- Tol Laut Dinilai Belum Berhasil,Muatan Tak Seimbang Kapal Balik Muatan Minim
- Dua Kapal Perang TNI AL Perkuat Keamanan Laut Timur Indonesia
- Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang, KKP Siap Fasilitasi Unit Pengolah Ikan, Ini Tata Caranya
- Tugboat Equator 10 Bocor di Laut Jawa, KM Kelimutu Bantu Evakuasi 8 Awak Kapal
- Kecelakaan di Laut Arafuru, KRI Banjarmasin-592 Selamatkan 12 ABK KM Putra Kwantan
- Timba Ilmu Bahari: Taruna TNI, Akpol dan Mahasiswa Unhan Berlayar Naik KRI Radjiman Wedyodiningrat
- Hari Dharma Samudera, Tabur Bunga dan Bakti Sosial di Bangka Belitung
- Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris
- IPC TPK Mantapkan Arah Strategis 2026, Ini Strateginya
- TPK Bagendang Catatkan Kinerja Solid, Arus Peti Kemas Tumbuh Positif
Bangun Pelabuhan Penyeberangan di 71 Lokasi, Menhub: Ciptakan Konektivitas dan Indonesia Sentris.

Keterangan Gambar : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Kemenhub
Baca Lainnya :
- Sukses Kelola Manajemen Risiko, Terminal Petikemas Surabaya Kembali Borong Penghargaan0
- Catat ! Beli Tiket Fery Tidak Bisa di Dekat Pelabuhan, Radius Minimal 5 Kilometer, Ini Titiknya0
- Pelindo Multi Terminal Branch Gresik Go-Live Standarisasi dan Sistemasi Operasi0
- Test Bed E-Pilotage Alur Pelabuhan Tanjung Priok, KMP Sakura Express Berhasil Sandar0
- Resmikan 3 Terminal Modern di 3 Kota Sekaligus, Ini Pesan Presiden Jokowi0
Indonesiamaritimenewa.com (IMN), JAKARTA: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sektor transportasi berperan penting untuk mewujudkan visi dari Presiden Joko Widodo yakni meraih Indonesia Emas Tahun 2045.
Karena dengan membangun infrastruktur transportasi yang merata di seluruh wilayah Indonesia, akan menciptakan konektivitas antarwilayah dan berkontribusi pada peningkatan daya saing bangsa.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara rilis akhir tahun di Kantor Kemenhub, Rabu (20/12/2023). Ia mengatakan pembangunan infrastruktur transportasi selama era kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode 2014-2023 tidak lagi terpusat di Jawa saja.
"Kita menciptakan konektivitas, tetapi juga membuat Indonesia sentris dan tidak bicara tentang hanya Jawa saja," kata Menhub Budi Karya.
"Ada sejumlah fasilitas yang kita bangun, mungkin tidak terlihat dari Jakarta, tetapi pembangunan penyeberangan ada 71 lokasi, itu dari timur sampai barat di tempat terpencil, di pulau-pulau itu menjadi suatu hal yang penting," sambung dia.
Menhub menjelaskan, dalam rangka menyediakan pelayanan dasar dan peningkatan konektivitas, Kemenhub telah mengembangkan infrastruktur sektor transportasi pada empat moda utama selama rentang waktu 2014-2023.
Rinciannya: pembangunan pelabuhan penyeberangan di 71 lokasi, rehabilitasi pelabuhan penyeberangan di 54 lokasi, pembangunan terminal bus tipe A di 5 lokasi serta rehabilitasi/revitalisasi terminal tipe A 140 lokasi. Selain itu juga membangun pelabuhan baru di 18 lokasi serta rehabilitasi pelabuhan di 164 lokasi.
Pada moda transportasi kereta api, Kemenhub telah membangun jalur kereta api sepanjang 1,683,44 km’sp. Kemudian Kereta cepat Jakarta-Bandung (jalur ganda) sepanjang 152,46 km, LRT Jabodebek (jalur ganda) 49,21 km, LRT Sumatera Selatan (jalur ganda) sepanjang 23,4 km serta LRT Jakarta 5,8 km. Peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api telah dilakukan pada jalur disepanjang 1.900,54 km'sp.
Dijelaskan Menhub, pihaknya melakukan upaya angkutan massal perkotaan dengan LRT. "Kemarin, secara intensif kita dukung MRT, masih subsidi. Tapi yang menggembirakan adalah ini semua produk dalam negeri," kata Menhub.
Pembangunan MRT, tidak hanya berhenti hingga stasiun Bundaran HI saja, namun akan dilanjutkan hingga mencapai daerah timur dan barat bahkan utara dan selatan Jakarta.
Sementara itu untuk mendukung moda transportasi udara, Kemenhub telah membangun 25 bandara baru dan memperbaiki 38 bandara.
"Bandara baru ada 25, kebanyakan di tempat-tempat yang jauh seperti di Fakfak, di Nabire, Mandailing Natal yang mungkin banyak yang tidak mengerti di mana lokasi bandara itu, kita juga memperbaiki bandara yang ada," tandas Budi Karya.
Ia juga menjelaskan, selama kurun waktu 10 tahun terakhir, tren pagu APBN semakin menurun. Sementara, kebutuhan pembangunan transportasi berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Kemenhub 2020-2024 mencapai Rp1.288 triliun dan kemampuan APBN hanya 20 persennya.
Karenanya Kemenhub terus mendorong pendanaan kreatif di antaranya melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun investasi swasta murni, dan mengoptimalkan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kemenhub yang mampu meraih Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (Arry/Oryza)











