot Ekspor

Keterangan Gambar : Menhub Budi Karya Sumadi meninjau implementasi program NLE di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau implementasi program National Logistic Ecosystem (NLE) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (26/12/2023). Ia meminta Pelindo bersama unsur terkait untuk meneliti kembali bagaimana meningkatkan ekspor. Titik-titik pergerakan yang mendukung ekspor juga harus diawasi.
NLE merupakan platform digital layanan logistik yang terintegrasi mulai dari kedatangan kapal hingga ke pabrik. Sistem ini melibatkan sejumlah pihak yakni Kementerian/Lembaga, perusahaan, serta pelaku logistik.
Baca Lainnya :
- Kampanye Keselamatan Pelayaran Ditjen Hubla Serahkan 200 Life Jacket di Jepara 0
- Pastikan Keandalan SBNP, Distrik Navigasi Teluk Bayur Turunkan KN Sibaru Baru0
- Nataru 2023-2024, KSOP Kelas I Banten Pastikan Kesiapan Pelabuhan dan Armada Kapal0
- Bangun Pelabuhan Penyeberangan di 71 Lokasi, Menhub: Ciptakan Konektivitas dan Indonesia Sentris.0
- Sukses Kelola Manajemen Risiko, Terminal Petikemas Surabaya Kembali Borong Penghargaan0
Menhub menjelaskan, NLE dibangun untuk melancarkan pergerakan arus barang ekspor dan impor, maupun domestik antar wilayah. Sehingga diharapkan dapat memenuhi target peningkatan ekspor yang dapat mengerek pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5%.
“Presiden selalu menginstruksikan kepada kami untuk meningkatkan ekspor. Untuk itu, titik-titik pergerakan yang mendukung ekspor harus kita awasi. Oleh karenanya pemerintah membentuk NLE yang diinisiasi oleh Kemenkeu,” ujar Menhub.
Ia mengungkapkan, saat ini jumlah ekspor nasional relatif meningkat tetapi belum signifikan. Untuk itu menurutnya, berbagai pihak harus menyempurnakan lagi proses bisnis dari layanan di pelabuhan.
“Saya meminta Pelindo bersama unsur terkait seperti Custom, dan unsur terkait lainnya untuk meneliti kembali bagaimana ekspor bisa lebih ditingkatkan," kata Budi Karya.
"Tidak hanya mengatur bagaimana kedatangan dan keberangkatan kapalnya saja tetapi juga pergerakan barang yang datang dan keluar harus dikelola dengan baik,” sambung dia.
Dijelaskannya, sebagai bentuk dukungan terhadap sistem NLE, Kemenhub telah mengintegrasikan layanan NLE di 46 pelabuhan dan 6 bandara. Menhub mendorong penerapan NLE terus diawasi dengan baik, dengan Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat dapat dijadikan percontohan bagi pelabuhan lainnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antoni Arif Priadi; Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Hendri Ginting; Wakil Direktur Utama PT Pelindo II, Hambra; dan Direktur Utama PT Jakarta International Container Terminal, Ade Hartono. (Arry/Oryza)











